Sabtu, 10 September 2016

ARAB SAUDI GALAU

Wahabi Saudi
Wajah Mekkah
Tahun ini adalah tahun galau bagi Arab Saudi. Negara yang menguasai pusat ibadah umat Islam ini diserang masalah dari segala sisi.

Masalah pertama adalah tercapainya kesepakatan pada konferensi Islam bermazhab Sunni di Cechnya, dimana akhirnya mereka memutuskan bahwa ideologi Wahabi yang dianut Arab Saudi dikeluarkan dari mazhab Sunni.

Konferensi yang dihadiri 200 ulama terkenal dunia itu ingin melepaskan fitnah bahwa ideologi Wahabi adalah bagian dari mazhab Sunni, dimana inilah yang selalu diklaim oleh mereka. Banyaknya teroris seperti ISIS, Al-Qaeda, FSA dll yang berideologi Wahabi dan mengatas-namakan mazhab Sunni, membuat banyak ulama-ulama gerah.

Masalah kedua adalah keputusan kongres di AS yang membolehkan keluarga korban peristiwa 9/11 untuk menuntut Arab Saudi atas kematian 3 ribu keluarga mereka di gedung WTC New York. Dasar tuntutan adalah 15 pelaku semua berasal dari Arab Saudi dan terindikasi bahwa Saudi mendanai terorisme itu.

Masalah ketiga Saudi adalah tidak tercapainya kesepakatan Saudi dan Iran masalah penangan Haji. Iran menuntut Saudi atas wafatnya 5000 jamaah haji asal Iran ketika berhaji tahun kemarin. Saudi kemudian melakukan langkah blunder, melarang semua warga negara Iran, Yaman dan Suriah melakukan ibadah haji tahun ini. Keputusan Saudi ini jelas-jelas dikecam oleh Negara-negara Islam lain seperti Tunisia yang mengatakan bahwa Saudi ingin menghalangi orang beribadah.

Blunder keempat karena galau, Saudi tahun ini mengadakan kerjasama dengan Israel dalam pengadaan gelang jamaah haji. Gelang itu terindikasi sebagai alat mata-mata Israel untuk memantau pergerakan jamaah haji dan melakukan pengumpulan data atas mereka yang berhaji untuk kepentingan Mossad, dinas rahasia Israel.

Serangan-serangan yang sekarang dialami Arab Saudi membuat saya kembali melihat nubuwat awal kehancuran negara yang disebut-sebut oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai tempat munculnya tanduk setan dan sumber segala fitnah.

Munculnya Abraj Al-Bait Tower yang mirip dengan "tanduk setan" dan tersebutnya Najed -salah satu wilayah di pusat kota Saudi- dalam perkataan Nabi, membuat kepingan-kepingan nubuwat itu seperti sudah membentuk sebuah gambar besar siapa sebenarnya Arab Saudi, satu-satunya negara yang dinamai oleh nama keluarga, Ibnu Saud.

Tapi Saudi patut berbesar hati melihat Indonesia...

Karena disini banyak pemujanya, yang ingin semua di Indonesia berbau kearab-araban, yang berkata bahwa Saudi adalah negara yang di Ridhai Tuhan karena menjaga kunci Ka'bah, dan menjadi pembela fanatik yang menganggap bahwa siapapun yang mengkritik Saudi berarti dia bukan Islam.

Padahal Saudi sendiri merasa gak penting dengan pandangan para pemuja Saudi itu, karena Saudi lebih memuja barat sebagai trend fashion mereka.

Dalam kamus anak alay, cinta antara Saudi dan pemujanya ini bisalah disebut sebagai Cinta yang tertukar.


Ah, sedapnya kopi sore hari ini...