Minggu, 28 Mei 2017

IKI SUROBOYO, CUK

Ngopi Bareng
Ngopi Bareng di Surabaya
Selesai sudah diskusi di Surabaya malam tadi..
Saya terharu ketika melihat tempat kecil diskusi kami di sebuah restauran, terisi penuh. Lebih terharu lagi ketika ada beberapa teman dari Madura, Malang bahkan Singapura, NTT dan Jeddah yang datang tadi malam..
Kami ngobrol banyak hal mulai dari situasi di Jawa Timur sampai Jakarta, juga potensi rusuhnya Indonesia saat pilpres nanti. Teman-teman dari Ansor juga datang dan diskusi di kawal oleh pasukan Banser NU.
Sambil berbicara di depan, saya menatap seluruh ruangan. "Inilah kotaku yang kubanggakan, Surabaya.." bisikku dalam hati. Surabaya memang layak dijuluki kota pahlawan. Disini gairah persatuannya kuat sekali. Tidak ada yang merasa lebih dibandingkan yang lain, semua etnis, ras dan agama hadir disini.
"Kalau ada teman-teman yang ingin mengadakan acara kebangsaan disini, lebih baik koordinasi dengan Banser dan Ansor.." kataku.
"Kaum sorban itu kalau melihat ada loreng Banser di depan, mereka berpikir panjang untuk membubarkan. Mulailah aktif dengan mengunjungi kantor GP Ansor, bergaullah dengan mereka dan jangan sungkan untuk minta bantuan mereka.
Tapi jika satu waktu mereka juga minta bantuan, jangan sungkan juga untuk membantu mereka..."
Hubungan yang terjalin baik antara warga dengan unsur kepemudaan dari NU ini memang harus mulai dipupuk dengan baik. Karena dari sekian ormas Islam yang ada, merekalah yang sudah selesai bab NKRI. Indonesia bagi NU ini bukan saja sebuah negara tetapi juga sebuah rumah yang wajib dijaga dan dilindungi.
Dan saya berharap banyak warga Surabaya memulai perjuangan melawan intimidasi ormas intoleran yang sekarang sedang marak di negeri ini.
Salah satu caranya adalah bekerjasama dengan Ansor dan Banser memberikan perlindungan terhadap intimidasi ormas radikal kepada masyarakat dengan menyediakan nomer khusus dan memberikan bantuan hukum kepada mereka yang di kriminalisasi dengan pasal "penistaan agama" dan "pencemaran nama baik".
Ini sangat penting, karena atas nama hukum, ormas intoleran ini sudah bergerak membungkam banyak suara yang berseberangan dengan mereka.
Kasus Dr Fiera Lovita di Solok Sumbar dan Dr Otto Rajasa di Balikpapan adalah kasus lemahnya koordinasi antar anak bangsa sendiri, sehingga barisan yang tidak rapat ini mudah dipecah oleh mereka.
"Jika sudah terbentuk kerjasama, umumkan melalui media massa. Jangan sungkan, beri pesan kuat kepada mereka bahwa silent majority sekarang melawan. Yang waras tidak selalu harus mengalah.." Kata saya menutup pembicaraan.
Saya jadi teringat perkataan Imam Ali bin abu thalib, "Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.."
Soliditas gerakan mereka, harus dilawan dengan soliditas yang sama pula. Sudah tidak bisa lagi abai terhadap situasi dan merasa semua aman-aman saja, karena bisa saja intimidasi ormas radikal itu satu waktu akan menimpa kita semua.
Guyubnya pertemuan di Surabaya tadi malam, membuat saya merasa di rumah. Pisuhan "cak dan cuk" membahana di seluruh ruangan membuat saya sangat betah.
Sudah seharusnya Surabaya mencanangkan diri sebagai kota yang memberikan perlawanan terhadap kaum radikal dan intoleran berbaju agama. "Iki Suroboyo, cuk.."
Saya jadi teringat, dulu ketika saya memberitahu bahwa Islam radikal yang berideologi wahabisme ini akan merusak hubungan persaudaraan kita dan saya dicemooh juga dijauhi teman lama.
Sekarang saya menemukan teman baru yang bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dari teman-temanku dulu..
Hidup itu sangat menarik dengan segala rahasia-rahasianya...

Sabtu, 27 Mei 2017

INTIMIDASI KAUM SORBAN PUTIH

Islam Radikal
dr Fiera Lovita
Beredar massif di wa saya, kisah dr Fiera Lovita seorang wanita yang di intimidasi FPI. Dr Fiera adalah salah satu teman saya di fesbuk. Beliau adalah seorang dokter di Solok, Sumatera barat. Dan seperti halnya seorang yang cerdas dan lugas, begitupun juga tulisan di statusnya yang menanyakan "larinya habib rizieq dan tak kembali".

Tidak disangka ia kemudian di teror karena status-statusnya itu. Ia didatangi banyak angggta FPI yang meminta dia untuk menanda-tangani surat permintaan maaf diatas meterai karena "menghina ulama". Karena tekanan dan demi keselamatan anaknya, ia pun menanda-tangani surat itu dan meng-uploadnya di fesbuk.

Bukannya selesai, teror malah menjadi-jadi. Ia dicaci-maki dengan kata-kata tidak pantas dan terus didatangi, diteror keberadaannya. Kabar terakhir, ia kemudian diselamatkan dengan dipindahkan ke Jakarta oleh rekan-rekannya.

Teror yang sama dihadapi Dr Otto Radjasa di Balikpapan. Dengan alasan "menghina agama" gelombang orang suci mendatangi rumahnya dan mengancam. Mereka kemudian membawa kasus ini ke hukum dan mendesak perangkat hukum untuk memenjarakannya. Nasib Dr Otto sama dengan Ahok, sesudah sidang langsung masuk penjara.

Sebagai catatan, Dr Fiera dan Dr Otto juga beragama Islam, sama dengan mereka yang menteror dan mengintimidasi mereka.

Teror dan intimidasi itulah yang sedang menjadi senjata "Islam ekstrim" itu sekarang. Dengan alasan "menghina ulama" dan menghina "agama" mereka melakukan teror dan intimidasi ke orang-orang yang mereka tidak suka.

Kebayangkan, bagaimana jika nantinya mereka berkuasa?

Mereka bahkan meng-intimidasi saya juga dengan mengumumkan melalui media massa akan melaporkan ke polisi akan status saya yang "menghina ulama". Tidak tanggung-tanggung, 700 lebih pengaacara disiapkan.

Hebat juga ya... :)

Salah satu ciri khas gerakan mereka adalah KEROYOKAN. Mereka merasa lebih aman ketika menyebut jumlah ANGKA yang besar untuk mengintimidasi seseorang. Biasanya itu ciri pengecut yang bersembunyi di balik angka karena tidak mampu bertarung satu lawan satu dengan lawannya.
Karena itu angkanya harus bombastis. Kalau gak 700 ya 7 juta.

Apakah benar angkanya sebesar itu?

Tidak, itu hanya gertak sambal saja. Permainan persepsi, propaganda si lemah untuk menunjukkan diri mereka kuat..

Saya belum koordinasi dengan GP Ansor. Tetapi sebaiknya anda sekarang mulai mencari dan mengantungi nomer-nomer telepon GP Ansor di masing-masing wilayah anda. Tekanan-tekanan massa seperti itu hanya bisa dihadapi dengan hadirnya anggota Ansor dan Banser di tempat anda.

Mereka itu kalau melihat seragam GP Ansor dan Banser, langsung ciut kayak curut. Karena itu, jangan pernah takut. Percayalah....

Jumat, 26 Mei 2017

SECANGKIR KOPI PENYAMBUT RAMADHAN..

Puasa
Ramadhan
Ada pertanyaan menarik yang mampir di inbox. "Menurut abang, selain dari ritualnya, makna dari bulan puasa itu apa sih?"

Saya pernah menulis ini dan akan saya tulis lagi sebagai pengingat untuk diri sendiri. Supaya ketika masuk di bulan Ramadhan - bulan yang diyakini suci oleh umat muslim ini - saya tidak hanya sibuk pada ritualnya saja tetapi lebih meresap dalam diri.

"Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang sedangkan hambaNya adalah pengepul dosa.. " Aku memulai tulisanku membalas pertanyaan dia.

"Karena itu, Tuhan menyediakan banyak fasilitas untuk hambaNya yang setiap detik mengepul dosa, supaya bisa mengikis dan membersihkan diri dari sebagian dosanya.

Fasilitas yang disediakan dalam hidup manusia mulai dari penyakit, rasa kehilangan, kemiskinan sampai penderitaan. Ini fasilitas untuk mengikis dosa yang sudah menempel di jiwa bahkan sudah berkarat.

Proses pengikisan itu biasanya sakit dan nyeri, ibarat luka kering di kulit yang dikelupas keluar.."
Aku menatap rokok didepanku. Teringat perkataan seoran dokter temanku, "Kalau lu gak stop rokok itu, hidup lu gak akan lama lagi.." Miris dengarnya. Tapi aku butuh sebagai pelampiasan energi yang terus menerus meletup dalam diriku. Kubuang sejenak bayangan rokok itu dan mulai ku menulis lagi..

"Selain proses-proses yang menyakitkan itu, Tuhan juga menyediakan terminal-terminal khusus untuk manusia membersihkan diri dari dosanya.

Dan salah satu terminal yang paling besar dan paling efektif membersihkan dosa manusisa adalah bulan Ramadhan. Makanya ia disebut bulan suci..

Tuhan menyediakan terminalnya, tetapi untuk bisa masuk dan membersihkan diri disana ada syaratnya yaitu berpuasa dari segala hawa nafsu yang selama ini menyelimuti jiwa manusia. Hawa nafsu inilah sumber dari segala dosa yang diperbuat manusia..

Ketika hawa nafsu manusia berhasil dikandangkan pemiliknya, maka proses pembersihan jiwa pun menjadi lebih sempurna. Seperti seseorang yang sedang mandi telanjang dibawah pancuran besar membersihkan dirinya dari lumpur kemaksiatan selama setahun dimana ia terus berkubang.."

Berhasil kutahan nafsu merokokku. Entah karena bosan atau mulai takut akibatnya.. Entahlah. Kulanjutkan saja menulis jawabannya..

"Proses pembersihan ini tergantung dari seberapa besar dosa manusia dan seberapa niat ia ingin membersihkan dirinya.

Ada yang sangat berniat sehingga sungguh2 membersihkan dirinya dan ada juga yang cuman mampir sejenak dibawah pancuran sekedar kena air dan berharap dirinya bersih seluruhnya..

Karena itu - bagi mereka yang mengerti - bulan Ramadhan ini dijalankan dengan sungguh-sungguh dalam menekan syahwat atau hawa nafsunya. Dan hawa nafsu terbesar yang harus dikalahkan adalah sombong, karena ia benih dari segala kemaksiatan di bumi ini.."

Sesudah selesai menulis, kutinggalkan sejenak gadgetku dan mulai sibuk menyelesaikan buku terbaruku yang rencana akan kuluncurkan bulan Ramadhan ini.

Sebuah perenungan yang kukumpulkan dalam judul "Bukan Manusia Angka". Sebagai pengingat dan pembantu untuk mengupas kesombongan yang selama ini menjerat diriku..
Tidak lama kemudian terdengar notifikasi balasan.

"Apakah mungkin dosa manusia bersih seluruhnya ketika mandi di terminal Ramadhan itu ?"
Aku tersenyum. Kenapa manusia suka sekali mengira-ngira sebuah hasil bahkan ketika ia sering berbicara bahwa hasil itu bukan hak preogratif manusia ?

"Serahkan semua pada Tuhan, apa dan bagaimana hasilnya. Sesungguhnya manusia itu hanya diperintahkan untuk berusaha.." Tulisku mengakhiri pembicaraan kami.


"Allah berfirman : Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.." Rasulullah SAW.

TITO: IRAN NEGARA YANG AMAN

Kapolri
Kapolri
Sejak awal aparat sudah mendeteksi bahwa ISIS akan menyerbu Asia Tenggara termasuk Indonesia...
Bahkan Ketum PBNU Kyai Said Agil Siradj sudah pernah memperingatkan bahwa ISIS akan masuk negara kita di tahun 2017 atau sekarang ini.

Dan kita melihat Filipina sudah mulai diserbu ISIS dengan penguasaan kota Marawi. Para anggota ISIS pun banyak yang dari Indonesia dan Malaysia.

ISIS memang tidak bisa dianggap remeh. Mereka didukung oleh banyak negara - meski malu2 mengakuinya - sebagai pasukan terdepan untuk menguasai sumber daya alam. Persenjataan mereka, soliditas organisasi mereka bahkan keuangan mereka sangat kuat.

Karena ISIS tidak main-main itulah, maka kepolisian Indonesia yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri juga tidak main-main menyambutnya. Mereka harus bekerjasama dengan banyak negara untuk melihat bagaimana cara menghadang ISIS sebelum mereka masuk ke wilayah kita.

Dan ketika Pak Tito Karnavian Kapolri berkunjung ke Iran dan menanda-tangani MOU keamanan dengan kepolisian Iran, saya jadi sangat lega..

Iran bisa dbilang adalah sedikit dari negara di timur tengah - dimana tidak ada pangkalan militer AS disana - yang aman. Meskipun negara tetangga bergolak - termasuk Suriah - Iran tetap tenang dan bahkan dengan santainya menyelenggarakan pilpres disana.

Iran terkena bom bunuh diri terakhir tahun 2010 lalu. Bom yang meledak di Masjid Iran dekat dengan perbatasan Pakistan itu, menewaskan 39 orang yang sedang mempersiapkan diri menyambut hari berkabung syahidnya Imam Hussein - cucu Nabi Muhammad SAW.

Jadi bisa dibilang, sampai sekarang Iran sudah berhasil mengkoordinasikan dalam negerinya dari serangan ISIS. Iran bahkan sukses membantu Suriah dan Irak - bersama Rusia - dalam mengusir ISIS disana.

Keberhasilan Republik Islam Iran dalam menangani terorisme, peredaran narkoba dalam negeri dan cyber space inilah yang menarik pak Tito untuk belajar kesana.

Saya senang pak Tito tidak termakan hasutan bahwa mazhab syiah - yang dianut mayoritas penduduk Iran - adalah mazhab yang harus dimusuhi. Buat pak Tito, profesionalisme diatas segalanya.

Seperti yang dikatakan beliau, " Iran merupakan sebuah negara aman di antara negara-negara yang tidak aman, di mana muncul pertanyaan bagi kami bahwa dalam kondisi seperti ini bagaimana Iran mampu menjaga keamanannya, dan di sinilah penggunaan pengalaman polisi di negara ini adalah penting,”

Lalu kira-kira bagaimana reaksi Saudi -dan Amerika- yang baru saja menyatakan bahwa Iran lah yang memproduksi ISIS? Inilah yang menarik..

Jelas Saudi akan marah besar. Hasutannya tidak mempan karena pak Tito sudah berhasil mengidentifikasi akar masalah dan paham bahwa bukan Iran lah yang bertanggung-jawab terhadap maraknya ISIS di negara-negara timteng.

Merapatnya kepolisian Indonesia bergabung dengan kepolisian Iran, ini akan memantik masalah baru dalam hubungan internasional antara Indonesia dan Saudi.

Dan saya yakin, pakde Jokowi tidak perduli. Sesuai slogan yang dicanangkannya, "Bahwa semua negara adalah teman sampai salah satu mencoba memaksakan kehendaknya.."

Selain tertarik dengan reaksi Saudi, saya juga tertarik dengan reaksi Tentara Nasional Indonesia..

Apakah pak Gatot juga akan bekerjasama dengan Iran dalam pertahanan negara ini, mengingat Iran adalah negara yang sukses dan aman sehingga ISIS sulit sekali masuk ke negeri itu.

Kita tunggu saja sambil minum kopi, semoga harapan saya TNI juga akan melirik Iran sebagai partner dalam masalah ini. Seruput dulu ah kopinya..

Kamis, 25 Mei 2017

MELAWAN TEROR

Bom Kampung Melayu
Bom Panci
Serangan serentak ISIS di banyak negara akhirnya mampir juga ke Indonesia. Sesudah Bangkok diguncang bom di sebuah rumah sakit yang menewaskan24 orang, Inggris juga kena saat konser dengan korban 22 orang. Fiipina sedang darurat militer ketika kota Marawi dikuasai ISIS dan para pastor diculik sedangkan kepala polisinya sudah terpenggal.

Dan Indonesia baru saja diguncang bom panci yang menyebabkan 5 korban tewas, termasuk 3 orang polisi..

Sejak bom Thamrin di awal 2016, baru sekarang inilah kepolisian kecolongan kembali. Tito Karnavian yang dilantik menjadi Kapolri Juli 2016, sudah bekerja keras menyisir dan menangkap para pelaku bom panci di beberapa daerah.

Bom panci yang pertama kali dikenalkan oleh Alqaeda dan diupload di internet melalui cara perakitan yang sangat sederhana dan murah, menjadi inspirasi sel-sel tidur ISIS yang kembali beraksi ketika "mendapat perintah".

Sulit untuk mengenal sel-sel tidur ISIS karena mereka bergabung di tengah masyarakat. Sel tidur ini tidak terkait langsung dengan organisasi, tetapi mereka adalah simpatisan dengan nama "Lone Wolf".

Mereka belajar semua dari internet dan tergugah semangat bunuh dirinya ketika melihat video ISIS berisi pesan-pesan untuk mendirikan negara khilafah melalui kerusakan yang ditimbulkan..

Untuk mereka yang dulu meremehkan - bahkan membully kepolisian karena masalah bom panci ini - sekarang bisa melihat sendiri bahwa bom ini tidak main-main dan bukan pengalihan isu..

Dalam terorisme yang dibutuhkan bukan hanya korban, tetapi dampak. Dampak ketakutan itulah yang terus disebar dan tersebar karena sebagian orang ingin terlihat gagah memperlihatkan foto hasil kerja mereka.

Dampak yang diinginkan mereka selain ketakutan adalah juga sebagai inspirator bagi simpatisan ISIS dimanapun berada. ISIS memainkan emosi kebanggaan kepada sel-sel tidur mereka dimana saja untuk melakukan apa yang mereka sebut sebagai "jihad".

Cara melawan terorisme seperti ini adalah tetap percaya kepada pemerintah dan aparat keamanan. Pada situasi seperti ini, melarikan diri dan aset keluar negeri karena rasa takut yang berlebihan bukanlah opsi yang bijak. Karena tidak ada satupun tempat di dunia ini yang aman kecuali di negeri sendiri. Lihat, Inggris yang ketat pengawasannya terhadap teroris saja diguncang keras dengan jumlah korban yang lebih besar.

Sementara ini hindari dulu tempat keramaian dan mulailah koordinasi lintas agama untuk memperketat penjagaan di wilayah masing2, karena teroris tidak mengenal siapa dan apa agama anda.

Korban di Kampung Melayu adalah orang2 kecil yang tidak berdosa. Tunjukkan bahwa kita tidak takut karena ketakutan kita itulah tujuan mereka. Angkat cangkir kopinya.

Selasa, 23 Mei 2017

KENAPA AHOK MENOLAK BANDING?

Tolak Banding
Veronica Tan
"Kenapa Ahok menolak banding ??"

Tanya beberapa teman mampir ditempatku. Aku tidak tahu, tidak bisa menjawab bahkan tidak mau memperkirakannya. Biarlah itu menjadi rahasia pribadinya dan keluarganya.

Ada hal yang sedang berubah terjadi di diri Ahok yang biasa tampil percaya diri dan cenderung arogan. Ia kini bertransformasi menjadi seorang flamboyan.

Ahok mungkin sedang bertapa dari hiruk pikuknya dunia. Ia mungkin malah sudah menikmati kesunyian di dalam sel yang mengurung dirinya. Ia sedang bertarung bahkan mengupas semua kulit nafsunya.

Mungkin juga ia ingin menahan diri untuk tidak menimbulkan kembali hiruk pikuk di negeri ini. Ia tahu sekarang banyak orang sedang menaruh moncong senapan di dahinya.

Dan jika ia banding, maka depan pengadilan akan terjadi adu kekuatan massa yang bisa saja menjadi musibah untuk negeri yang ia cinta.

Mungkin juga ia sedang memberi jalan Jokowi untuk menuntaskan kerjanya. Ia tidak ingin merepotkan sahabatnya yang bisa saja melakukan langkah salah hanya untuk sekedar menyelamatkan dirinya.

Dan ia tahu - kesalahan sekecil apapun akan menjadi senjata baru bagi musuh-musuhnya.
Jadi, biarlah...

Biarkan Ahok menemukan dirinya. Tidak usah menangisinya karena apa yang terjadi, tetapi tangisilah hukum yang mati di negeri ini. Ahok tidak ingin penegak hukum mendapat dosa yang lebih besar lagi hanya karena menjatuhkan putusan berdasarkan ketidak-sukaan pribadi semata.

Apapun keputusannya, hanya dia, istrinya dan Tuhannya yang tahu. Mereka bukan pasrah, hanya melawan dalam diam. Waktu yang akan berbicara bahwa keadilan tidak didapat dari riuhnya seruan dijalan, tetapi juga dari kusamnya dinding penjara yang menghormati segala gerik langkahnya..

Semua orang mempunyai cara untuk menemukan Tuhannya. Ada yang melalui habisnya harta, ada yang dengan sakit parah dan menderita, ada yang kehilangan sanak saudara.

Dan Ahok menikmati dengan duduk menyendiri di dalam penjara, membaca kembali kitab suci yang ia yakini dan menemukan permata diri.

Pada akhirnya, ia akan jauh lebih kaya. Materi sudah tidak menguasainya lagi. Jabatan sudah tidak mempengaruhinya lagi. Dunia sudah tidak menemukannya lagi. Biarlah sejarah yang mencatat perjuangannya dan Tuhan yang mencatat amalnya..

Begitu banyak faktor kenapa Ahok mencabut permohonan bandingnya. Dan kita harus menghormati apapun keputusannya..

Ahok seperti secangkir kopi. Pahitnya apa yang ia alami sesungguhnya adalah kenikmatan sejati bagi mereka yang sudah berada pada taraf mengerti..

Seperti pahitnya peristiwa para Nabi. Seperti pahitnya hidup para Imam. Seperti pahitnya cerita-cerita orang besar dahulu yang namanya terus harum dan dikenang..

Hingga sekarang..

"Terkadang Allah mengambil segalanya dari seorang manusia hanya supaya ia dapat mengenal Tuhannya.." Imam Ali as.

LGBT, NO WAY !

Gay
Penangkapan Pesta Seks Gay
Ada seorang teman komen waktu saya angkat foto penangkapan 141 gay yang habis "sex party" di kelapa gading.

Begini kira2, "Habis sudah simpati gua sama semua tulisan elu, karena elu ternyata juga seorang bigot.."

Sejak lama saya dihakimi banyak orang karena pandangan saya terhadap pelaku LGBT. Seakan-akan saya harus menyetujui perilaku mereka atas nama kebebasan. Dan saya harus memaklumi mereka atas perilaku yang menyimpang..

Dulu saya pernah membuat status, "Seorang pelaku LGBT sama seperti penyandang narkoba. Bedanya, mereka yang terkena narkoba selalu dilindungi dengan mengajak mereka keluar dari lingkaran itu, sedangkan pelaku LGBT selalu diperosokkan karena orang dipaksa memaklumi apa yang mereka perbuat.."

Buat saya, tidak ada masalah apakah anda LGBT atau bukan. Masalah saya adalah ketika anda mempropagandakan bahwa LGBT adalah kekinian. Propaganda inilah yang saya tentang, karena merusak pikiran dengan menbenarkan sesuatu yang jelas salah..

Dan sampai sekarang saya tetap berpegang pada pendirian itu, meski harus kehilangan banyak simpati.

Lagian, saya menulis karena ingin menulis bukan untuk menuai simpati. Jadi kalau mau out, ya bebas saja. Mungkin anda bisa tenang dan saya juga tenang..

Yang menarik, komunitas LGBT ini jauh lebih sensitif dari kaum bumi datar. Mereka terorganisir baik sekali, sehingga ketika saya membuat status anti propaganda LGBT, dalam hitungan menit akun fesbuk saya langsung tumbang..

Melihat perilaku pelaku LGBT yang suka pamer dan menjaring mangsa dengan bebas melalui media sosial saja saya sudah sebal, ditambah sex party-nya yang tidak tanggung2 melibatkan lebih dari 100 orang..

Kalau ada pelaku LGBT yang ingin diobati, silahkan datang ke saya aja. Saya ajak ngopi sambil cerita-cerita.


Maaf, undangan ini hanya berlaku untuk penyuka sesama wanita. Kalau penyuka pria, silahkan datang ke bro Birgaldo Sinaga. Dia punya tips2 yang jitu untuk anda..

Senin, 22 Mei 2017

GUS MUS

Denny Siregar
22 Mei, Kediaman Gus Mus Rembang
Perjalanan dari Jogja ke Rembang memakan waktu sekitar 6 jam. Saya ganti bus 2 kali, pasti cari yang patas AC karena cukup melelahkan. Akhirnya bertemu temanku yang berjanji mengantarkanku ke rumah seorang ulama besar yang tinggal di sudut kota jauh dari keramaian.

Rumahnya sederhana saja. Beliau kebetulan sedang tidak enak badan, tapi mau menerima kami yang datang dari jauh. Tidak ada sofa di ruang tamunya, yang ada karpet-karpet tebal menghampar di seluruh ruangan.

Tidak lama kemudian sosok besar itu muncul. Beliau begitu bersahaja sehingga diriku tidak tahan untuk tidak mencium tangannya. Saya sangat menghormatinya. Rasanya diri mengecil ketika duduk bersila di depannya.

Kami bercerita banyak hal - kadang sampai tertawa terbahak. Tidak ada. batas disana, yang ada hanyalah adab. Kopi, teh manis panas bahkan makan malam pun beliau sediakan. Seperti ada di rumah sendiri rasanya...

"MUI itu mahluk apa, tidak jelas kelaminnya.." ini perkataan beliau yang sangat terkenal ketika menyampaikan kritik keras pada lembaga yang mengatas-namakan ulama, tapi tidak menjunjung ahlak keulamaan.

"Saya harus menyampaikan apa yang harus disampaikan ketika sesuatu itu salah. Kalau tidak, saya yang berdosa.." Katanya.

Saya tidak banyak berbicara disana, karena berbicara di depan manusia penuh ilmu sungguh kerugian yang besar. Lebih menguntungkan menyerap setiap kata-katanya.

KH Ahmad Mustofa Bisri atau lebih akrab dipanggil Gus Mus adalah salah satu ulama yang mempunyai massa akar rumput yang sangat besar. Beliau tinggal menunjuk jarinya saja, maka ratusan ribu umatnya akan bergerak sesuai fatwanya.

Tapi itu tidak pernah dilakukannya - walaupun beliau sering dicaci di media sosial. Beliau tahu, bahwa senjata ada ditangannya sehingga harus bijak dalam menggunakannya.

Salah satu ciri "ulama yang benar" adalah mereka yang sudah selesai dengan dirinya. Dunia sudah tidak menarik lagi baginya. Mereka tidak suka menonjolkan diri, karena sudah tidak memerlukan pengakuan dari sesama manusia.

Jikapun akhirnya Gus Mus sering muncul di media sosial, itu karena tanggung jawabnya kepada umat, menyampaikan ilmu dengan benar di balik semua kesalahan yang dipompakan oleh mereka yang mengaku-ngaku ulama tetapi malah merusak tatanan.

Waktupun berlalu tidak terasa. Sudah malam saatnya pulang. Beliau sudah lumayan sepuh, pasti perlu istirahat yang cukup. Saya yang masih haus akan ilmunya, harus mengerti bahwa beliau ingin punya waktu untuk sendiri.

Saya mencium tangannya lagi, kali ini penuh rasa cinta. Saya ingin kembali lagi satu saat hanya sekedar untuk menemukan kedamaian hati ditengah panasnya isu politik yang terus menerus bergelora.

Kuseruput kopi dari cangkir kecil yang tersedia. Catatan hidupku bertambah. Besok kuangkat ranselku kembali, berpetualang untuk bertemu orang-orang besar di negeri ini.

Bukan untuk sebuah pengakuan, tapi untuk belajar bagaimana seharusnya manusia berfungsi..

RAISA, HANCURNYA HATIKU

Pernikahan
Raisa
Raisa, bolehkah aku menandai hari ini sebagai hari berkabung nasional ?
Sesudah ku mendengar bahwa dirimu sudah lamaran, ingin rasanya kutendang kaleng-kaleng di pinggir jalan sambil berteriak, "Kenapa ya Tuhannn.. Kenapa kau turunkan ujian yang tidak bisa kutahannn?".

Mungkin engkau tidak tahu, hasrat yang kupendam selama ini kepadamu.
Bahkan aku pernah bermimpi sedang chatting denganmu.. Engkau dengan tanpa selembar handukpun di tubuhmu sedang berpose di kamar mandi dan tempat tidur dengan background televisi kotak itu, meski aku sempat heran dan bertanya dalam hati, "Duitmu kan banyak, kenapa gak beli yang sudah flat aja.."

Jengah aku kemudian menutupi semuanya dengan emoticon buletan kuning yang tersenyum manja dan tanda cinta khusus di tempat yang vital saja, yaitu di kedua belah matamu. Tempat lain, biarkanlah terbuka..

Bahkan ada saat engkau menyebut "pisang" dalam chatmu, yang membuatku tersentak. Pisanggg ?? Jeritku dalam hati. Meski akhirnya aku kecewa karena engkau juga menyebut pepaya, mangga dan jambu. Rupanya engkau sedang nyanyi "pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibeli dari pasar minggu..Disana banyak penjualnya.."

"Stress dia kak emma.." Katamu kepada sahabatmu. Kukira dia wanita, ternyata namanya emmadudin. Aku sempat cemburu dengan hubungan kalian, sampai aku tahu bahwa kak emma yang kamu maksud senangnya pake daster biru berenda di dada meski profesinya pengacara.

Mirip fahmi shahab penyanyi kopi dangdut dengan gaya daster jamaika, tapi yang ini dasternya lebih menyala..

Dan kamu tahu, Raisa, apa panggilan sayangmu kepadaku ? Al khottot, begitulah kamu memanggilku. Entah apa artinya itu, mungkin karena aku berotot atau aku orangnya suka ngotot..

Aku tidak terima, Raisa.. aku tidak terima kamu dilamar orang itu. Akan aku adukan ke PBB, mungkin mereka akan mendengarkan. Aku kirim surat ke markas mereka di Jenewa, meski akhirnya suratku balik juga dengan tulisan indah, "Markas PBB itu di New York, Gorilla..."

Aku kecewa, Raisaaa.. kecewa. Aku lari ke Mekkah, trus ke Malaysia, Mekkah lagi, Malaysia lagi begitu seterusnya. "Kok cuman dua negara itu aja, bang ?" Tanyamu. Iya, soalnya visaku sudah habis jadi harus begitu caranya..

Sudah, Raisa.. aku sudah tidak ingin memikirkanmu lagi. Aku di depan teman2ku adalah seekor singa ganas ketika orasi, di hadapanmu menjadi singa kurus tak terurus ketika kau ajak aku ke kantor polisi.

"Ada apa di kantor polisi ??" Tanyaku waktu itu. Engkau menjawab, "Aku panik, bang.. panik. Mereka menyimpan video 3gp adegan panas kita !!" Tangismu meledak. Aduh, kasian.

Aku sendiri tidak mengerti kenapa engkau begitu panik, apakah terlalu berat bagimu adegan yang kita filmkan waktu kita sedang ngobrol di depan kandang kambing berjam2 terpapar sinar matahari yang sedang mekar ?

Itu panas banget, Raisa.. dasterku sampe basah karena keringetan...
Raisa, pergilah.. Mungkin itu yang terbaik bagimu. Engkau sudah menjadi tersangka bagi lelaki itu, tinggal menunggu hari pengadilan dan ditahan selamanya di rumah kalian nantinya. Dan aku.... aku disini, di Saudi, sedang bersama onta-onta yang tidak pernah bisa mengerti situasi hatiku saat ini.

Setiap detik yang kulihat cuman onta dan kurma, dan maaf jika terkadang wajah onta itu terselip wajah cantikmu. Itu karena aku kangen sekali padamu. Saking kangennya kuelus2 onta itu dan dia merem melek penuh napsu..

Raisa, selamat jalan. Bahkan secangkir kopipun tidak mampu menampung airmataku..
Sebagai catatan akhir, biarlah aku berpantun seperti masa SMA dahulu. "Empat kali empat sama dengan enam belas.." Entah ini pantun apa, yang bikin pasti dulunya kalau bukan tukang pas poto bisa juga guru matematika. WITH LOBE.. #HariPatahHatiNasional

Sabtu, 20 Mei 2017

LAWAN INTIMIDASI MEREKA

Hari Kebangkitan Nasional
Save NKRI
Hari ini hari kebangkitan nasional.

Hari dimana 100 tahun yang lalu, dibentuklah perkumpulan Budi Utomo, membawa negara ini dalam perjuangan di tingkat yang lebih tinggi yaitu level pemikiran. (Video)

Hari ini kita semua harus sadar dan tidak abai, bahwa Indonesia sedang kembali ingin dipecah belah melalui kebanggaan terhadap satu golongan, dengan konsep mayoritas minoritas.

Hari ini kita semua harus mampu melawan intimidasi mereka, dengan semua cara. Jangan mau dibelenggu oleh ketakutan karena ancaman sebuah ormas.

Kita harus pertahankan mutiara terbaik, harta yang paling berharga yang dulu diperjuangkan bapak-bapak bangsa, yaitu keberagaman, kebhinekaan diatas dasar negara kita PANCASILA..