Selasa, 27 September 2016

GILANYA TAX AMNESTY

Tanpa banyak bicara, Tax Amnesty menunjukkan taringnya.
Dana repratiasi atau uang yang pulang kampung ke Indonesia melonjak 10 kali lipat. Akhir agustus lalu, menurut catatan Katadata, dana yang pulang hanya 9,4 triliun rupiah. Dan mendekati akhir September, dana mudik massal menjadi 101 trilliun rupiah.

Mudiknya dana dari luar negeri ini - terbanyak dari Singapura - membuat nilai tukar rupiah langsung menguat menembus level 12 ribu rupiah. Rupiah selasa ini diperdagangkan sebesar 12.903 per dollar AS, dan jika tren ini bertahan maka inilah nilai tertinggi yang dicapai Indonesia sejak Mei 2015.

Dirjen pajak juga mengumumkan bahwa nilai harta yang dilaporkan (deklarasi) melonjak 12 kali lipat dari akhir Agustus lalu, sekarang sudah mencapai lebih dari 1.900 triliun rupiah.

Terbanyak memang dari harta yang dilaporkan WNI dari Singapura, menunjukkan gertakan Sri Mulyani berhasil supaya Singapura tidak meng-kriminalisasi WNI yang melaporkan hartanya.

Masih ada ribuan triliuan rupiah lagi dana WNI yang terparkir di luar negeri. Di Singapura saja dilaporkan mencapai 2.000 triliun rupiah dan tersebar di seluruh bank investasi seluruh dunia senilai dengan nilai total 11 ribu triliun rupiah.
Dahsyat memang, ternyata Jokowi benar bahwa "uang kita ada..". Hanya tersembunyi di sudut-sudut sempit di British Virgin Island, di Koch Island dan di negara kecil imut kayak kutil seperti Singapura.
Inilah yang ditakutkan banyak negara bahwa ketika dana itu mudik, Indonesia akan mulai dengan pembangunan di segala bidang dan menjadi leader ASEAN di tahun 2020, seperti laporan dari Asean 

Development Bank.
Hail to Jokowi... You Rock, sir !!
Angkat dulu secangkir kopi..