Senin, 05 September 2016

Islam Protestan

Keberagaman
Keberagaman
"Jadi menurutmu mana agama yang paling benar? Islam, Kristen, Budha, Hindu atau yang lainnya? Jangan-jangan kamu atheis.."

Senyum-senyum saya bacanya. Mengupas agama itu selalu menarik. Tidak usah jauh berbicara isinya, masalah pengertiannya saja banyak yang gagal memahaminya.

Kubakar rokokku yang tinggal satu. Duh, mana hujan deras lagi, gak bisa beli. Tapi lebih baik kujawab saja sambil menunggu hujan yang malas untuk berhenti.

"Pahami dulu agama itu apa. Agama itu petunjuk supaya kita tidak kacau.

Bayangkan dunia ini adalah samudera yang sangat luas dan kita berada di tengahnya. Kita membutuhkan panduan, kompas, penunjuk arah supaya tidak tersesat.

Apakah bisa kita selamat sampai tujuan jika tidak pakai petunjuk? Bisa saja. Tetapi resiko tersesatnya sangat besar.

Karena itu adanya agama atau petunjuk itu lebih kepada meminimalkan resiko. Apakah dengan neyakini satu agama masih bisa tersesat? Bisa saja, kalau tidak mengikuti petunjuk2nya dengan benar..."

Rokokku tinggal separuh, kuhisap dengan hati-hati. Ah, nikmatnya... Kulanjutkan lagi menulis..

"Lalu agama atau petunjuk mana yang saya yakini? Saya meyakini Islam sebagai petunjuk supaya tidak tersesat. Buat saya Islam adalah kebenaran. Ya harus yakin bahwa itu benar dong, namanya meyakini atau iman.

Tetapi kebenaran itu untuk saya pribadi, bukan kemudian saya harus menyalahkan petunjuk orang lain. Mereka juga berkeyakinan bahwa petunjuk mereka benar dan mempelajarinya supaya tidak tersesat juga.

Jadi, lebih baik saya membaca petunjuk-petunjuk saya dengan benar daripada saya sibuk menyalahkan petunjuk orang lain. Toh tujuannya sama, supaya tidak tersesat.

Lebih baik kita saling bertukar petunjuk daripada saling menyalahkan. Bekerjasama dalam kebaikan lebih menguntungkan daripada bermusuhan...

Paham kan, son?"
Dari ujung sana terdiam. Lama. Dan tiba-tiba muncul tulisan..

"Jadi sebenarnya agamamu apa?".

Hujan sudah berhenti. Horeee... Semoga warung masih buka jam segini. Kujawab singkat saja karena kayaknya orangnya susah mengerti.

"Saya Islam protestan. Protes mulu kayak ketan.."

Langsung saya melesat pergi, menghilang di kegelapan malam. Saya sendiri heran bisa begitu cepat melesat.

Apakah saya Batman?