Kamis, 08 September 2016

Besok Archandra Jadi Menteri ESDM Lagi?

Mantan Menteri ESDM
Archandra Tahar
Jokowi itu politisi handal dan seorang pemain catur yang gemilang.
Saya selalu terkagum-kagum akan langkahnya yang brilian, cepat dan tepat. Ia suka mendapat masukan darimanapun, tetapi tetap memegang kendali keputusan.

Kasus Archandra misalnya...

Kesalahan administrasi terhadap kewarganegaraan Archandra bermula dari teledornya Sekretaris Negara dalam menyeleksi dan menyelidiki latar belakang calon Menteri, menjadi blunder yang berbahaya. Archandra yang diharapkan menjadi pedang tajam dalam keikut-sertaan pemerintah di migas malah bisa memakan pemerintah.
Langkah Jokowi yang langsung menon-aktifkan Archandra hanya dalam waktu 20 hari, bisa dibilang sebuah keberanian. Di tengah tekanan publik dari kelompok yang tidak percaya padanya, ia mampu mengambil keputusan yang sangat penting.

Bahaya memang ketika seorang Menteri seperti Archandra cacat secara hukum karena masalah kewarga-negaraannya. Jika begitu, maka seluruh keputusannya akan cacat juga secara hukum dan pemerintah akan sibuk menghadapi gugatan internasional ketika mengambil keputusan yang tidak menyenangkan mitra asing mereka.

Seperti buah simalakama posisinya pada waktu itu. Jika diteruskan berbahaya bagi hukum, jika diberhentikan maka Jokowi akan menjadi guyonan publik. Dan Jokowi berani mengambil resiko citranya turun karena dianggap ceroboh dalam memilih pembantunya.

Diberhentikannya Archandra adalah angin segar bagi para tikus di Migas yang biasa bermain mark-up kerjasama.

Dalam waktu menjabat 20 hari saja, Archandra berhasil memangkas biaya pengembangan blok Masela lebih irit 5 milyar dollar US. Bayangkan uang sekian yang terindikasi dibagi2kan ke berbagai tikus yang terlibat. Archandra baru mulai menjabat sudah masuk dalam rencana mega korupsi di blok Masela.

Jokowi itu tahu kapan harus mundur selangkah. Ia harus mengamankan panglima perangnya pada posisi sesuai dengan hukum.

Per 1 September, Archandra sudah resmi menjadi WNI. Dan sejak dipecat, dalam waktu kurang dari sebulan, Archandra sudah mendapatkan kewarga-negaraannya kembali.

Besok pagi Jokowi akan memanggil Archandra kembali. Desas desus di dalam mengabarkan, Jokowi akan melantik Archandra kembali.

Dan jika masa pemecatan dan pelantikan Archandra kembali memakan waktu kurang dari sebulan, saya harus angkat kopi setinggi-tingginya untuk Jokowi. Dia memundurkan kudanya selangkah, untuk mendapat posisi mengancam pertahanan lawan.

Bandingkan dengan BG yang sejak ditunda pelantikannya sampai sekarang tidak pernah menjadi Kapolri. Jokowi paham, siapa yang harus dia bela dan siapa yg harus disingkirkan. Langkahnya halus dan mengerikan.

Sekarang para mafia kembali harus berhitung ulang. Pesta mereka tidak lama, cukup sebulan dikasi kesempatan.

Kebayang Jokowi saat 15 Agustus lalu mengumumkan pemecatan Archandra, ia memandang lurus pada kamera.

Bahasa tubuhnya seperti Arnold Schwarzenegger, berjaket kulit dan kacamata hitam, dalam film Terminator sambil menggumamkan kegeraman, " I'll be back.. "

Trus ada yang njawil di belakangnya, "Pak, pak.. I'll be back iku artine nopo?".

Jokowi merah padam wajahnya sambil menghardik dengan logatnya yang medok, "Aku mbalik maneh... ngono ae kok takok ! Ngisin ngisini !!"

Seruputttt...