Senin, 19 September 2016

GURU TERBAIK MANUSIA

Dalam rangka membantu teman mengelola resto dan cafenya, saya akhirnya jadi sering mantengin acara di youtube yang berjudul Kitchen Nightmare.

Ini acara reality show-nya Chef Gordon Ramsay, dimana ia membantu resto dan kafe yang sudah mau bangkrut untuk menemukan titik keseimbangan barunya kembali. Beda jauh dengan reality shownya Indonesia yang berkutat masalah cinta dan kebanyakan sudah settingan, acara ini sarat dengan ilmu teknis dan psikologis.

Ramsay harus berhadapan dengan para owner yang sudah berada pada zona nyaman dengan gaya mereka sendiri selama ini, meskipun sudah terbukti bahwa mereka salah.

Yang pertama dilakukan Ramsay adalah menghancurkan dulu secara psikologis "bangunan diri" kebanggaan si pemilik.

Menarik melihat para owner restoran itu marah sampai ngamuk, saling melempar kesalahan dan berlindung dibalik pembenaran dirinya. Dan reaksi itu terjadi karena mereka menutupi kelemahan diri mereka dengan aksesoris2 kebanggaan di sisi lain.

Situasi yang sebenarnya berlaku juga dalam kehidupan sehari2 kita, dimana kita akan merasa terusik ketika apa yang selama ini kita lakukan dan banggakan sekian lama ternyata sebenarnya salah besar. Pekerjaan terberat memang menghancurkan berhala diri sendiri, karena kita tidak mau mengakuinya sebagai berhala tetapi setiap hari kita menyembahnya.

Ketika akhirnya para owner itu akhirnya menyerah, karena sudah tidak punya jalan lain daripada menghadapi kebangkrutan, barulah Ramsay menata satu persatu secara teknis mulai dari dapur sampai penataan ruang.

Boleh dibilang acara ini berisi 80 persen pesan psikologis dan 20 persen teknis.

Seperti diri kita juga sebenarnya..

Masalah yang terjadi pada kita sehari2, lebih banyak bermuara ke masalah psikologis. Kita nyaman dengan kemudahan hutang untuk konsumtif dan salah memperlakukan apa yang kita kerjakan. Kita merasa sudah membantu orang dalam pekerjaan tapi sebenarnya kita lebih banyak memanipulasi mereka.

Kita merasa paling berguna sedangkan pasangan kita tidak tahu apa2. Entah berapa milyar model masalah yang kita tahu, tapi sebenarnya hanya satu pemecahan yang paling efektif sebagai pertolongan pertama yaitu berani jujur kepada diri sendiri.

Kita memahami bahwa air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah, tapi kita meninggikan diri kita sendiri. Jika ilmu itu seperti air, bagaimana ia bisa mengalir masuk dan mempengaruhi kita jika diri kita lebih tinggi darinya?

Hidup itu memang menarik, ketika kita melihat manusia dan karakter2nya bukan sebagai penghakiman bahwa diri kita lebih bagus dan benar darinya, tetapi sebagai sebuah pelajaran bahwa dalam setiap peristiwa pasti ada makna, ada mutiaranya.

Dan semua manusia, benar atau salahnya mereka, sejatinya adalah guru2 terbaik kita dalam hidup, dalam mencari diri kita sendiri....

Ngopi, brad? Seruputttt....

"Barangsiapa memperingatkanmu, ia seperti memberi kabar gembira kepadamu.." Imam Ali as.