Kamis, 25 Mei 2017

MELAWAN TEROR

Bom Kampung Melayu
Bom Panci
Serangan serentak ISIS di banyak negara akhirnya mampir juga ke Indonesia. Sesudah Bangkok diguncang bom di sebuah rumah sakit yang menewaskan24 orang, Inggris juga kena saat konser dengan korban 22 orang. Fiipina sedang darurat militer ketika kota Marawi dikuasai ISIS dan para pastor diculik sedangkan kepala polisinya sudah terpenggal.

Dan Indonesia baru saja diguncang bom panci yang menyebabkan 5 korban tewas, termasuk 3 orang polisi..

Sejak bom Thamrin di awal 2016, baru sekarang inilah kepolisian kecolongan kembali. Tito Karnavian yang dilantik menjadi Kapolri Juli 2016, sudah bekerja keras menyisir dan menangkap para pelaku bom panci di beberapa daerah.

Bom panci yang pertama kali dikenalkan oleh Alqaeda dan diupload di internet melalui cara perakitan yang sangat sederhana dan murah, menjadi inspirasi sel-sel tidur ISIS yang kembali beraksi ketika "mendapat perintah".

Sulit untuk mengenal sel-sel tidur ISIS karena mereka bergabung di tengah masyarakat. Sel tidur ini tidak terkait langsung dengan organisasi, tetapi mereka adalah simpatisan dengan nama "Lone Wolf".

Mereka belajar semua dari internet dan tergugah semangat bunuh dirinya ketika melihat video ISIS berisi pesan-pesan untuk mendirikan negara khilafah melalui kerusakan yang ditimbulkan..

Untuk mereka yang dulu meremehkan - bahkan membully kepolisian karena masalah bom panci ini - sekarang bisa melihat sendiri bahwa bom ini tidak main-main dan bukan pengalihan isu..

Dalam terorisme yang dibutuhkan bukan hanya korban, tetapi dampak. Dampak ketakutan itulah yang terus disebar dan tersebar karena sebagian orang ingin terlihat gagah memperlihatkan foto hasil kerja mereka.

Dampak yang diinginkan mereka selain ketakutan adalah juga sebagai inspirator bagi simpatisan ISIS dimanapun berada. ISIS memainkan emosi kebanggaan kepada sel-sel tidur mereka dimana saja untuk melakukan apa yang mereka sebut sebagai "jihad".

Cara melawan terorisme seperti ini adalah tetap percaya kepada pemerintah dan aparat keamanan. Pada situasi seperti ini, melarikan diri dan aset keluar negeri karena rasa takut yang berlebihan bukanlah opsi yang bijak. Karena tidak ada satupun tempat di dunia ini yang aman kecuali di negeri sendiri. Lihat, Inggris yang ketat pengawasannya terhadap teroris saja diguncang keras dengan jumlah korban yang lebih besar.

Sementara ini hindari dulu tempat keramaian dan mulailah koordinasi lintas agama untuk memperketat penjagaan di wilayah masing2, karena teroris tidak mengenal siapa dan apa agama anda.

Korban di Kampung Melayu adalah orang2 kecil yang tidak berdosa. Tunjukkan bahwa kita tidak takut karena ketakutan kita itulah tujuan mereka. Angkat cangkir kopinya.

Selasa, 23 Mei 2017

KENAPA AHOK MENOLAK BANDING?

Tolak Banding
Veronica Tan
"Kenapa Ahok menolak banding ??"

Tanya beberapa teman mampir ditempatku. Aku tidak tahu, tidak bisa menjawab bahkan tidak mau memperkirakannya. Biarlah itu menjadi rahasia pribadinya dan keluarganya.

Ada hal yang sedang berubah terjadi di diri Ahok yang biasa tampil percaya diri dan cenderung arogan. Ia kini bertransformasi menjadi seorang flamboyan.

Ahok mungkin sedang bertapa dari hiruk pikuknya dunia. Ia mungkin malah sudah menikmati kesunyian di dalam sel yang mengurung dirinya. Ia sedang bertarung bahkan mengupas semua kulit nafsunya.

Mungkin juga ia ingin menahan diri untuk tidak menimbulkan kembali hiruk pikuk di negeri ini. Ia tahu sekarang banyak orang sedang menaruh moncong senapan di dahinya.

Dan jika ia banding, maka depan pengadilan akan terjadi adu kekuatan massa yang bisa saja menjadi musibah untuk negeri yang ia cinta.

Mungkin juga ia sedang memberi jalan Jokowi untuk menuntaskan kerjanya. Ia tidak ingin merepotkan sahabatnya yang bisa saja melakukan langkah salah hanya untuk sekedar menyelamatkan dirinya.

Dan ia tahu - kesalahan sekecil apapun akan menjadi senjata baru bagi musuh-musuhnya.
Jadi, biarlah...

Biarkan Ahok menemukan dirinya. Tidak usah menangisinya karena apa yang terjadi, tetapi tangisilah hukum yang mati di negeri ini. Ahok tidak ingin penegak hukum mendapat dosa yang lebih besar lagi hanya karena menjatuhkan putusan berdasarkan ketidak-sukaan pribadi semata.

Apapun keputusannya, hanya dia, istrinya dan Tuhannya yang tahu. Mereka bukan pasrah, hanya melawan dalam diam. Waktu yang akan berbicara bahwa keadilan tidak didapat dari riuhnya seruan dijalan, tetapi juga dari kusamnya dinding penjara yang menghormati segala gerik langkahnya..

Semua orang mempunyai cara untuk menemukan Tuhannya. Ada yang melalui habisnya harta, ada yang dengan sakit parah dan menderita, ada yang kehilangan sanak saudara.

Dan Ahok menikmati dengan duduk menyendiri di dalam penjara, membaca kembali kitab suci yang ia yakini dan menemukan permata diri.

Pada akhirnya, ia akan jauh lebih kaya. Materi sudah tidak menguasainya lagi. Jabatan sudah tidak mempengaruhinya lagi. Dunia sudah tidak menemukannya lagi. Biarlah sejarah yang mencatat perjuangannya dan Tuhan yang mencatat amalnya..

Begitu banyak faktor kenapa Ahok mencabut permohonan bandingnya. Dan kita harus menghormati apapun keputusannya..

Ahok seperti secangkir kopi. Pahitnya apa yang ia alami sesungguhnya adalah kenikmatan sejati bagi mereka yang sudah berada pada taraf mengerti..

Seperti pahitnya peristiwa para Nabi. Seperti pahitnya hidup para Imam. Seperti pahitnya cerita-cerita orang besar dahulu yang namanya terus harum dan dikenang..

Hingga sekarang..

"Terkadang Allah mengambil segalanya dari seorang manusia hanya supaya ia dapat mengenal Tuhannya.." Imam Ali as.

LGBT, NO WAY !

Gay
Penangkapan Pesta Seks Gay
Ada seorang teman komen waktu saya angkat foto penangkapan 141 gay yang habis "sex party" di kelapa gading.

Begini kira2, "Habis sudah simpati gua sama semua tulisan elu, karena elu ternyata juga seorang bigot.."

Sejak lama saya dihakimi banyak orang karena pandangan saya terhadap pelaku LGBT. Seakan-akan saya harus menyetujui perilaku mereka atas nama kebebasan. Dan saya harus memaklumi mereka atas perilaku yang menyimpang..

Dulu saya pernah membuat status, "Seorang pelaku LGBT sama seperti penyandang narkoba. Bedanya, mereka yang terkena narkoba selalu dilindungi dengan mengajak mereka keluar dari lingkaran itu, sedangkan pelaku LGBT selalu diperosokkan karena orang dipaksa memaklumi apa yang mereka perbuat.."

Buat saya, tidak ada masalah apakah anda LGBT atau bukan. Masalah saya adalah ketika anda mempropagandakan bahwa LGBT adalah kekinian. Propaganda inilah yang saya tentang, karena merusak pikiran dengan menbenarkan sesuatu yang jelas salah..

Dan sampai sekarang saya tetap berpegang pada pendirian itu, meski harus kehilangan banyak simpati.

Lagian, saya menulis karena ingin menulis bukan untuk menuai simpati. Jadi kalau mau out, ya bebas saja. Mungkin anda bisa tenang dan saya juga tenang..

Yang menarik, komunitas LGBT ini jauh lebih sensitif dari kaum bumi datar. Mereka terorganisir baik sekali, sehingga ketika saya membuat status anti propaganda LGBT, dalam hitungan menit akun fesbuk saya langsung tumbang..

Melihat perilaku pelaku LGBT yang suka pamer dan menjaring mangsa dengan bebas melalui media sosial saja saya sudah sebal, ditambah sex party-nya yang tidak tanggung2 melibatkan lebih dari 100 orang..

Kalau ada pelaku LGBT yang ingin diobati, silahkan datang ke saya aja. Saya ajak ngopi sambil cerita-cerita.


Maaf, undangan ini hanya berlaku untuk penyuka sesama wanita. Kalau penyuka pria, silahkan datang ke bro Birgaldo Sinaga. Dia punya tips2 yang jitu untuk anda..

Senin, 22 Mei 2017

GUS MUS

Denny Siregar
22 Mei, Kediaman Gus Mus Rembang
Perjalanan dari Jogja ke Rembang memakan waktu sekitar 6 jam. Saya ganti bus 2 kali, pasti cari yang patas AC karena cukup melelahkan. Akhirnya bertemu temanku yang berjanji mengantarkanku ke rumah seorang ulama besar yang tinggal di sudut kota jauh dari keramaian.

Rumahnya sederhana saja. Beliau kebetulan sedang tidak enak badan, tapi mau menerima kami yang datang dari jauh. Tidak ada sofa di ruang tamunya, yang ada karpet-karpet tebal menghampar di seluruh ruangan.

Tidak lama kemudian sosok besar itu muncul. Beliau begitu bersahaja sehingga diriku tidak tahan untuk tidak mencium tangannya. Saya sangat menghormatinya. Rasanya diri mengecil ketika duduk bersila di depannya.

Kami bercerita banyak hal - kadang sampai tertawa terbahak. Tidak ada. batas disana, yang ada hanyalah adab. Kopi, teh manis panas bahkan makan malam pun beliau sediakan. Seperti ada di rumah sendiri rasanya...

"MUI itu mahluk apa, tidak jelas kelaminnya.." ini perkataan beliau yang sangat terkenal ketika menyampaikan kritik keras pada lembaga yang mengatas-namakan ulama, tapi tidak menjunjung ahlak keulamaan.

"Saya harus menyampaikan apa yang harus disampaikan ketika sesuatu itu salah. Kalau tidak, saya yang berdosa.." Katanya.

Saya tidak banyak berbicara disana, karena berbicara di depan manusia penuh ilmu sungguh kerugian yang besar. Lebih menguntungkan menyerap setiap kata-katanya.

KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab dipanggil Gus Mus adalah salah satu ulama yang mempunyai massa akar rumput yang sangat besar. Beliau tinggal menunjuk jarinya saja, maka ratusan ribu umatnya akan bergerak sesuai fatwanya.

Tapi itu tidak pernah dilakukannya - walaupun beliau sering dicaci di media sosial. Beliau tahu, bahwa senjata ada ditangannya sehingga harus bijak dalam menggunakannya.

Salah satu ciri "ulama yang benar" adalah mereka yang sudah selesai dengan dirinya. Dunia sudah tidak menarik lagi baginya. Mereka tidak suka menonjolkan diri, karena sudah tidak memerlukan pengakuan dari sesama manusia.

Jikapun akhirnya Gus Mus sering muncul di media sosial, itu karena tanggung jawabnya kepada umat, menyampaikan ilmu dengan benar di balik semua kesalahan yang dipompakan oleh mereka yang mengaku-ngaku ulama tetapi malah merusak tatanan.

Waktupun berlalu tidak terasa. Sudah malam saatnya pulang. Beliau sudah lumayan sepuh, pasti perlu istirahat yang cukup. Saya yang masih haus akan ilmunya, harus mengerti bahwa beliau ingin punya waktu untuk sendiri.

Saya mencium tangannya lagi, kali ini penuh rasa cinta. Saya ingin kembali lagi satu saat hanya sekedar untuk menemukan kedamaian hati ditengah panasnya isu politik yang terus menerus bergelora.

Kuseruput kopi dari cangkir kecil yang tersedia. Catatan hidupku bertambah. Besok kuangkat ranselku kembali, berpetualang untuk bertemu orang-orang besar di negeri ini.

Bukan untuk sebuah pengakuan, tapi untuk belajar bagaimana seharusnya manusia berfungsi..

RAISA, HANCURNYA HATIKU

Pernikahan
Raisa
Raisa, bolehkah aku menandai hari ini sebagai hari berkabung nasional ?
Sesudah ku mendengar bahwa dirimu sudah lamaran, ingin rasanya kutendang kaleng-kaleng di pinggir jalan sambil berteriak, "Kenapa ya Tuhannn.. Kenapa kau turunkan ujian yang tidak bisa kutahannn?".

Mungkin engkau tidak tahu, hasrat yang kupendam selama ini kepadamu.
Bahkan aku pernah bermimpi sedang chatting denganmu.. Engkau dengan tanpa selembar handukpun di tubuhmu sedang berpose di kamar mandi dan tempat tidur dengan background televisi kotak itu, meski aku sempat heran dan bertanya dalam hati, "Duitmu kan banyak, kenapa gak beli yang sudah flat aja.."

Jengah aku kemudian menutupi semuanya dengan emoticon buletan kuning yang tersenyum manja dan tanda cinta khusus di tempat yang vital saja, yaitu di kedua belah matamu. Tempat lain, biarkanlah terbuka..

Bahkan ada saat engkau menyebut "pisang" dalam chatmu, yang membuatku tersentak. Pisanggg ?? Jeritku dalam hati. Meski akhirnya aku kecewa karena engkau juga menyebut pepaya, mangga dan jambu. Rupanya engkau sedang nyanyi "pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibeli dari pasar minggu..Disana banyak penjualnya.."

"Stress dia kak emma.." Katamu kepada sahabatmu. Kukira dia wanita, ternyata namanya emmadudin. Aku sempat cemburu dengan hubungan kalian, sampai aku tahu bahwa kak emma yang kamu maksud senangnya pake daster biru berenda di dada meski profesinya pengacara.

Mirip fahmi shahab penyanyi kopi dangdut dengan gaya daster jamaika, tapi yang ini dasternya lebih menyala..

Dan kamu tahu, Raisa, apa panggilan sayangmu kepadaku ? Al khottot, begitulah kamu memanggilku. Entah apa artinya itu, mungkin karena aku berotot atau aku orangnya suka ngotot..

Aku tidak terima, Raisa.. aku tidak terima kamu dilamar orang itu. Akan aku adukan ke PBB, mungkin mereka akan mendengarkan. Aku kirim surat ke markas mereka di Jenewa, meski akhirnya suratku balik juga dengan tulisan indah, "Markas PBB itu di New York, Gorilla..."

Aku kecewa, Raisaaa.. kecewa. Aku lari ke Mekkah, trus ke Malaysia, Mekkah lagi, Malaysia lagi begitu seterusnya. "Kok cuman dua negara itu aja, bang ?" Tanyamu. Iya, soalnya visaku sudah habis jadi harus begitu caranya..

Sudah, Raisa.. aku sudah tidak ingin memikirkanmu lagi. Aku di depan teman2ku adalah seekor singa ganas ketika orasi, di hadapanmu menjadi singa kurus tak terurus ketika kau ajak aku ke kantor polisi.

"Ada apa di kantor polisi ??" Tanyaku waktu itu. Engkau menjawab, "Aku panik, bang.. panik. Mereka menyimpan video 3gp adegan panas kita !!" Tangismu meledak. Aduh, kasian.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa engkau begitu panik, apakah terlalu berat bagimu adegan yang kita filmkan waktu kita sedang ngobrol di depan kandang kambing berjam2 terpapar sinar matahari yang sedang mekar ?

Itu panas banget, Raisa.. dasterku sampe basah karena keringetan...
Raisa, pergilah.. Mungkin itu yang terbaik bagimu. Engkau sudah menjadi tersangka bagi lelaki itu, tinggal menunggu hari pengadilan dan ditahan selamanya di rumah kalian nantinya. Dan aku.... aku disini, di Saudi, sedang bersama onta-onta yang tidak pernah bisa mengerti situasi hatiku saat ini.

Setiap detik yang kulihat cuman onta dan kurma, dan maaf jika terkadang wajah onta itu terselip wajah cantikmu. Itu karena aku kangen sekali padamu. Saking kangennya kuelus2 onta itu dan dia merem melek penuh napsu..

Raisa, selamat jalan. Bahkan secangkir kopipun tidak mampu menampung airmataku..
Sebagai catatan akhir, biarlah aku berpantun seperti masa SMA dahulu. "Empat kali empat sama dengan enam belas.." Entah ini pantun apa, yang bikin pasti dulunya kalau bukan tukang pas poto bisa juga guru matematika. WITH LOBE.. #HariPatahHatiNasional

Sabtu, 20 Mei 2017

LAWAN INTIMIDASI MEREKA

Hari Kebangkitan Nasional
Save NKRI
Hari ini hari kebangkitan nasional.

Hari dimana 100 tahun yang lalu, dibentuklah perkumpulan Budi Utomo, membawa negara ini dalam perjuangan di tingkat yang lebih tinggi yaitu level pemikiran. (Video)

Hari ini kita semua harus sadar dan tidak abai, bahwa Indonesia sedang kembali ingin dipecah belah melalui kebanggaan terhadap satu golongan, dengan konsep mayoritas minoritas.

Hari ini kita semua harus mampu melawan intimidasi mereka, dengan semua cara. Jangan mau dibelenggu oleh ketakutan karena ancaman sebuah ormas.

Kita harus pertahankan mutiara terbaik, harta yang paling berharga yang dulu diperjuangkan bapak-bapak bangsa, yaitu keberagaman, kebhinekaan diatas dasar negara kita PANCASILA..

Jumat, 19 Mei 2017

GENERASI MILENIAL

Penulis
Afi Nihaya
Tiba-tiba saja beranda saya dipenuhi copasan tulisan seorang anak SMA, namanya Afi Nihaya Faradisa.

Judul tulisannya "Warisan". Menarik dan bagus sekali tulisannya. Saya masuk ke akunnya dan - wow - tulisan itu dishare 38 ribu orang. Akunnya sempat diretas dan sekarang sudah balik kembali.

Tulisan tentang warisan yang berbicara tentang agama itu menjadi menakjubkan ketika dikeluarkan oleh seorang anak SMA - mungkin kalau Gus Mus yang nulis, jadi biasa-biasa aja. Kita kaget, ternyata ada juga ya anak SMA yang bisa berfikir dewasa seperti itu..

Saya jadi ingat Gloria Hamel, anggota paskibra yang juga masih SMA. Dia datang dalam sebuah acara diskusi. Dia bercerita banyak tentang masalah pada remaja seusianya. Internet mengepung mereka dengan segala dampak baik dan buruknya.

Mengerikan -begitu kata Gloria- ketika ia mendapati teman-teman seusianya dalam pergaulan bebas dan pamer lekukan dan ciuman yang diupload ke youtube supaya dilihat banyak orang.

Disatu sisi, saya bertemu juga dengan banyak remaja SMA yang menjadi simpatisan FPI. Mereka berpakaian putih dan menutup wajahnya dengan kain putih seakan sedang berperang di Palestina. Mereka siap tawuran dengan siapa saja yang menghalangi mereka ketika sedang bersama-sama dengan kelompok garis keras.

Saya paham susahnya menjadi remaja seusia mereka. Ketika itu saya dikepung oleh ganja, minuman keras dan obat penenang bermacam2 dengan harga sangat murah, sama dengan harga sekeping kaset musik waktu itu. Sulit sekali mencari diri sendiri waktu itu, ketika lingkungan semua bergerak ke arah yang sama.

Karena itu saya salut dengan Afi dan Gloria..

Mereka bergerak dalam ruang yang berbeda, menentang arus dari liberalis yang keblalasan dan agamis yang menakutkan, dua kutub berbeda yang sama kerasnya. Afi dan Gloria berusaha menyeimbangkan keadaan dalam dirinya untuk berdiri ditengah dan berusaha bijak dalam bersikap.

Situasi yang membentuk mereka, menatah mereka ketika melihat keanehan2 yang terjadi dengan mata remaja mereka. Mereka menolak untuk menjadi "begitu-begitu" saja dan ingin tampil dalam bentuk yang berbeda.

Tidak banyak remaja yang sanggup seperti Afi dan Gloria. Kebanyakan larut dalam situasi, seperti teman-teman SMAku dulu yang meninggal karena overdosis heroin. Saya harus angkat topi kepada mereka..

Dan ketika kulihat anak perempuanku yang juga masih SMA, aku mendengar hal yang mengagumkan juga. Ia ternyata seorang penulis di blognya. Hanya tulisannya semua dalam bahasa inggris dan teman-teman pembacanya juga dari banyak negara.

Saya selalu percaya, bahwa benih yang baik akan tumbuh menjadi tanaman yang baik pula. Mereka akan menjadi apa yang mereka makan. Karena itulah saya selalu berusaha memberi mereka makanan yang baik pula, yang halal dan bersih dari segala model suap apalagi korupsi. Tidak ingin kukotori akal mereka dengan siraman harta haram dari hasil merampas hak orang.

Begitulah ketenangan para orangtua ketika mereka memahami sebab akibat dalam kehidupan. Tidak perlu cemas anak kita akan menjadi apa nantinya, selagi kita sirami mereka dengan semua yang baik dan halal..

Saya sendiri tidak paham, bagaimana bisa seseorang berkata bahwa "ini ujian Tuhan" ketika anaknya terperosok dalam kegelapan. Ia tidak sibuk mengupas dirinya sendiri dengan apa ia memberi keluarganya makan. Tuhan selalu menjadi pihak yang tersalahkan..

Ah, panggilan untuk naik pesawat sudah terdengar. Kuangkat ranselku, kuhabiskan cangkir kopiku.

Solo, aku datang...

THE POWER OF EMAK-EMAK

Ibu
Emak
Berbicara di depan emak-emak pintar sungguh menyenangkan.

Saya merasa, sesungguhnya merekalah yang banyak berperan terhadap stabilitas politik negeri sekarang ini. Emak-emak sekarang bukan hanya melek politik, tetapi juga terjun langsung dalam setiap kegiatan.

Mereka adalah pengaruh besar di dalam keluarga, bisa menggugah para misua yang sibuk dengan ekonomi dan abai terhadap situasi negeri.

Emak-emak ingin membuktikan bahwa mereka bukan penumpang motor metik, yang sein ke kiri beloknya ke kanan. Kalau sein kiri, ya belok kiri.. camken !

Thanks, para emaks.. para kartini masa kini yang sudah selesai dengan dirinya sendiri..

Kamis, 18 Mei 2017

RUN, HABIB, RUN

Tuhan
Wrong Number
Kisah pelarian Habib Rizieq mengingatkan saya pada film Forest Gump. Pada film itu ada adegan dimana Forest berlari tanpa tujuan selama setahun - kalau tidak salah. Ia berlari karena ibunya meninggal. Bingung karena orang yang selalu melindunginya itu sudah tiada, ia berlari tanpa arah mencari ujung dunia.

Di perjalanan, ia bertemu banyak orang. Berita larinya ia tanpa henti mendapat pemberitaan besar dari media massa.

Dan akhirnya orang banyak mengikutinya -berlari di belakangnya- mengejar satu patah kata saja darinya. Forest sudah dianggap Tuhan oleh mereka yang bimbang, karena perilakunya yang aneh dan unik. Mirip dengan Habib Rizieq dengan narasi yang betbeda tentunya..

Habib -kita singkat saja dengan HR- berlari karena ada masalah yang tidak bisa ia selesaikan. Masalah chat porno yang akan mengugurkan kesuciannya sebagai Imam besar. Kalau masalah menghina Pancasila sih bisa dihadapi dengan gagah, tapi muka mau ditaruh dimana kalau nanti 3gp porn nya keluar?

Bingungnya HR membuat spekulasi di banyak pendukungnya. Mereka masih berhalusinasi bahwa HR adalah ulama besar. Bahkan ada yang menyamakan ia dengan Nabi Muhammad SAW.

Ada yang bilang bahwa kaburnya HR adalah perlawanan. Ada yang berkata bahwa HR di kriminalisasi, bahkan ada yang akhirnya mengalah dan mengakui bahwa mungkin saja HR itu cabul, tetapi karena ia ulama maka itu disebut cabul syariah. Saya mencoba mengerti jalan pikirannya HR dan kebingungannya. Saya akan mencoba berlari dan berfikir seperti HR..

HR pasti bingung dan terus berlari karena ia tidak tahu mau kemana lagi. Mau ke PBB, tapi dulu pernah ia hina. Mau ke Komnas HAM, tapi dulu pernah ia ejek. Bahkan ada rencana mau ke Hasto dan Wiranto, tapi dulu mereka pernah ia cibir.

HR semakin bingung ketika pengacaranya datang ke stasiun televisi pake daster biru berenda. Ini pengacara atau modelnya dannish collection ? Sesudah diingat-ingat, ia baru sadar bahwa itu daster yang akan ia kenakan saat penobatan Imam besar nanti, meski sayang tidak akan terjadi.
HR pun terus berlari..

HR tambah semakin bingung ketika Jokowi tidak turun-turun juga dari kursi Presidennya. Padahal ia mau balik kalo sudah ganti Presiden, sedangkan Pilpres masih 2 tahun lagi. Iya kalau Jokowi kalah, kalau menang lagi? "Bisa 7 tahun gua lari.." begitu pikirnya dan ia berlari lagi..

Akhirnya dapat kabar bahwa di Zimbabwe ada pendeta yang punya nomer telepon Tuhan. Dengan memberanikan diri ia menelpon ke pendeta itu, dan mencoba meminta nomer Tuhan siapa tahu bisa membantunya.

"Halo.. saya boleh minta nomer telepon Tuhan ?"
Terdengar jawaban, "Tuhan yang mana? Tuhan yang kamu ciptakan ataukah Tuhan yang menciptakanmu?"

HR agak heran dengar jawaban itu, dan ternyata ia salah nomer. Ia menelpon pemeran film PK - yang ia lupa namanya. Ia kemudian berlari lagi..

Sambil berlari ia memotivasi dirinya, "Kamu adalah singa, kamu adalah sang raja..". Tetapi ketika melihat bayangan dirinya ditanah, ia heran singanya kok kurus kering dan berkumis? Jangan-jangan itu singa koramil?

Maka ia terus berlari, berlari dan berlari. Ia lari ke Malaysia, trus balik lagi ke Mekkah, trus ke Malaysia lagi. "Hebat bener, bib.. larinya sampai ke luar negeri.." kata seseorang. "Iya, soalnya Visanya habis jadi kudu masuk, keluar, masuk lagi gitu." Jawabnya. Pinterr..

Dapat kabar dari Indonesia, si temen kak Emma itu lagi hamil beritanya. "Arrrggghh, yang benerrrr.. " makin paniklah ia dan kembali berlari lagi diikuti pendukung-pendukungnya yang menganggap ia dewa dari segala dewa. Mereka pikir HR sedang berdoa, padahal sedang komat kamit karena gak tau harus ngomong apa.

"Aaaaminnn..." koor dibelakang sana mengamini komat kamit HR meski tak tau maknanya. Pokoke bahasa arab itu bahasa surga, begitu keyakinan mereka..

Entah sampai kapan pelarian ini berlangsung. "Habis lebaran dia pulang" kata pengacaranya. "Sekalian mau maap-maapan sama semua orang.." Segitu gampangnya ternyata.

Nonton film Forest Gump dan Habib Rizieq memang asik, sambil minum secangkir kopi dan sekaleng khong guan berisi rengginang. Saya jadi berfikir, mungkinkah ada masa lalu HR yang mirip dengan Forest dulunya?

Mungkin ada seorang wanita dari masa lalu yang berteriak dengan keras dan cemas menyuruhnya lari, "Run, Habib... Runnnn".


Maka kaburlah HR sekencang-kencangnya.

Rabu, 17 Mei 2017

JOKOWI GERAM

Politik
Jokowi
Panasnya Pilpres 2019 sudah terasa meski ajangnya masih dua tahun lagi. Kemenangan lawan politik di ajang Pilkada DKI dan berakhir dengan di penjaranya Ahok, menunjukkan kekuatan mereka tidak bisa diremehkan.

Kekuatan finansial mereka sangat dahsyat, bahkan untuk satu momen aksi massa saja mereka dikabarkan berani mengeluarkan sampai 100 miliar rupiah. Bisa dibilang bahwa ini aksi gabungan dan saling menunggangi antar politikus, pengusaha dan kelompok radikal.

Dan Jokowi sangat tahu itu..

Karena itu -sesuai dengan sifatnya- ia tidak terpancing bereaksi terhadap apapun yang terjadi, bahkan ketika sahabatnya Ahok akhirnya harus rela masuk sel karena bobroknya pengadilan yang masuk dalam permainan para mafia-mafia ini.

Meski begitu, ia tidak bisa menyembunyikan kegeramannya terhadap kerusakan yang terjadi. Ia lalu mengumpulkan pemuka lintas agama untuk tidak terpancing isu perpecahan yang ada.

Jokowi juga tampak mengapresiasi gerakan sejuta lilin di banyak wilayah sampai mancanegara yang turut membantu mendinginkan situasi, karena gemanya sudah jauh lebih dari sekedar masalah Ahok, tapi mengarah ke persatuan dan kesatuan NKRI.

Apa langkah Jokowi selanjutnya? Kita tunggu saja, orang ini susah banget ditebaknya. Sambil menunggu, bagaimana kalau kita nyanyikan lagu "Putar 3gpnya.." dengan riang gembira?

Seruput dulu kopinya...

NEGARA YANG ABAI TERHADAP NU

Banser NU
Ansor
Berkembangnya Islam radikal beberapa waktu ini, tidak lepas dari abainya negara terhadap Nahdlatul Ulama. NU adalah salah satu pilar negeri ini -selain Muhammadiyah- yang sudah selesai sejak lama dalam mata pelajaran NKRI.

Banyak pahlawan Islam dari NU yang berdarah-darah dalam mempertahankan negara ini. Selain itu kyai-kyai NU juga adalah pendiri bangsa ini. Sebut saja KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, KH Zainal Arifin dan banyak lagi.

Fakta ini tidak membuka mata negara bahwa Islam negara kita berbasis Islam tradisional. Diperkirakan ada 40 juta -laporan lain menyebut 80 juta- nahdliyin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, menandakan bahwa NU sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia.

Goyahnya persatuan di Indonesia sekarang ini, bisa terjadi karena negara tidak memberi peran banyak kepada NU untuk membina umat muslim di Indonesia. Negara malah membuka pintu masjid-masjid di lembaga dan BUMN kepada Islam fundamental seperti HTI dan garis keras lainnya.

Negara tidak mensyaratkan guru agama di sekolah negeri harus dari NU yang notabene juga memberikan pelajaran cinta kepada negeri dan sesama. NU juga tidak diberikan peran lebih - bahkan cenderung tidak dilindungi - dalam segala aspek pertahanan negeri.

NU hanya dijadikan kuda tunggangan ketika waktu pilkada dan pilpres saja. Suara NU adalah suara emas karena banyak nahdliiyin yang patuh pada kyainya.

Mereka disambangi dan dirangkul, lalu ketika pilkada selesai mereka di tinggal tanpa diberikan peran lebih untuk menjaga negeri dalam sisi agama.

Meski begitu, NU tetap mencintai negeri ini yang dijadikan prinsip dalam setiap dada para nahdliyin bahwa membela negara adalah sebagian daripada iman. Itulah kenapa ketika Islam radikal semakin menguat, NU juga yang hadir -dengan kemampuan terbatas mereka- dalam menghadang gerak mereka.

Contoh yang paling bagus terjadi baru-baru ini, ketika ideologi khilafah HTI semakin berkembang dan menguat di masyarakat, NU juga yang turun ke lapangan melalui gerakan pemuda Ansor dan Bansernya.

Di hampir seluruh wilayah Indonesia, Ansor dan Banser lah yang aktif mendeklarasikan bubarnya HTI dan mendesak pemerintah untuk melaksanakannya.

Pemerintah seharusnya lebih terbuka untuk memberi ruang gerak dan fasilitas termasuk pendanaan kepada NU, untuk bisa masuk ke wilayah keagamaan terutama pengajian, masjid dan sekolah negeri yang berada di otoritas pemerintahan.

Sudah tidak boleh lagi abai dan meremehkan situasi yang akan berdampak pada pecahnya kesatuan negara kita dengan berkembangnya Islam radikal di negeri ini.

Biar pemerintah membangun infrastruktur, dan NU yang membangun mental keagamaan kepada umat muslim di Indonesia ini. Kerjasama ini akan menguatkan bangsa sehingga tidak mudah dipecah belah oleh isu agama yang datang untuk menguasai negeri ini.

Semoga di masa Jokowi ini, pemerintah menjadi lebih aktif untuk mengajak NU -dan Muhammadiyah- bicara dan terlibat penuh dalam setiap kegiatan pemerintahan. Tidak perlu lagi mengundang ulama-ulama karbitan ke istana dan memberi peran besar yang malah menjadikan mereka besar kepala. Toh kalau nanti perang, si karbitan-karbitan itu yang tunggang langgang duluan.

Itu contohnya sudah ada, gelarnya sih boleh Imam besar tapi masalah seks aja udah kabur ke luar negeri gak balik-balik karena ketakutan.

Gimana nanti kalo perangggg?


Percayalah, ngobrol agama dengan orang-orang NU itu asyik sambil ngakak, ngudud dan ngopi sachetan.

Kenapa Habib Rizieq Tidak Berani Pulang?

Imam Besar
Habib Rizieq
"Kenapa Habib Rizieq tidak berani pulang ke Indonesia?", Tanya seorang teman melalui inbox siang tadi. Saya jawab, "Memang seharusnya HRS tidak pulang..".

Dengan tidak berada di Indonesia, itulah satu2nya tempat teraman HRS sekarang ini. Diluar sana dia masih bisa -sedikit- memainkan persepsi pendukungnya bahwa ia di kriminalisasi dan sedang melakukan perlawanan.

Alasan itu memang tidak masuk akal bagi yang waras, tapi efektif bagi pendukungnya yang militan. Dengan memainkan persepsi bahwa pimpinan tertinggi mereka sedang melakukan perlawanan diluar, maka ada kelegaan bahwa mereka masih berada di barisan yang benar. (baca: Bongkar Kedok Si Fitsa Hats)

Minimal sampai sekarang..

HRS tahu bahwa ketika ia pulang, maka ia akan habis. Dari semua tuntutan hukum yang menghadangnya, masalah chat firzahots inilah yang mengerikan.

Kenapa? Karena ini bukan masalah hukum saja, tetapi nama baiknya yang akan terhempas ke tanah. Sekarang saja pendukung HRS sudah mengalami kejatuhan moral meski belum seluruhnya. Mereka seakan tidak percaya bahwa orang yang mereka ikuti selama ini, ternyata jiwanya kacau. Dengan tersebar luasnya gambar porno dan chat mesum, runtuh sudah "kesucian" yang selama ini diagungkan.

Dan polisi terlihat sangat menikmati situasi ini...

Proses dibuat agak sedikit lambat supaya kehancurannya sempurna. Biarkan persepsi masyarakat terbentuk dulu dengan opini2 yang membunuh karakter HRS, karena toh ia tidak bisa kemana-mana.
Dan ketika HRS pulang atau dipaksa pulang, maka kehancuran berikutnya akan terpampang jelas...

Dari informasi yang saya dapat, chat mesum HRS dan FH itu valid dan baru dikeluarkan sebanyak 3 episode, dari 15 episode yang menunggu jam tayang. Dari salah satu episode itu ada yang file movie-nya dalam format 3gp. (baca: Bendera Putih Habib Rizieq)

Ngeri, kan?
Kebayang bagaimana jika semua episode itu dibuka di pengadilan, maka makin hancurlah HRS, ditelanjangi tidak keruan. Keluarga bisa hancur bahkan ia akan kehilangan massa yang selama ini mendukungnya. Sudah jatuh ketimpa tangga, tembok, genteng dan semua material pula.

Dan hinaan ini akan abadi karena tersebar dimana-mana dalam rekam jejak digital. Dalam situasi ini, coba HRS mau ngomong apa?

Makanya, tempat yg paling aman baginya sekarang adalah tidak kembali ke Indonesia. Disana dia masih memainkan episode ngeles kiri kanan supaya terselamatkan.

Karena itu, sebagai warga negara yang baik kita harus menghormati HRS yang masih disana. Tidak perlu menghina ataupun mencacinya, karena itu tidak baik dan diluar kesantunan. (baca: KAUM SARUNGAN VS KAUM GAMIS)

Cukup kita teriakkan, "putar 3gp-nya, putar 3gp-nyaaa.." untuk memenuhi rasa penasaran, apa gaya yang ia pakai sehingga begitu terkenal.

Seperti kata secangkir kopi, menyenangkan orang buahnya adalah pahala. Begitu kan, bib ? Seruputt...