Minggu, 25 Juni 2017

JOKOWI ITU ORANG SOLO

Jokowi
Jokowi dan GNPF MUI
Pertanyaan yang sama dari banyak orang, "Untuk apa Jokowi menerima GNPF MUI di istana?"

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa itu adalah kelemahan Jokowi. GNPF MUI pimpinan Bahtiar Nasir selama ini dikenal sebagai kelompok yang berseberangan dengan Jokowi. Bahkan Jokowi sempat dikatakan oleh mereka selangkah lagi akan membuat negara ini kafir.
Saya malah memandangnya terbalik, bahwa sebenarnya disanalah kekuatan Jokowi..

Jokowi adalah tipikal orang yang mampu meredam emosinya sampai titik paling rendah. Ia mampu menyimpan semua strategi berperangnya sehingga tidak semua orang bisa membacanya.

Saya yakin, sedikit sekali dari kita yang mampu bersikap dingin dan menerima dengan ramah orang yang selama ini jelas-jelas bertentangan dengan kita. Bahasa tubuh ketidak-sukaan kita akan keluar dan secara otomatis kita akan menolak bertemu mereka.

Tetapi Jokowi adalah sedikit dari orang yang mampu seperti itu..

Saya teringat dengan dinginnya Jokowi mendatangi Bibit Waluyo - yang pada waktu itu masih menjabat Gubernur Jateng dan terkenal dengan kebenciannya kepada Jokowi waktu dia menjabat Walikota Solo. Jokowi yang baru saja menjabat Gubernur DKI datang dan berusaha mencium tangan Bibit yang dengan segera menepisnya..

Bisa anda begitu seperti Jokowi? Saya meragukannya. Dan kita lebih senang mengukur diri kita seperti Ahok yang dengan spontan akan bereaksi keras..

Itulah yang saya bilang kekuatan sebenarnya Jokowi. Sama seperti ketika ia menerima Prabowo dan SBY di istana, padahal Jokowi jelas2 tahu bahwa kedua orang ini adalah musuh politiknya..
Lalu, kenapa Jokowi menemui GNPF MUI?

Saya teringat seorang teman berkata bahwa Jokowi pernah berbisik kepadanya. "Kesalahan terbesarku adalah menciptakan musuh secara bersamaan dalam satu waktu. Pada akhirnya saya kerepotan sendiri menghadapi ketika mereka bersatu.."

Jokowi sebenarnya sedang memainkan pecah ombak. Ia pemain psikologis yang sulit dicari bandingnya.

Dengan menerima GNPF MUI - yang sudah merengek2 melalui Menag untuk bertemunya - Jokowi sebenarnya mulai memecah barisan lawannya. Ia merangkul satu musuh untuk menghantam musuh lainnya..

Dengan rangkulan itu, maka musuh akan mulai curiga bahwa koalisinya selama ini mulai berkhianat. Dan pada akhirnya diantara mereka tidak tercipta kepercayaan absolut.

Kita dengan mudah mengutip strategi Sun Tzu, "Dekatlah kepada kawanmu, tetapi lebih dekatlah kepada musuhmu." Pertanyaannya, mudahkah menerapkan strategi seperti itu tanpa kemampuan psikologis level dewa?

Jokowi bisa.
Dan itu sudah dilakukannya berkali2 ternasuk terhadap Bibit, Prabowo dan SBY. GNPF MUI tentu senang dan berbalik memuji Jokowi. Mereka "merasa" sudah berhasil melakukan langkah setahap untuk nego rekonsiliasi. Dan dengan itu mereka berharap bisa mengamankan posisi mereka yang sedang tidak aman itu..

Tetapi mereka salah besar..

Jokowi tidak akan menghentikan kasus-kasus hukum yang sedang berjalan. Ia sedang menancapkan pisaunya lebih dalam menembus tulang lawannya. Dan - hebatnya Jokowi - lawannya bisa mati tanpa berdarah dan merasa ia sedang dibunuh.

Ibarat permainan catur, Jokowi itu seperti terlihat membuka pertahanannya lebar-lebar dan menunjukkan kelemahannya. Padahal disanalah sesungguhnya jebakan yang mematikan..

Dengan menerima GNPF MUI, Jokowi akan meraih dua keuntungan sekaligus. Meredam serangan musuh dan menaikkan simpati dari pendukung musuhnya selama ini kepada dia.

Siapapun tahu, bahwa antara Jokowi dan Ahok ada hubungan khusus yang mendalam. Dan tidak ada yang bisa menghentikan rasa sakit hatinya terhadap musuh-musuh sahabatnya itu..

Satu persatu lawannya sedang menderita sekarang. Satu persatu. Seharusnya lawan Jokowi mengerti satu hal yang sangat jelas tapi mereka selalu lupa. Bahwa Jokowi itu orang Solo..

Ah, saya selalu senang memperhatikan langkah-langkah catur orang ini sambil seruput secangkir kopi..

Tidak pernah sedikitpun saya meragukannya.

Sabtu, 24 Juni 2017

SYUKUR PRESIDENNYA JOKOWI. KALAU BUKAN, ASU DAHLAH

Presiden Jokowi
Jokowi
Sesudah membaca tulisan babo Erizeli Jely Bandaro tentang negeri Brunei yang menuju bangkrut, saya langsung kebayang Indonesia sebelum pilpres 2014.

Sebelum pilpres, negara kita sudah salah kelola lumayan parah. Hutang luar negeri dipakai untuk membayar hutang lagi, yang sebelumnya adalah hutang konsumtif. Pesta pora dana hutang dimana-mana, korupsi bertebaran dalam jumlah yang sulit diperkirakan.
Dan sumber korupsi ada di pusat kekuasaan sendiri..

Pembangunan mangkrak, karena kita lebih senang disubsidi. Subsidi BBM yang 'katanya' untuk rakyat kecil, ternyata memang untuk menipu saja karena sesungguhnya yang menikmati adalah mafia migas.

Kebayang kan keuntungan Petral dari hasil selisih pembelian minyak sampai 250 triliun rupiah per tahun?

Antara pendapatan dan pengeluaran lebih besar pengeluaran. Kenapa ? Karena tidak dibangun sumber pendapatan baru. Negeri yang sebenarnya kaya sumber daya alam bukannya menjadi tempat investasi yang menarik karena tidak adanya infrastruktur yang bisa menopang pendapatan itu sendiri..
Kita tergantung dari impor, bahkan terhadap bahan pangan. Sengaja dibuat impor supaya ada 'komisi' yang bisa dibagi-bagi. Pertumbuhan ekonomi dibuat palsu supaya rakyat senang, sejatinya kita seperti bangunan besar yang hanya ditopang satu atau dua pilar saja.

Bantuan langsung tunai membuat rakyat menjadi tidak kreatif, karena "menjadi miskin" lebih nyaman daripada kerja keras. Sensitif sekali dengan harga cabai sampai bensin yang naik 1000 rupiah per liter karena terbiasa disuapi sampe kerongkongan.

Untunglah pemenang pilpres adalah Jokowi yang langsung merombak budaya itu menjadi sebaliknya. Infrastruktur dibangun dimana-mana - meski beberapa masih dengan hutang - tetapi setidaknya ada harapan membayar dari sumber pendapatan baru yang sedang dibangun.
Kalau tidak, kita bisa terpuruk karena tidak mampu bayar hutang dimana-mana..

Saya baru sadar kenapa partai dan ormas 'pecinta khilafah' itu senang merapat ke capres yang karakternya lemah.. Karena mereka memang berharap ekonomi Indonesia runtuh dengan banyaknya korupsi dan hutang yang tidak produktif.

Ketika ekonomi negara hancur - seperti Yunani - maka mereka akan menyerukan 'khilafahlah solusinya'. Dengan begitu mereka akan terlihat seperti 'dewa penyelamat' karena menawarkan solusi yang menjadi mimpi sebagian orang yang terbiasa malas dan manja.

Mirip seperti masyarakat Mesir pada masa menuju kejatuhan Hosni Mubarak yang ditunggangi Ikhwanul Muslimin..

Tapi rencana mereka gatot al khotot ketika Jokowi malah membangun Indonesia menuju kekuatan baru. Jika rakyat sejahtera nantinya, tentu akan susah dibodohi dengan propaganda khilafah dan bersembunyi dibalik kata "syariah". Rakyat akan melihat bahwa sistem demokrasi seperti sekarang lebih aman daripada sistem Islam versi kaum bumi datar..

Kita baru akan merasakan hasil dari perombakan itu sepuluh sampai dua puluh tahun lagi. Tapi dari sekarang kita sudah bisa melihat 'pentil' buahnya. Ekonomi yang merangkak naik, rupiah yang stabil, kepercayaan luar negeri meningkat dan investasi yang datang sebagai pengganti model hutang.

Karena panik melihat Indonesia menuju negara maju-lah, maka fitnah kepada Jokowi terus diluncurkan dengan menutupi keberhasilan pembangunan. Mereka lebih senang melihat rakyat Indonesia sibuk dengan masalah "agama" daripada teknologi, dan membodohi rakyat dengan propaganda bahwa Indonesia menuju kehancuran.

Logika sederhananya, bagaimana bisa negeri ini menuju kehancuran ketika pembangunan infrastruktur dimana-mana?

Kita bersyukur bahwa kita bukan Brunei yang dikelola dengan model kerajaan, dimana yang sejahtera hanyalah raja dan kroninya saja. Rakyat hanya dimanjakan sementara dengan subsidi ketika sedang kaya, dan ketika satu waktu jatuh miskin, rakyat jugalah yang pertama kali akan menderita..

Kita boleh kalah oleh banyak negara sekarang ini karena Indonesia sedang re-start kembali. Tapi ada masanya kita akan berjaya, karena diantara negeri tetangga, kitalah yang paling lengkap sumber daya alamnya dengan pengelolaan yang benar..

Tidak semua orang mampu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan pada kita. Banyak yang masih mengeluh karena memang itu sifat dasar mereka.

Kalau gak ngeluh, ngentut, ngeluh lagi. Begitulah kurma-kurma..
Semoga kita bisa mempertahankan pembangunan yang sudah menuju arah yang benar ini saat 2019 nanti. Yang kita pilih bukan yang jago naik kuda atau berahlak mulia, tetapi yang bisa kerja, kerja dan kerja..


Seruput dulu kopinya..

BRUNEI, NASIBMU KINI

Kerajaan
Brunai Darussalam
Entah ini tulisan siapa ( ternyata tulisan babo Erizeli Jely Bandaro ), saya dapat dari grup whatsapp tentang situasi dan kondisi Brunei Darussalam sekarang yang - dulu - selalu dibahasakan sebagai negara sejahtera, kaya dan sebagainya.
Sekarang perlahan-lahan menuju negara gagal karena salah kelola.
Bacaan menarik menjelang berbuka..
Brunei menuju lubang kejatuhan
( Politik dan ekonomi).
Copas Dari DDB group

Waktu di Kuala Lumpur minggu lalu , ketika sahur saya ngobrol dengan tamu hotel yang berasal dari Brunei.
Kami kenalan dan semakin akrab karena dia mengenal banker yang saya sebut sebagai sahabat yang pernah berkarir sebagai GM Baiduri Bank, Brunei.
Menurutnya Brunei sedang berada di putaran krisis yang menuju lubang spiral yang tak berujung. Saat sekarang difisit APBN Brunei telah mencapai 16 %. Bandingkan dengan Yunani yang dinyatakan negara bangkrut karena difisit anggaran mencapai 15,7%.
Walau kini Brunei nampak baik dipermukaan namun didalamnya sangat rapuh. Banyak asset Sultan yang nilainya USD 27 miliar di gadaikan atua dijual ke pihak lain untuk mengalirkan cash flow kedalam anggaran Brunei. Hanya masalah waktu asset ini akan habis karena saat sekarang menjual asset tidak muda. Ada harga tapi susah pembeli.
Apa penyebabnya ? Menurutnya karena 90% penerimaan negara berasal dari Minyak. Karena harga minyak dan gas terus turun maka PDP Brunei dari tahun ketahun sejak 2008 terus kontraksi.
Sementara penerimaan dari Pajak tidak ada. Karena Kesultanan tidak menerapkan pajak penghasilan dan penjualan. 402.000 Penduduk Bruney bukan asset negara. Mereka adalah beban. Karena 80% mereka jadi PNS namun posisi akhli tetap di pegang asing. Kegiatan dunia usaha sangat kecil sekali perannya dalam PDP. Investor asing yang masuk masih terbatas pada MIGAS. Tingkat kemudahan berusaha di Brunei anjlok sampai ke peringkat 84 di Dunia. Jauh dari negara negara ASIA Pacific.
Dulu, katanya , ketika harga minyak masih normal dan tinggi, Brunei menempati urutan ke 4 negara dengan tingkat PDP perkapita tertinggi didunia.
Karena pendapatan yang melimpah itu maka kontrak sosial Kesultanan kepada rakyat di laksanakan secara luas. Rakyat dapat bagian dari kemelimpahan; jaminan pendidikan gratis sampai universitas. Kesehatan yang gratis. Subsidi perumahan yang besar. Jaminan biaya hidup bagi pengangguran. Namun keluarga mendapatkan banyak. Bahkan keluarga sultan masuk 25 orang terkaya di dunia dengan kehidupan Istana yang punya ratusan harem dari manca negara. Namun Rakyat tidak peduli.
Tapi saat-saat yang indah penuh pesta telah lama berlalu: Harga global untuk satu barel minyak telah anjlok 40 persen sejak Januari 2015 dan 78 persen sejak nilai puncaknya pada tahun 2008.
Penghasilan dari hidrokarbon terdiri dari 90 persen pendapatan pemerintah - karena pendapatan pemerintah tersebut telah turun sekitar 70 persen dibandingkan dengan tahun fiskal 2012/2013.
Meskipun telah memangkas anggaran $ 6,4 miliar pada 2015/2016 sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu, pemotongan pengeluaran lebih banyak akan terus menggelembung disemua sektor. Ini pilihan sulit. Tapi seperti Sultan masih berharap harga minyak terus membaik. Makanya bukannya melakukan diversifikasi bisnis tapi justru semakin menambah kapasitas produksi MIGAS.
Peluang investasi jasa seperti Perhotelan tidak menarik orang asing untuk datang. Karena larangan miras dan hiburan. Sektor perbankan syariah tidak bisa berkembang di sana karena krediti konsumsi yang lesu darah akibat harga barang yang melambung.
Maklum Brunei mematok kurs sama dengan Sing Dollar. Semakin melemah dollar singapore semakin mahal harga barang. Makanya banyak tenaga kerja asing yang hengkang dari Brunei dan tenaga kerja lokal yang akhli juga pindah ketempat lain yang memberikan pendapatan lebih baik dan living cost yang murah.
Kontrak sosial sebagai cara mempertahanan kekuasan dari rakyat yang botol (bodoh dan tolol ) tak akan bisa terus dipertahankan karena semakin lama defisit anggaran semakin melebar. Pemotongan anggaran sosial tentu akan menjadi api dalam sekam. Kapan saja bisa membuat rakyat marah. Karena mereka terbiasa disuapi , bukan hidup dari kreatifitas semangat juang memberikan kontribusi nyata kepada negara.
Sementara gaya hidup keluarga sultan tidak berubah. Di luar negeri mereka hidup glamor bagaikan selebritis. Sudah saatnya Sultan harus menjelaskan kepada rakyatnya soal perlunya reformasi anggaran kepada rakyatnya.
Apakah mungkin. Ataukah terus bertahan sampai tidak ada lagi income untuk mengongkosi rakyat yang manja dan negara bubar dengan sendirinya karena gelombang demokrasi yang memaksa sultan angkat kaki..
“ Mereka ( Keluaga Sultan ) tidak pernah berpikir sedang mengelola negara tapi mengelola King incorporation. Semua resource milik negara yang juga otomatis milik Keluarga Sultan. Sementara Syariah islam dan ulama hanya di jadikan tameng agar rakyat tetap patuh kepada Sultan. Taat kepada pemimpin adalah soal aqidah. Melanggar itu akan masuk neraka atau dianggap kafir.
Ya hanya masalah waktu, Brunei akan menjadi Icon betapa buruknya kekuasaan absolut hanya karena orang mengaku wakil Tuhan untuk menguasai semua sumberdaya tanpa ada transfaransi..”

Kamis, 22 Juni 2017

SI KECIL JOJO

Joel kehilangan orangtuanya saat ia masih kecil. Ia tersesat dan lupa jalan pulang..

Ia kemudian diadopsi dan dibawa ke Australia. 30 tahun kemudian ia kembali ke Filipina - tempat lahirnya - hanya untuk mencari orangtua aslinya..

Pertemuan Joel dan ibunya adalah sebuah pesan bagi kita semua bahwa tidak ada yang tak mungkin jika kita tidak lelah berusaha..

Kalau bisa menahan airmatamu untuk tidak tergenang, hatimu sudah mengeras..

AGAMA MIE INSTANT

Agaman
Ulama
Kenapa ulama yang benar seperti Gus Mus & Quraish Shihab tidak laku di kalangan Bani Sumpek?

Karena -ibarat makanan- Gus Mus, Quraish Shihab dan ulama benar lainnya menyajikan resep lengkap dan proses penyajiannya penuh dengan seni, kecintaan, pemahaman dengan akal dan mencoba menghadirkan makna dalam setiap hidangan..

Prosesnya panjang dan butuh ketekunan..

Kalau kaum sumpek sukanya mie instan. Sobek sana sobek sini, rebus dikit yang penting cepat bisa dimakan dan kenyang...

Karena keseringan mie instant merekapun terkena obesitas dalam beragama..
Gendut doang tapi isinya aer..

Rabu, 21 Juni 2017

RITUAL SYIAH MELUKAI DIRI

Ritual
Ritual
Mendekati lebaran gini tidak banyak berita yang menarik yang mau dibahas. Ngomong politik bosan. Ngomong Gubernur berahlak mulia dah banyak yang bahas. Jadi mending mancing kaum sumpek (sumbu pendek) aja..

Dan kaum sumpek biasanya akan tari kejang kalau dengar atau baca kata "syiah". Entah kenapa, mungkin ada setrumnya. Dan semakin mereka kejang, saya semakin bahagia..

Salah satu hal yang sering dilontarkan mereka adalah ritual menyiksa diri ( sering disebut tahtbir atau azadari ) yang ada di mazhab syiah. Biasanya foto-fotonya disebar dengan berbagai komen yang kebanyakan ada "kafir, sesat" nya..

Saya juga dulu heran, kenapa di syiah ada yang begitu ya ? Kan sakit punggung di cambuk2 pake benda tajam sampe berdarah ?

Tapi saya berusaha tabayyun, atau berbaik sangka. Saya mencoba mencari informasi itu dan bukannya langsung mem-vonis..

Semakin lama saya semakin paham, bahwa memang ada kebiasaan melukai diri di mazhab syiah pada saat asyura atau hari gugurnya Imam Hussein cucu Nabi di Karbala. Itu ungkapan penyesalan diri dan ekspresi karena ingin merasakan sedikit sakitnya "disembelih" seperti yang dirasakan Imam Hussein.

Tetapi ternyata acara melukai diri itu hanya dilakukan sebagian kecil saja dari mazhab syiah. Kebanyakan dilakukan syiah di India - dan kita tahu di India banyak aliran aneh, dan sebagian kecil lagi di Irak. Saya akhirnya paham, dalam semua aliran di dunia ini pasti ada yang ekstrimnya.

Masalahnya, apa yang dilakukan sebagian kecil syiah ekstrim inilah yang terus menerus di ekspos oleh mereka yang membenci mazhab syiah. Mereka sebarkan foto itu kemana-mana dan meyakini bahwa semua yang bermazhab syiah pasti melakukan itu..

Lalu bagaimana pendapat ulama-ulama syiah terhadap perilaku melukai diri itu? Dari yang saya dapatkan, ternyata mayoritas ulama syiah - ulama2 besar dan terkenal - sudah memfatwakan bahwa prosesi melukai diri itu haram. Jadi pada dasarnya, pendapat masyarakat banyak - termasuk saya - dengan ulama syiah itu sama bahwa melukai diri itu sifatnya kesia-siaan.

Tetapi ada juga prosesi parade untuk mengingat kembali peristiwa pembantaian Imam Hussein dan keluarga beliau.

Parade yang biasanya pake baju putih-putih dan seluruh tubuh dibaluri warna merah untuk menggambarkan darah, itu tidak apa-apa. Wong tidak ada yang kesakitan, hanya kesedihan mengingat kembali peristiwa itu. Yah, mirip-mirip lah ketika di Surabaya ada pawai memperingati hari Pahlawan..

Jadi memang kita harus banyak piknik untuk melihat budaya di luar, supaya kita tidak seperti kambing di dalam tempurung. Bukan hanya sekedar melihat gambar dan "katanya" terus mem-vonis kafir, sesat dan sebagainya.

Ini sebenarnya penjelasan berulang-ulang saya sampaikan dan masih tetap menarik sampai sekarang, karena kita bersinggungan dengan banyak orang yang sudah termakan opini yang dibangun untuk membenci satu golongan.

Banyak dari kita hanya melihat sisi gelap yang dilakukan sebagian kecil dari mazhab syiah, tetapi abai terhadap apa yang mereka lakukan dalam bidang sains.

Setahu saya orang syiah di negeri Iran mayoritas malah berprestasi di bidang tehnologi - bahkan mereka sudah membuat nuklir dan melakukan percobaan ke angkasa. Jadi kapan mereka itu sempat untuk melakukan hal yang sia-sia seperti menyiksa diri?

Oke, segitu dulu penjelasan karena banyak yang bertanya kepada saya dampak dari status saya sebelumnya "Kenapa Syiah dikatakan sesat ?".

Sambil minum kopi, mari kita melihat tari kejang di komen-komen ini. Seruputt.

SELAMAT ULANG TAHUN, PAK JOKOWI

Ulang Tahun
Jokowi
Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi masih ada 12 ribu desa yang belum teraliri listrik. Dan lebih dari 3 ribu diantaranya ada di Papua.

Pelan-pelan listrik menyala di desa mereka. Saudara-saudara kita - mereka semua saudara kita - senang karena sudah mulai diperhatikan. Kini banyak desa yang sudah terang benderang dan sebagian lagi sedang berusaha dinyalakan..

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi banyak saudara kita yang harus berjalan berhari-hari hanya sekedar untuk berobat dari desanya ke desa lain. Mereka mengarungi ganasnya hutan dan sulitnya jalan yang hancur karena hujan.

Sekarang, hanya untuk Papua saja dibangun lebih dari 4 ribu kilometer jalan besar dan mulus sehingga saudara-saudara kita bisa saling mengunjungi dalam waktu beberapa jam saja.

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi baru sekarang harga BBM di beberapa tempat di daerah terpencil sama dengan harga di kota besar.

Sudah 71 tahun kita merdeka..

Tapi baru sekarang waduk-waduk besar dibangun bersamaan untuk mengaliri sawah-sawah supaya satu waktu kita bisa mencapai ketahanan pangan.

Saya belum lagi sempat menghitung bandara yang kau bangun, pos perbatasan yang megah, ribuan kilometer jalur kereta yang sedang dirancang dan entah apa lagi yang tidak bisa kusebut satu persatu saking banyaknya..

Inilah pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dan itu kau lakukan dalam waktu lebih dari 2 tahun saja. Kami tidak bisa membayangkan jika engkau ada di sini sampai 10 tahun lamanya.

Engkau tidak perlu memperkaya diri, menyombongkan diri, berkeluh ketika ada masalah yang menimpa diri bahkan keluargamu pun kau jauhkan dari semua usaha yang mengatas-namakanmu pribadi..

Selamat ulang tahun, pak Jokowi..

Engkau memang tidak sempurna, tetapi engkaulah Presiden terbaik kami sekarang ini. Percayalah, kami akan berusaha menjaga sampai tuntas seluruh rencana panjangmu untuk negeri ini..

Ijinkan saya menyeduh secangkir kopi, sekedar menghargai apa yang kau lakukan untuk kami..
Selamat ulang tahun, pak Jokowi..

Semoga tetap sehat karena kami masih terus membutuhkanmu sekarang dan nanti..

Senin, 19 Juni 2017

KENAPA SYIAH SELALU DIBILANG SESAT ?

Iran
Ayatullah Khomeini
"Kenapa syiah selalu dikatakan sesat, bang?". Tanya seorang teman dalam ketidak-tahuannya. Saya ketawa membayangkan ketidak-tahuan saya juga dulu sekian tahun yang lalu.

Dulu - sebelum tahun 1979 - Arab Saudi dan Iran itu berteman dekat. Bahkan sebenarnya Saudi itu takut dengan Iran. Kenapa ? Karena Iran punya teman yang jauh lebih dekat, yaitu Amerika.

Iran dulu mirip Saudi, negara kerajaan yang dipimpin terakhir kali oleh Syah Reza Pahlevi. Karena konsep kerajaan itulah, Amerika lebih mudah menguasai Iran dan mengeksploitasi sumber daya migas di negara itu.

Situasi berbalik ketika rakyat Iran mulai gerah dan memberontak. Mirip situasi reformasi kita di tahun 1998 dulu. Tekanan demi tekanan kepada ulama di Iran oleh pihak kerajaan, membuat rakyat Iran bersatu dengan tekad menggulingkan kerajaan.

Pemimpin gerakan rakyat itu seorang ulama, Ayatullah Ruhullah Khomeini, yang namanya mencuat kembali karena sering disebut Rizieq Shihab dalam pelarian cintanya. Ayatullah Khomeini kemudian diasingkan ke Irak sampai ke Paris supaya tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

Tetapi justru dari jauhlah Ayatullah Khomeini mengobarkan semangat revolusi melalui dakwah2nya. Dan puncaknya adalah tahun 1979, dengan kaburnya Syah Reza Pahlevi ke Amerika.

Sesudah itu Ayatullah Khomeini mengadakan referendum untuk membentuk dasar negara baru yang bukan kerajaan. 90 persen rakyat Iran setuju dengan konsep negara Republik Islam Iran, yang ada sampai sekarang..

Amerika jelas tidak senang, karena mereka tidak bisa berkuasa lagi disana. Dengan menggunakan Saddam Hussein sebagai mitra, Amerika ingin kembali menguasai Iran. Dan terjadilah perang 8 tahun Irak vs Iran, yang dulu waktu kecil nonton Dunia Dalam Berita rasanya perang itu gak ada habis-habisnya.

Irak kalah dan Iran berhasil mempertahankan negaranya. Amerika semakin geram dan mengalihkan pandangannya ke Arab Saudi sebagai mitra baru.

Hasil revolusi Islam Iran itu kemudian apinya kemana-mana. Para pemuda yang jenuh berada di bawah kendali kerajaan - karena mereka selalu bermewah2 - mulai memberontak di negaranya masing2. Ini menimbulkan kekhawatiran bukan saja di Arab Saudi, tapi juga negara kerajaan lainnya seperti Yordania, Qatar, Bahrain dan banyak lagi.

Mereka takut revolusi di Iran mampir ke negeri mereka yang kerajaan. Dipimpin oleh Saudi, mereka sepakat untuk membentuk koalisi menjadikan Iran sebagai pesakitan.

Ketika Amerika dan sekutunya negara2 barat meng-embargo ekonomi Iran selama 30 tahun, Saudi dan koalisinya pun merancang satu cara untuk menjauhkan Iran dari muslim lainnya.

Yaitu dengan cara memfitnah mazhab Syiah mereka. Syiah disini berarti "pengikut" dan diidentikkan dengan pengikut keluarga Nabi Muhammad Saw.

Saudi dan koalisinya diketahui memalsukan banyak kitab2 karangan Ayatullah Khomeini dan - menariknya - yang membongkar ini adalah seorang Professor sastra di Kairo yang bermazhab Sunni.
Tetapi fitnah sudah menyebar dengan sangat cepat. Iran sendiri tidak mampu menepis semua fitnah karena selain sibuk bergelut dengan ekonomi mereka yang melemah akibat embargo, Saudi dan koalisinya menguasai media.

Begitulah ceritanya kenapa sampai sekarang Syiah - mazhab terbesar di Iran - terstigma sesat dan bukan muslim di banyak kalangan muslim awam.

Sebenarnya pada tahun 2004, Jordania sudah memulai rekonsiliasi untuk menyatukan kembali umat muslim yang terpecah dengan mengundang 200 ulama terbaik di dunia - termasuk Indonesia - di Amman. Dalam risalah Amman itu tercantum bahwa mazhab Syiah adalah bagian dari Islam.

Sayangnya, risalah ini tidak banyak diakui - kembali karena politik - karena Amerika tidak suka Iran bergabung dengan kelompok negara muslim lainnya. Saudi dan koalisinya lebih patuh kepada Amerika karena menguntungkan mereka secara kapital.

Dan perkembangan terakhir kita lihat, ketika Qatar mulai mendekati Iran, maka ia pun dijauhi dan di embargo oleh Saudi dan koalisinya. Di lain sisi, Saudi merapat ke Israel yang notabene adalah musuh besar Iran..

Jadi begitu, jamaah yang berbahagia..

Kita hidup dalam persepsi yang dibangun kelompok global yang menguasai media. Opini kita adalah opini yang dibentuk sesuai keinginan mereka.

Menariknya, di Iran sendiri, mereka tidak perduli difitnah begitu rupa. Mereka lebih fokus membangun ekonominya secara mandiri dan Iran sekarang sangat diperhitungkan karena sudah berhasil menguasai teknologi nuklir sedangkan Saudi dan koalisinya masih asik membeli senjata dari Amerika.

Perjuangan rakyat Iran adalah perjuangan yang inspiratif. Mereka tidak takut dikucilkan oleh banyak orang, hanya karena mereka berkata benar. Karena kebenaran itu layak untuk diperjuangkan..

Dituding sebagai Syiah? Ah, sejak dulu saya mah angkat cangkir kopi saja. Seperti kata pepatah, kalau bertentangan dengan kaum bumi datar, kita semua akan "Syiah" pada waktunya.. Seruputtt..

MENGGEBUK ISLAM RADIKAL

Jenderal Gatot Nurmantyo
Panglima TNI
Bagaimana cara membedakan seorang ustad itu radikal atau bukan? Sejak 2011 saya sudah berteriak di medsos, "hati-hati virus wahabi..." tetapi tidak pernah didengar bahkan sampai sekarang dimusuhi oleh teman-teman karena dianggap memecah belah atau mengadu domba Islam.

Tidak banyak yang paham bagaimana sebuah virus berbahaya menumpang dalam agama Islam dan menyebarkan kerusakan di seluruh dunia. Bahkan ketika ISIS sudah memamerkan kekejamannya, masih banyak yg belum mampu membedakan mana ustad yang radikal dan yang bukan..

Banyak orang terjebak aksesoris yang dipakai seseorang. Jika dia bersorban, bergamis, megang tasbeh dan mulutnya sering melontarkan bahasa2 arab, maka gelar ustad pun disandangkan kepadanya.

Jadi wajar ketika teman-teman masa kecilku yang dulunya sosialita kelas berat, tiba-tiba menjadi ekstrim waktu ikut sekali dua pengajian. Kekosongan pemahaman mereka tentang agama membuat mereka mudah dicuci otak untuk membanggakan diri mereka sendiri dan golongan dengan merendahkan orang lain. Dan itu juga terjadi di lingkungan Polri dan TNI...

Keinginan untuk belajar agama di lingkungan aparat banyak dimanfaatkan ormas-ormas radikal untuk masuk dan menyusupkan sel-sel mereka di dalamnya. Dengan menyamar sebagai ustad atau ulama, mereka dengan mudah menyihir pemahaman sebagian aparat yang masih lemah akal. Yang terjadi kemudian adalah perlindungan diberikan kepada pentolan ormas yang mereka sebut "ustad".

Situasi ini berlangsung lama bahkan dipelihara belasan sampai puluhan tahun lamanya. Sampai akhirnya kita tersentak dan sadar, bahwa ternyata virus intoleran itu sudah masuk ke dalam sendi-sendi hidup kita, tidur didalamnya dan bergerak memakan kita pada saatnya.

Peristiwa hampir pecahnya anak bangsa karena politisasi masjid membuat kita sadar bahwa tempat ibadah sudah bukan lagi tempat yang aman untuk mendapatkan ketentraman. Justru disanalah mereka bersarang..

Saya mendengar Kepolisian baru-baru ini membersihkan masjid2 mereka sampai tempat mengaji keluarga mereka dari ajaran Islam radikal yang dibawa oleh "ustad2" yang sudah lama bercokol disana.

Jadi saya memaklumi, bahwa kepolisian masih agak gamang ketika menyelesaikan persoalan yang membawa2 agama bahkan cenderung melindungi intoleran seperti di Solok. Kepolisian sudah begitu lama berada di bawah pengaruh sihir mereka..

Dan saya lega ketika Panglima TNI juga sudah mengeluarkan pernyataan, bahwa mereka yang sering mencaci maki dan memecah belah meski bersorban jangan dianggap sebagai ulama.

Meskipun agak telat menyadari, tetapi setidaknya sudah ada identifikasi jelas mana ulama dan mana bukan sehingga tidak mudah begitu saja memasukkan orang untuk mengajarkan hal yang belum kita ketahui tanpa tahu latar belakang orang itu sendiri.

Bersih-bersih unsur radikalisme dalam tubuh Polri dan TNI sangat penting karena mereka penjaga keamanan dan ketertiban kita. Kalau mereka rusak, kita bisa rusak juga..

Nah, bagaimana BUMN ? Disana kecoaknya gede-gede lho.. Coba sekali2 para pejabatnya turun ke masjid dan lihat seperti apa para pengurusnya disana..


Atau pejabatnya juga malah yang men-support mereka ? Gebuk aja bu Menteri. Masak harus pak Jokowi lagi yang turun tangan..

Minggu, 18 Juni 2017

TUHAN SAYANG SAMA AHOK

Ahok
Kunjungan ke Mako brimob
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat wa dari seorang teman..

"Mau jenguk Ahok gak di Mako Brimob?" Terang saja saya bilang, "Mau!" Kapan lagi dapat kesempatan untuk ketemu Ahok.

Saya pengen lihat kondisi terakhirnya sejak ia menghilang dari gegap gempitanya dunia perpolitikan di Jakarta dan kalah oleh keputusan pengadilan yang - buat saya - masih tidak masuk di akal.

Hari itupun tiba. Saya membawa buku "Bukan Manusia Angka" yang memang ingin kupersembahkan untuk Ahok. Ahok buat saya adalah salah satu dari manusia langka yang tidak terpengaruh "angka-angka" yang biasanya membutakan banyak manusia.

Dan tidak mudah memang masuk kesana. Nama harus ada di list pengunjung dulu supaya bisa masuk ke kompleksnya saja. Itu juga harus dengan persetujuan keluarganya.

Akhirnya tibalah waktu saya dan beberapa orang bersamaan ketemu dengan Ahok. Agak kaget juga melihat fisiknya berubah. Ia sudah mulai terlihat lebih kurus dari biasanya. Tetapi yang membuatku tersenyum adalah wajahnya tidak kehilangan keceriaannya.

Kami seperti reunian mengingat masa-masa perjuangan di rumah Lembang. Dan Ahok tetaplah Ahok. Ia mendominasi percakapan dan humor yang tidak putus-putus keluar dari gayanya ceplas ceplosnya.

"15 pendeta yang pernah datang ke sini, semua bawain kisah Nabi Yusuf. Sampe bosen gua dengar kisahnya.. " Kamipun tergelak semua. Ahok memang seorang stand-up komedian yang piawai. Saya sejak dulu heran, bagaimana orang bisa begitu membencinya ya ?

Sesudah lama bergelak ria, penjaga tahanan pun menegur, "Waktu berkunjung sudah habis.." dan kami tersadar bahwa kami bukan lagi berada di ruang bebas dimana waktu adalah segalanya. Kami harus kembali ke dunia masing-masing dan Ahok harus kembali sendirian.

Saya membayangkan malam-malam kesendirian Ahok. Ketika waktu melambat, ketika dunia menyepi dan ketika teman menghilang. Tidak mudah berada pada posisi itu terutama ketika kita tahu bahwa ini adalah kesendirian yang panjang.

Teringat pertanyaan seorang teman ketika berada pada masa yang tersulit dalam hidupku, "Bagaimana bisa kamu memandang kesulitan sebagai kenikmatan ?"

Saya sempat memandangnya lama sekali. Sulit menjelaskan sesuatu kepada mereka yang belum pernah berada pada situasi itu. Tetapi setidaknya saya ingin menjelaskan dengan bahasa yang disederhanakan..

"Semua ada di sudut pandang, di mindset kita. Jika kita memandangnya sebagai beban, tentu yang ada hanyalah rasa putus asa. Tetapi ketika kita akhirnya mampu melihatnya sebagai sebuah peluang - peluang untuk mengupas diri sendiri dengan waktu yang diberikan Tuhan - tentu kita akan melihatnya sebagai kenikmatan.

Kesulitan sebenarnya adalah penggodokan jiwa manusia supaya ia bisa bertransformasi menjadi jiwa yang baru. Melepas keduniawian dan segala harapan, karena harapan adalah sumber segala kekecewaan.

Ketika manusia sudah terbebas dari harapan-harapan duniawi, sesungguhnya ia telah merdeka.."
Temanku masih saja tidak paham. Kuseruput kopiku, "Engkau akan paham pada waktunya ketika Tuhan menempatkanmu pada situasi itu.." ujarku.

Dalam perjalanan pulang, tanpa sadar bibirku tersenyum. Tuhan sayang sama Ahok, meski - menurut banyak manusia - kasih sayangNya terlihat aneh. Manusia memandang kesulitan itu sebagai ujian, sedangkan Tuhan menurunkannya sebagai kenikmatan..

Pantas saja Tuhan berfirman, "Nikmat mana yang engkau dustakan ?"
"Terkadang Allah mengambil segalanya dari seorang manusia, hanya supaya ia bisa mengenal Tuhannya.." Imam Ali as..

Kamis, 15 Juni 2017

SECANGKIR KOPI UNTUK PARA PENJAGA NEGERI

Gus Tutut
Apel Banser
Tidak banyak yang tahu, bahwa Banser NU diminta oleh aparat militer kita untuk membantu menjaga perbatasan Indonesia - Filipina.

Banser NU ikut berpatroli bersama polisi dan TNI di 3 pulau terluar yaitu Kepulauan Kawaluso, Kepulauan Matutuang dan Kepulauan Marore, Sulawesi Utara.

Peran Banser adalah menjaga jangan sampai ISIS dari Marawi Filipina masuk ke Indonesia. Peng-efektifan kembali organ NU untuk menjaga Indonesia ini sudah sangat tepat. ISIS berpotensi masuk ke Indonesia dengan baju "agama", dimana tidak banyak orang mengenali karena mereka membawa nama "Islam".

Disitulah berbahayanya ISIS..

Mereka menyaru sebagai "muslim" yang taat dimana tidak semua orang mengenali ideologi yang dibawanya. Mereka masuk dan berbaur dengan penduduk dan menjadi "sel tidur" sampai perintah menyerang dikumandangkan.

Banser NU bisa mengenali mereka-mereka ini melalui kedalaman pengetahuan agama mereka. Banser - sebagai bagian dari GP Ansor - adalah antivirus yang efektif bagi radikalisme yang kembali diaktifkan untuk membantu pengamanan negara.

Semua elemen masyarakat sudah saatnya ikut melibatkan Banser dan Ansor dalam kegiatan mereka untuk meredam radikalisme yang masih "tidur" di sekitar kita.

Perusahaan atau pabrik dengan karyawan yang banyak, sudah seharusya juga melibatkan Banser dan Ansor untuk menutup gerakan radikalis di dalam perusahaan yang tumbuh melalui masjid, mushala dan pengajian di lingkungan karyawan perusahaan.

Silent Majority sudah tidak boleh abai lagi terhadap situasi ini. Jangan seperti Marawi, ketika mereka tidak perduli dengan situasi, esoknya tiba-tiba mereka sudah dikuasai.


Mari angkat secangkir kopi untuk para penjaga negeri...