Rabu, 28 September 2016

KITA SEMUA SEJATINYA KAFIR

"Bang Denny muslim?".

"Bukan, saya kafir yang sedang berusaha menjadi muslim.."

"Loh, muslim kok kafir???"
"Ya gimana ya.. saya masih suka ngomongin orang, masih suka misuh, suka ngelirik wanita cantik.. kadang suka bohong, suka nyakitin orang.. Itu semua kan ingkar, karena kafir itu berarti ingkar. Ingkar dari tuntunan Allah dan RasulNya, karena tuntunan melarang itu semua.

Kalau kamu muslim?"

"Iya, saya muslim.. "
"Wah hebat dong, berarti kamu sudah memenuhi semua tuntunan Allah dan RasulNya.. Kamu adalah orang sholeh. Kalau gitu, saya patut menjadikanmu seorang wali karena maqom-mu pasti sangat tinggi.."

"Ah, ngga juga.. saya kadang suka sombong, suka melawan orangtua, suka mengeluh kalau sedang susah.."

"Berarti kamu kafir juga dong.. wah samaan kita..."

Kami tertawa gelak saling meledek satu sama lain. Secangkir kopi di malam hari ketika hujan, menghangatkan suasana..


Teringat seorang teman pernah berkata, "Mereka yang menyatakan dirinya muslim, sejatinya kafir juga karena ia sombong dan kesombongan adalah ingkar dari tuntunan.."