Rabu, 28 Juni 2017

UNTUK APA AGAMA?

Agama
Gus Mus
"Berbicara tentang "pola", hidup-pun mempunyai pola. Sejujurnya hidup bukan lagi sebuah misteri besar ketika kita memahami pola-polanya. Manusia condong mengamati pola perilaku mahluk hidup lain di sekitarnya, tetapi jarang mengamati pola tentang kehidupan manusia itu sendiri.

Pola yang dimaksud bukanlah pola materi seperti kelahiran, proses pencernaan dan lain-lain, tetapi berhubungan dengan pola spiritual seperti sebab akibat dari sebuah peristiwa..

Dengan memahami kenapa manusia diberikan kesulitan, kenapa uang haram itu berbahaya bagi perkembangan jiwa yang memakannya dan sebagainya, kita akhirnya bisa mengetahui maksud dan tujuan kita ada di bumi ini.

Dengan memahami pola spiritual, maka hidup kita akan jauh lebih tenang dan tidak lagi terbeban dengan angan yang panjang, ukuran manusia dan ketakutan yang tidak beralasan seperti "bagaimana masa depanku nanti ?"

Kita akan berjalan dengan punggung yang merdeka, tanpa terikat kesepakatan-kesepakatan duniawi.
Lalu, siapa yang bisa mengajarkan pola-pola spiritual itu ?

Itulah gunanya agama, sebagai sebuah petunjuk yang berhubungan dengan kejiwaan. Karena menjadi baik itu sangat sulit dikarenakan nafsu kita selalu berusaha menguasai jiwa kita yang sesungguhnya suci.

Dan yang bisa menjelaskan agama atau petunjuk itu adalah pembawanya. Seorang Rasul, seorang Nabi dan seorang Imam. Tidak ada satupun manusia yang bisa menjelaskan petunjuk Tuhan tanpa berpatokan pada penjelasan-penjelasan mereka yang mengerti..

Satu yang perlu dicatat, sulit sekali memahami penjelasan mereka dalam bentuk makna ketika seluruh jiwa kita terbungkus ketat dengan duniawi. Untuk bisa memahaminya, terkadang Tuhan "mengupas" kita dalam sebuah tragedi..

Dengan memahami penjelasan mereka, maka secara otomatis jiwa akan terbimbing ke arah yang benar dengan mengetahui pola-pola kehidupan. Hidup bukan lagi hutan belantara tetapi sudah menjadi sebuah kota dengan banyak petunjuk di dalamnya..

Ketika paham pola, kita tidak akan lagi menyalahkan Tuhan ketika anak kita terkena narkoba atau ketika hidup kita hancur karena masalah ekonomi misalnya..

Semua ada jawabannya. Tidak semua pertanyaan harus dikembalikan pada Tuhan dengan alasan klasik, "hanya Tuhan yang tahu.." karena Tuhan sudah memberikan akal kepada manusia untuk mencari petunjuk atas hidupnya sendiri.."

Temanku menutup kalimat terakhirnya sambil menyeruput secangkir kopi di depannya. Ia sudah berubah, jauh lebih tenang dari yang kukenal selama ini sebagai orang temperamental.

Aku mengerti. Itulah gunanya "agama". Sebuah petunjuk, sebuah kompas dalam kehidupan ini. Aku bisa menjawab pertanyaan temanku yang condong tidak memerlukan petunjuk dalam hidupnya karena "sudah usang" katanya. Sebuah kesombongan karena kurangnya ilmu pengetahuan tentangNya..

Agama itu ternyata logika, bukan sebuah dogma..
Aku mengangkat secangkir kopi. Sebuah pemahaman baru lahir ketika kita berusaha mengosongkan diri.

Selasa, 27 Juni 2017

GNPF MUI ITU MAHLUK APA?

radikalisme
GNPF MUI
Saya sendiri tidak paham, GNPF MUI itu mahluk apa?. Kalau diterjemahkan GNPF MUI itu berarti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Gerakan yang mulanya dibentuk untuk mengawal fatwa MUI tentang penistaan agama oleh Ahok ini, ternyata tidak bubar meski tujuan mereka sudah tercapai yaitu Ahok dipenjara.

Jadi untuk apa mereka tetap mempertahankan gerakan itu, sedangkan MUI bahkan sudah berlepas diri dari mereka?

Kalau dilihat dari apa yang terjadi, salah satu "kesuksesan" yang mereka klaim adalah gerakan damai 212. Dengan klaim "7 juta umat Islam" mereka merasa sayang untuk membubarkan gerakan itu.

Tujuannya tidak jauh adalah masalah pendanaan. Mereka berusaha mengkapitalisasi gerakan ini dengan jargon 212. Bahkan gerakan ini pernah berniat untuk memproduksi roti 212 - karena ingin mengambil alih market Sari Roti yang menurut mereka sukses mereka boikot.

Selain itu mereka berniat untuk membangun 212 mart atau mereka sebut m212m. Menurut kabar, sudah ada kesepakatan dari mereka. Ada yang nyumbang sertifikat tanah untuk digadaikan, ada yang mewakafkan profesionalisme utk IT-nya dan lain-lain.

Kalau melihat apa yang mereka lakukan, tidak ada satupun yang menyumbang uang cash seperti saat gerakan itu turun ke jalan.

Selain itu ada juga niat untuk membangun koperasi 212 syariah. Pimpinannya bernama SDL, si dia lagi si dia lagi. Yaitu, Bachtiar Nasir, Rizieq Shihab, Zaitun Rusmin dan kawan2nya.

Tapi sampai sekarang terlihat impian mereka kandas, karena misi mengkapitalisasi "umat Islam" belum berjalan. Kenapa ? Penyebabnya, lagi-lagi belum ada yang nyumbang uang cash sebagai modal awal.

Uang cash diharapkan dari sumbangan relawan. Anggap saja seorang nyumbang Rp. 100ribu misalnya, di kalikan 7 juta umat wah modalnya bisa mencapai 700 miliar rupiah. Wow ,gede amirrr..

Tapi impian tetaplah impian. Belum ada yang tertarik untuk menjadi donatur besar. Ada beberapa yang menyerahkan sertifikat tapi minta tolong digadaikan. Ini yang bikin puyeng, sedangkan yang lainnya cuman nyumbang tenaga doang.

Berbeda dengan ketika mereka melakukan gerakan turun ke jalan dulu. Dikabarkan mereka bisa mengumpulkan sampai nilai sekitar 100 miliar rupiah dalam waktu beberapa minggu saja.

Tentu saja mudah, karena ada misi politik dari donaturnya. Kalau tidak ada, buat apa nyumbang2 segala ? Emang sinterklas ??
Eh, maaf Sinterklas kafir rupanya..

Meski kandas, rupanya sayang buat mereka membubarkan GNPF MUI - yang singkatannya gak keren dan susah nyebutnya itu. Karena bentar lagi Pilpres 2019, dan itu bisa dimanfaatkan untuk cari dana lagi. Lumayan modal untuk bikin supermarket dan koperasi syariah..

Karena itulah mereka terus berusaha menaikkan nama GNPF MUI ke permukaan. Salah satunya adalah dengan bertemu Jokowi - dengan kepercayaan diri bahwa mereka adalah tim yang mengatasnamakan umat Islam untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah.

Pertemuan dengan Jokowi diharapkan sekali akan bisa menaikkan nama mereka dan membuat donatur melirik kepadanya.

Tapi apa lacur, mereka malah di ejek dimana-mana baik oleh haters maupun lovers mereka. Yang haters ketawa karena mereka terlihat seperti orang-orang kalah, yang lovers menghujat mereka karena 'berbaik-baik' dengan pemerintah. Gatot al khotot lah ceritanya, makanya mereka sibuk klarifikasi kemana-mana.

Kalau Gus Mus pernah bertanya dalam puisi, "MUI itu mahluk apa ?", mungkin kita juga harus mulai berpuisi, "GNPF MUI itu alien dari planet mana ?" Karena tidak jelas mereka itu bukan ormas, terus apa yg mereka kawal wong MUI "si mahluk apa" aja gak ngakuin..

Sebagai saran aja untuk GNPF MUI, mungkin singkatannya bisa agak dirubah sedikit biar kekinian.
Misalnya, MILF MUI. Dijamin banyak anak muda yang tersihir untuk mengikuti gerakan untuk mengeraskan sesuatu yang sudah mulai melemah itu..
Mottonya : "Anda tegang, kami puas".

Maksudnya dalam aksinya akan selalu ada unsur yang menegangkan, semisal demo2 yang nasi bungkusnya memuaskan.

Seruput dengan tegang.

Senin, 26 Juni 2017

SEMUA AKAN JOKOWER PADA WAKTUNYA

GNPF MUI
Jokowi dan GNPF MUI
Memang Jokowi itu cerdas dan halus sekali permainannya. Seperti yang kita bahas kemarin, betapa strategi pecah ombak Jokowi dalam menerima GNPF MUI ke istana saat open house membuat kecele banyak orang, termasuk pendukungnya sendiri.

Saya sendiri sulit bertindak seperti dia saat menerima orang yang selalu membenci saya, apalagi merangkulnya.

Tapi pakde itu sangat bisa..

Dan yang terjadi sesudah open house itu, ngamuklah "seseorang yang tidak boleh disebut namanya" dan menyuruh seluruh pimpinan GNPF MUI untuk ke Jogja menemui dirinya di lebaran kedua. Sudah mulai muncul bibit-bibit ketidak-percayaan diantara mereka dan skalanya akan membesar ke depannya.

Para unsur pimpinan GNPF MUI pasti akan menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke istana adalah bagian dari strategi politis untuk negosiasi masalah rekonsiliasi dan kriminalisasi. Tapi siapapun yang tahu Jokowi pasti akan paham, bahwa Jokowi bukan orang yang bisa di negosiasi dalam hal apapun juga.

Bahkan Panglima TNI -dalam wawancara dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV- sudah membahasakan betapa keras kepalanya Jokowi jika ia sudah ada maunya.

Pakde bukan orang yang takut bahaya, tetapi juga bukan orang yang tanpa perhitungan. Ia adalah seorang tukang kayu, yang memperhatikan detail setiap produksi meubelnya. Begitu juga yang ia lakukan dalam setiap langkah politiknya..

Diterimanya pimpinan GNPF MUI ke istana, sebenarnya jauh lebih berbahaya bagi mereka dibandingkan ketika mereka ditolak. Kalau ditolak, maka medan perang semakin jelas. Tapi ketika diterima seperti itu, Jokowi sudah melepas "penghalang" diantara mereka dan masuk lebih dalam ke jantung pertahanan lawan.

Lihat saja reaksi dari kubu lawan berbeda-beda. Ada yang mengutuk, ada yang memuji bahkan ada juga yang panik. Semua perkiraan mereka terhadap langkah strategis Jokowi ke depan berantakan dalam waktu semalam..

Situasi ke depan ini akan membuat medan pertarungan di pilpres 2019 nanti semakin rumit.

Barisan haters Jokowi akan terpecah.

Mereka yang tadinya yakin bahwa Jokowi adalah "musuh ulama" mulai ragu dengan diterimanya ulama versi mereka dengan tangan terbuka oleh Jokowi. Akan timbul simpati kepada sang maestro dan menimbulkan perdebatan di internal mereka sendiri.

Sedangkan disisi lain, haters Jokowi akan muncul rasa tidak simpati kepada para petinggi GNPF MUI dengan men-cap mereka sebagai penjilat, penghianat, muka dua, orang bayaran dan sebagainya.

Itulah kenapa "seseorang yang tidak boleh disebut namanya meski sudah tua itu" marah besar. Semua kejadian ini diluar prediksinya dan ia harus merekonstruksi kembali strategi politiknya.

Dan nanti - bahkan di pendukung Jokowi juga akan muncul kebingungan meski kecil skalanya. Mereka yang sudah menemukan cara mendeteksi "dimana ada Islam radikal, maka jangan pilih pemimpin yang dipilihnya" akan bengong ketika ternyata ada satu dua kelompok radikal yang mulai merapat ke Jokowi.

Meski dibahasakan bahwa open house itu terbuka untuk siapa saja, jangan lupa bahwa pertarungan pilpres 2019 sudah dimulai sejak Pilgub DKI kemarin. Jadi, apapun yang terjadi belakangan ini tidak akan lepas dari unsur langkah-langkah strategis politik menuju kesana..

Dalam permainan catur, selain kecermatan, kemampuan memprediksi dan bergerak sesuai langkah lawan termasuk unsur penting dalam meraih kemenangan. Dan ketika lawan melangkah dengan strategi mereka mendekati Jokowi, maka Jokowi pun melangkah dengan pola yang tidak terduga..

Saya ketawa ketika ngopi dengan seorang teman yang bertanya, "Bagaimana prediksi abang dengan langkah-langkah lawan politik Jokowi sekarang ini ?"

Saya cukup menjawab, "Semua akan Jokower pada waktunya". Seruput.

Minggu, 25 Juni 2017

JOKOWI ITU ORANG SOLO

Jokowi
Jokowi dan GNPF MUI
Pertanyaan yang sama dari banyak orang, "Untuk apa Jokowi menerima GNPF MUI di istana?"

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa itu adalah kelemahan Jokowi. GNPF MUI pimpinan Bahtiar Nasir selama ini dikenal sebagai kelompok yang berseberangan dengan Jokowi. Bahkan Jokowi sempat dikatakan oleh mereka selangkah lagi akan membuat negara ini kafir.
Saya malah memandangnya terbalik, bahwa sebenarnya disanalah kekuatan Jokowi..

Jokowi adalah tipikal orang yang mampu meredam emosinya sampai titik paling rendah. Ia mampu menyimpan semua strategi berperangnya sehingga tidak semua orang bisa membacanya.

Saya yakin, sedikit sekali dari kita yang mampu bersikap dingin dan menerima dengan ramah orang yang selama ini jelas-jelas bertentangan dengan kita. Bahasa tubuh ketidak-sukaan kita akan keluar dan secara otomatis kita akan menolak bertemu mereka.

Tetapi Jokowi adalah sedikit dari orang yang mampu seperti itu..

Saya teringat dengan dinginnya Jokowi mendatangi Bibit Waluyo - yang pada waktu itu masih menjabat Gubernur Jateng dan terkenal dengan kebenciannya kepada Jokowi waktu dia menjabat Walikota Solo. Jokowi yang baru saja menjabat Gubernur DKI datang dan berusaha mencium tangan Bibit yang dengan segera menepisnya..

Bisa anda begitu seperti Jokowi? Saya meragukannya. Dan kita lebih senang mengukur diri kita seperti Ahok yang dengan spontan akan bereaksi keras..

Itulah yang saya bilang kekuatan sebenarnya Jokowi. Sama seperti ketika ia menerima Prabowo dan SBY di istana, padahal Jokowi jelas2 tahu bahwa kedua orang ini adalah musuh politiknya..
Lalu, kenapa Jokowi menemui GNPF MUI?

Saya teringat seorang teman berkata bahwa Jokowi pernah berbisik kepadanya. "Kesalahan terbesarku adalah menciptakan musuh secara bersamaan dalam satu waktu. Pada akhirnya saya kerepotan sendiri menghadapi ketika mereka bersatu.."

Jokowi sebenarnya sedang memainkan pecah ombak. Ia pemain psikologis yang sulit dicari bandingnya.

Dengan menerima GNPF MUI - yang sudah merengek2 melalui Menag untuk bertemunya - Jokowi sebenarnya mulai memecah barisan lawannya. Ia merangkul satu musuh untuk menghantam musuh lainnya..

Dengan rangkulan itu, maka musuh akan mulai curiga bahwa koalisinya selama ini mulai berkhianat. Dan pada akhirnya diantara mereka tidak tercipta kepercayaan absolut.

Kita dengan mudah mengutip strategi Sun Tzu, "Dekatlah kepada kawanmu, tetapi lebih dekatlah kepada musuhmu." Pertanyaannya, mudahkah menerapkan strategi seperti itu tanpa kemampuan psikologis level dewa?

Jokowi bisa.
Dan itu sudah dilakukannya berkali2 ternasuk terhadap Bibit, Prabowo dan SBY. GNPF MUI tentu senang dan berbalik memuji Jokowi. Mereka "merasa" sudah berhasil melakukan langkah setahap untuk nego rekonsiliasi. Dan dengan itu mereka berharap bisa mengamankan posisi mereka yang sedang tidak aman itu..

Tetapi mereka salah besar..

Jokowi tidak akan menghentikan kasus-kasus hukum yang sedang berjalan. Ia sedang menancapkan pisaunya lebih dalam menembus tulang lawannya. Dan - hebatnya Jokowi - lawannya bisa mati tanpa berdarah dan merasa ia sedang dibunuh.

Ibarat permainan catur, Jokowi itu seperti terlihat membuka pertahanannya lebar-lebar dan menunjukkan kelemahannya. Padahal disanalah sesungguhnya jebakan yang mematikan..

Dengan menerima GNPF MUI, Jokowi akan meraih dua keuntungan sekaligus. Meredam serangan musuh dan menaikkan simpati dari pendukung musuhnya selama ini kepada dia.

Siapapun tahu, bahwa antara Jokowi dan Ahok ada hubungan khusus yang mendalam. Dan tidak ada yang bisa menghentikan rasa sakit hatinya terhadap musuh-musuh sahabatnya itu..

Satu persatu lawannya sedang menderita sekarang. Satu persatu. Seharusnya lawan Jokowi mengerti satu hal yang sangat jelas tapi mereka selalu lupa. Bahwa Jokowi itu orang Solo..

Ah, saya selalu senang memperhatikan langkah-langkah catur orang ini sambil seruput secangkir kopi..

Tidak pernah sedikitpun saya meragukannya.

Sabtu, 24 Juni 2017

SYUKUR PRESIDENNYA JOKOWI. KALAU BUKAN, ASU DAHLAH

Presiden Jokowi
Jokowi
Sesudah membaca tulisan babo Erizeli Jely Bandaro tentang negeri Brunei yang menuju bangkrut, saya langsung kebayang Indonesia sebelum pilpres 2014.

Sebelum pilpres, negara kita sudah salah kelola lumayan parah. Hutang luar negeri dipakai untuk membayar hutang lagi, yang sebelumnya adalah hutang konsumtif. Pesta pora dana hutang dimana-mana, korupsi bertebaran dalam jumlah yang sulit diperkirakan.
Dan sumber korupsi ada di pusat kekuasaan sendiri..

Pembangunan mangkrak, karena kita lebih senang disubsidi. Subsidi BBM yang 'katanya' untuk rakyat kecil, ternyata memang untuk menipu saja karena sesungguhnya yang menikmati adalah mafia migas.

Kebayang kan keuntungan Petral dari hasil selisih pembelian minyak sampai 250 triliun rupiah per tahun?

Antara pendapatan dan pengeluaran lebih besar pengeluaran. Kenapa ? Karena tidak dibangun sumber pendapatan baru. Negeri yang sebenarnya kaya sumber daya alam bukannya menjadi tempat investasi yang menarik karena tidak adanya infrastruktur yang bisa menopang pendapatan itu sendiri..
Kita tergantung dari impor, bahkan terhadap bahan pangan. Sengaja dibuat impor supaya ada 'komisi' yang bisa dibagi-bagi. Pertumbuhan ekonomi dibuat palsu supaya rakyat senang, sejatinya kita seperti bangunan besar yang hanya ditopang satu atau dua pilar saja.

Bantuan langsung tunai membuat rakyat menjadi tidak kreatif, karena "menjadi miskin" lebih nyaman daripada kerja keras. Sensitif sekali dengan harga cabai sampai bensin yang naik 1000 rupiah per liter karena terbiasa disuapi sampe kerongkongan.

Untunglah pemenang pilpres adalah Jokowi yang langsung merombak budaya itu menjadi sebaliknya. Infrastruktur dibangun dimana-mana - meski beberapa masih dengan hutang - tetapi setidaknya ada harapan membayar dari sumber pendapatan baru yang sedang dibangun.
Kalau tidak, kita bisa terpuruk karena tidak mampu bayar hutang dimana-mana..

Saya baru sadar kenapa partai dan ormas 'pecinta khilafah' itu senang merapat ke capres yang karakternya lemah.. Karena mereka memang berharap ekonomi Indonesia runtuh dengan banyaknya korupsi dan hutang yang tidak produktif.

Ketika ekonomi negara hancur - seperti Yunani - maka mereka akan menyerukan 'khilafahlah solusinya'. Dengan begitu mereka akan terlihat seperti 'dewa penyelamat' karena menawarkan solusi yang menjadi mimpi sebagian orang yang terbiasa malas dan manja.

Mirip seperti masyarakat Mesir pada masa menuju kejatuhan Hosni Mubarak yang ditunggangi Ikhwanul Muslimin..

Tapi rencana mereka gatot al khotot ketika Jokowi malah membangun Indonesia menuju kekuatan baru. Jika rakyat sejahtera nantinya, tentu akan susah dibodohi dengan propaganda khilafah dan bersembunyi dibalik kata "syariah". Rakyat akan melihat bahwa sistem demokrasi seperti sekarang lebih aman daripada sistem Islam versi kaum bumi datar..

Kita baru akan merasakan hasil dari perombakan itu sepuluh sampai dua puluh tahun lagi. Tapi dari sekarang kita sudah bisa melihat 'pentil' buahnya. Ekonomi yang merangkak naik, rupiah yang stabil, kepercayaan luar negeri meningkat dan investasi yang datang sebagai pengganti model hutang.

Karena panik melihat Indonesia menuju negara maju-lah, maka fitnah kepada Jokowi terus diluncurkan dengan menutupi keberhasilan pembangunan. Mereka lebih senang melihat rakyat Indonesia sibuk dengan masalah "agama" daripada teknologi, dan membodohi rakyat dengan propaganda bahwa Indonesia menuju kehancuran.

Logika sederhananya, bagaimana bisa negeri ini menuju kehancuran ketika pembangunan infrastruktur dimana-mana?

Kita bersyukur bahwa kita bukan Brunei yang dikelola dengan model kerajaan, dimana yang sejahtera hanyalah raja dan kroninya saja. Rakyat hanya dimanjakan sementara dengan subsidi ketika sedang kaya, dan ketika satu waktu jatuh miskin, rakyat jugalah yang pertama kali akan menderita..

Kita boleh kalah oleh banyak negara sekarang ini karena Indonesia sedang re-start kembali. Tapi ada masanya kita akan berjaya, karena diantara negeri tetangga, kitalah yang paling lengkap sumber daya alamnya dengan pengelolaan yang benar..

Tidak semua orang mampu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan pada kita. Banyak yang masih mengeluh karena memang itu sifat dasar mereka.

Kalau gak ngeluh, ngentut, ngeluh lagi. Begitulah kurma-kurma..
Semoga kita bisa mempertahankan pembangunan yang sudah menuju arah yang benar ini saat 2019 nanti. Yang kita pilih bukan yang jago naik kuda atau berahlak mulia, tetapi yang bisa kerja, kerja dan kerja..


Seruput dulu kopinya..

BRUNEI, NASIBMU KINI

Kerajaan
Brunai Darussalam
Entah ini tulisan siapa ( ternyata tulisan babo Erizeli Jely Bandaro ), saya dapat dari grup whatsapp tentang situasi dan kondisi Brunei Darussalam sekarang yang - dulu - selalu dibahasakan sebagai negara sejahtera, kaya dan sebagainya.
Sekarang perlahan-lahan menuju negara gagal karena salah kelola.
Bacaan menarik menjelang berbuka..
Brunei menuju lubang kejatuhan
( Politik dan ekonomi).
Copas Dari DDB group

Waktu di Kuala Lumpur minggu lalu , ketika sahur saya ngobrol dengan tamu hotel yang berasal dari Brunei.
Kami kenalan dan semakin akrab karena dia mengenal banker yang saya sebut sebagai sahabat yang pernah berkarir sebagai GM Baiduri Bank, Brunei.
Menurutnya Brunei sedang berada di putaran krisis yang menuju lubang spiral yang tak berujung. Saat sekarang difisit APBN Brunei telah mencapai 16 %. Bandingkan dengan Yunani yang dinyatakan negara bangkrut karena difisit anggaran mencapai 15,7%.
Walau kini Brunei nampak baik dipermukaan namun didalamnya sangat rapuh. Banyak asset Sultan yang nilainya USD 27 miliar di gadaikan atua dijual ke pihak lain untuk mengalirkan cash flow kedalam anggaran Brunei. Hanya masalah waktu asset ini akan habis karena saat sekarang menjual asset tidak muda. Ada harga tapi susah pembeli.
Apa penyebabnya ? Menurutnya karena 90% penerimaan negara berasal dari Minyak. Karena harga minyak dan gas terus turun maka PDP Brunei dari tahun ketahun sejak 2008 terus kontraksi.
Sementara penerimaan dari Pajak tidak ada. Karena Kesultanan tidak menerapkan pajak penghasilan dan penjualan. 402.000 Penduduk Bruney bukan asset negara. Mereka adalah beban. Karena 80% mereka jadi PNS namun posisi akhli tetap di pegang asing. Kegiatan dunia usaha sangat kecil sekali perannya dalam PDP. Investor asing yang masuk masih terbatas pada MIGAS. Tingkat kemudahan berusaha di Brunei anjlok sampai ke peringkat 84 di Dunia. Jauh dari negara negara ASIA Pacific.
Dulu, katanya , ketika harga minyak masih normal dan tinggi, Brunei menempati urutan ke 4 negara dengan tingkat PDP perkapita tertinggi didunia.
Karena pendapatan yang melimpah itu maka kontrak sosial Kesultanan kepada rakyat di laksanakan secara luas. Rakyat dapat bagian dari kemelimpahan; jaminan pendidikan gratis sampai universitas. Kesehatan yang gratis. Subsidi perumahan yang besar. Jaminan biaya hidup bagi pengangguran. Namun keluarga mendapatkan banyak. Bahkan keluarga sultan masuk 25 orang terkaya di dunia dengan kehidupan Istana yang punya ratusan harem dari manca negara. Namun Rakyat tidak peduli.
Tapi saat-saat yang indah penuh pesta telah lama berlalu: Harga global untuk satu barel minyak telah anjlok 40 persen sejak Januari 2015 dan 78 persen sejak nilai puncaknya pada tahun 2008.
Penghasilan dari hidrokarbon terdiri dari 90 persen pendapatan pemerintah - karena pendapatan pemerintah tersebut telah turun sekitar 70 persen dibandingkan dengan tahun fiskal 2012/2013.
Meskipun telah memangkas anggaran $ 6,4 miliar pada 2015/2016 sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu, pemotongan pengeluaran lebih banyak akan terus menggelembung disemua sektor. Ini pilihan sulit. Tapi seperti Sultan masih berharap harga minyak terus membaik. Makanya bukannya melakukan diversifikasi bisnis tapi justru semakin menambah kapasitas produksi MIGAS.
Peluang investasi jasa seperti Perhotelan tidak menarik orang asing untuk datang. Karena larangan miras dan hiburan. Sektor perbankan syariah tidak bisa berkembang di sana karena krediti konsumsi yang lesu darah akibat harga barang yang melambung.
Maklum Brunei mematok kurs sama dengan Sing Dollar. Semakin melemah dollar singapore semakin mahal harga barang. Makanya banyak tenaga kerja asing yang hengkang dari Brunei dan tenaga kerja lokal yang akhli juga pindah ketempat lain yang memberikan pendapatan lebih baik dan living cost yang murah.
Kontrak sosial sebagai cara mempertahanan kekuasan dari rakyat yang botol (bodoh dan tolol ) tak akan bisa terus dipertahankan karena semakin lama defisit anggaran semakin melebar. Pemotongan anggaran sosial tentu akan menjadi api dalam sekam. Kapan saja bisa membuat rakyat marah. Karena mereka terbiasa disuapi , bukan hidup dari kreatifitas semangat juang memberikan kontribusi nyata kepada negara.
Sementara gaya hidup keluarga sultan tidak berubah. Di luar negeri mereka hidup glamor bagaikan selebritis. Sudah saatnya Sultan harus menjelaskan kepada rakyatnya soal perlunya reformasi anggaran kepada rakyatnya.
Apakah mungkin. Ataukah terus bertahan sampai tidak ada lagi income untuk mengongkosi rakyat yang manja dan negara bubar dengan sendirinya karena gelombang demokrasi yang memaksa sultan angkat kaki..
“ Mereka ( Keluaga Sultan ) tidak pernah berpikir sedang mengelola negara tapi mengelola King incorporation. Semua resource milik negara yang juga otomatis milik Keluarga Sultan. Sementara Syariah islam dan ulama hanya di jadikan tameng agar rakyat tetap patuh kepada Sultan. Taat kepada pemimpin adalah soal aqidah. Melanggar itu akan masuk neraka atau dianggap kafir.
Ya hanya masalah waktu, Brunei akan menjadi Icon betapa buruknya kekuasaan absolut hanya karena orang mengaku wakil Tuhan untuk menguasai semua sumberdaya tanpa ada transfaransi..”

Kamis, 22 Juni 2017

SI KECIL JOJO

Joel kehilangan orangtuanya saat ia masih kecil. Ia tersesat dan lupa jalan pulang..

Ia kemudian diadopsi dan dibawa ke Australia. 30 tahun kemudian ia kembali ke Filipina - tempat lahirnya - hanya untuk mencari orangtua aslinya..

Pertemuan Joel dan ibunya adalah sebuah pesan bagi kita semua bahwa tidak ada yang tak mungkin jika kita tidak lelah berusaha..

Kalau bisa menahan airmatamu untuk tidak tergenang, hatimu sudah mengeras..

AGAMA MIE INSTANT

Agaman
Ulama
Kenapa ulama yang benar seperti Gus Mus & Quraish Shihab tidak laku di kalangan Bani Sumpek?

Karena -ibarat makanan- Gus Mus, Quraish Shihab dan ulama benar lainnya menyajikan resep lengkap dan proses penyajiannya penuh dengan seni, kecintaan, pemahaman dengan akal dan mencoba menghadirkan makna dalam setiap hidangan..

Prosesnya panjang dan butuh ketekunan..

Kalau kaum sumpek sukanya mie instan. Sobek sana sobek sini, rebus dikit yang penting cepat bisa dimakan dan kenyang...

Karena keseringan mie instant merekapun terkena obesitas dalam beragama..
Gendut doang tapi isinya aer..

Rabu, 21 Juni 2017

RITUAL SYIAH MELUKAI DIRI

Ritual
Ritual
Mendekati lebaran gini tidak banyak berita yang menarik yang mau dibahas. Ngomong politik bosan. Ngomong Gubernur berahlak mulia dah banyak yang bahas. Jadi mending mancing kaum sumpek (sumbu pendek) aja..

Dan kaum sumpek biasanya akan tari kejang kalau dengar atau baca kata "syiah". Entah kenapa, mungkin ada setrumnya. Dan semakin mereka kejang, saya semakin bahagia..

Salah satu hal yang sering dilontarkan mereka adalah ritual menyiksa diri ( sering disebut tahtbir atau azadari ) yang ada di mazhab syiah. Biasanya foto-fotonya disebar dengan berbagai komen yang kebanyakan ada "kafir, sesat" nya..

Saya juga dulu heran, kenapa di syiah ada yang begitu ya ? Kan sakit punggung di cambuk2 pake benda tajam sampe berdarah ?

Tapi saya berusaha tabayyun, atau berbaik sangka. Saya mencoba mencari informasi itu dan bukannya langsung mem-vonis..

Semakin lama saya semakin paham, bahwa memang ada kebiasaan melukai diri di mazhab syiah pada saat asyura atau hari gugurnya Imam Hussein cucu Nabi di Karbala. Itu ungkapan penyesalan diri dan ekspresi karena ingin merasakan sedikit sakitnya "disembelih" seperti yang dirasakan Imam Hussein.

Tetapi ternyata acara melukai diri itu hanya dilakukan sebagian kecil saja dari mazhab syiah. Kebanyakan dilakukan syiah di India - dan kita tahu di India banyak aliran aneh, dan sebagian kecil lagi di Irak. Saya akhirnya paham, dalam semua aliran di dunia ini pasti ada yang ekstrimnya.

Masalahnya, apa yang dilakukan sebagian kecil syiah ekstrim inilah yang terus menerus di ekspos oleh mereka yang membenci mazhab syiah. Mereka sebarkan foto itu kemana-mana dan meyakini bahwa semua yang bermazhab syiah pasti melakukan itu..

Lalu bagaimana pendapat ulama-ulama syiah terhadap perilaku melukai diri itu? Dari yang saya dapatkan, ternyata mayoritas ulama syiah - ulama2 besar dan terkenal - sudah memfatwakan bahwa prosesi melukai diri itu haram. Jadi pada dasarnya, pendapat masyarakat banyak - termasuk saya - dengan ulama syiah itu sama bahwa melukai diri itu sifatnya kesia-siaan.

Tetapi ada juga prosesi parade untuk mengingat kembali peristiwa pembantaian Imam Hussein dan keluarga beliau.

Parade yang biasanya pake baju putih-putih dan seluruh tubuh dibaluri warna merah untuk menggambarkan darah, itu tidak apa-apa. Wong tidak ada yang kesakitan, hanya kesedihan mengingat kembali peristiwa itu. Yah, mirip-mirip lah ketika di Surabaya ada pawai memperingati hari Pahlawan..

Jadi memang kita harus banyak piknik untuk melihat budaya di luar, supaya kita tidak seperti kambing di dalam tempurung. Bukan hanya sekedar melihat gambar dan "katanya" terus mem-vonis kafir, sesat dan sebagainya.

Ini sebenarnya penjelasan berulang-ulang saya sampaikan dan masih tetap menarik sampai sekarang, karena kita bersinggungan dengan banyak orang yang sudah termakan opini yang dibangun untuk membenci satu golongan.

Banyak dari kita hanya melihat sisi gelap yang dilakukan sebagian kecil dari mazhab syiah, tetapi abai terhadap apa yang mereka lakukan dalam bidang sains.

Setahu saya orang syiah di negeri Iran mayoritas malah berprestasi di bidang tehnologi - bahkan mereka sudah membuat nuklir dan melakukan percobaan ke angkasa. Jadi kapan mereka itu sempat untuk melakukan hal yang sia-sia seperti menyiksa diri?

Oke, segitu dulu penjelasan karena banyak yang bertanya kepada saya dampak dari status saya sebelumnya "Kenapa Syiah dikatakan sesat ?".

Sambil minum kopi, mari kita melihat tari kejang di komen-komen ini. Seruputt.

SELAMAT ULANG TAHUN, PAK JOKOWI

Ulang Tahun
Jokowi
Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi masih ada 12 ribu desa yang belum teraliri listrik. Dan lebih dari 3 ribu diantaranya ada di Papua.

Pelan-pelan listrik menyala di desa mereka. Saudara-saudara kita - mereka semua saudara kita - senang karena sudah mulai diperhatikan. Kini banyak desa yang sudah terang benderang dan sebagian lagi sedang berusaha dinyalakan..

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi banyak saudara kita yang harus berjalan berhari-hari hanya sekedar untuk berobat dari desanya ke desa lain. Mereka mengarungi ganasnya hutan dan sulitnya jalan yang hancur karena hujan.

Sekarang, hanya untuk Papua saja dibangun lebih dari 4 ribu kilometer jalan besar dan mulus sehingga saudara-saudara kita bisa saling mengunjungi dalam waktu beberapa jam saja.

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi baru sekarang harga BBM di beberapa tempat di daerah terpencil sama dengan harga di kota besar.

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi baru sekarang waduk-waduk besar dibangun bersamaan untuk mengaliri sawah-sawah supaya satu waktu kita bisa mencapai ketahanan pangan.

Saya belum lagi sempat menghitung bandara yang kau bangun, pos perbatasan yang megah, ribuan kilometer jalur kereta yang sedang dirancang dan entah apa lagi yang tidak bisa kusebut satu persatu saking banyaknya..

Inilah pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dan itu kau lakukan dalam waktu lebih dari 2 tahun saja. Kami tidak bisa membayangkan jika engkau ada di sini sampai 10 tahun lamanya.

Engkau tidak perlu memperkaya diri, menyombongkan diri, berkeluh ketika ada masalah yang menimpa diri bahkan keluargamu pun kau jauhkan dari semua usaha yang mengatas-namakanmu pribadi..

Selamat ulang tahun, pak Jokowi..

Engkau memang tidak sempurna, tetapi engkaulah Presiden terbaik kami sekarang ini. Percayalah, kami akan berusaha menjaga sampai tuntas seluruh rencana panjangmu untuk negeri ini..

Ijinkan saya menyeduh secangkir kopi, sekedar menghargai apa yang kau lakukan untuk kami..
Selamat ulang tahun, pak Jokowi..

Semoga tetap sehat karena kami masih terus membutuhkanmu sekarang dan nanti..