Selasa, 27 September 2016

MARIA OZAWA

Ini bukan status politik. 
Saya dulu suka banget dengan seorang wanita. Mungkin saya jatuh cinta, entahlah apa namanya. Fotonya dikirim seorang teman, dibilang itu saudaranya. Sungguh wajahnya imut tanpa dosa, senyumnya kecil saja, terlihat santun, berpakaian sederhana tapi pas dilihatnya, tidak norak dan sama sekali tidak bertampang menggoda.

Saking sukanya, foto yang dikirim tadi kujadikan wallpaper di smartphone O2 ku, yang dulu sangat gaya dengan touchscreen yang diketuk pake stylus atau pensil kecil.

Kalau ada orang nanya setiap melihat handphoneku, selalu kupamerkan, "Cantik, ya?" Biasanya sambutannya sama, "Gile.. cool banget wajahnya..". Bangga sekali waktu itu..

Sampai satu waktu, ketika mampir ke kos temanku itu, kulihat ia sedang asyik di kamarnya. Kuketuk pintunya dan kulihat wajahnya celingak celinguk seperti sedang menyembunyikan sesuatu. "Ayo masuk.." Katanya setengah berbisik.

Di kamarnya yang sempit ada PC yang setengah telanjang karena habis di bongkar ulang. Ia menggeser mousenya dan screen saver hilang. Lalu tampaklah video tentang sepasang lelaki dan perempuan sedang *prettttttt*. Maaf, sensor dari KPI.

Kubelalakkan mataku, menyorot tajam ke wajah si wanita. Kayaknya kok kenal?
MasyaAllah, itu si wanita yang imut tanpa dosa, yang santun dengan senyum kecil saja, berpakaian sederhana dengan wajah tidak menggoda... Ia sedang duduk mengangkang dengan wajah dan tubuh keringetan. (preeett preettt woi sensor woii !!)

Aduh, sakitnya hati ini. Serasa ditusuk dari belakang, wanita yang kuidamkan, yang selalu kubayang akan kubawa ke pelaminan, yang kukira akan menuntunku ke jalan yang benar, ternyata seorang bintang porno jepang.

Kuambil sendal karet swallow yang ada di pojok kamar, ku keplak kan ke kepala temanku yang kaget dan bengong tapi kemudian wajahnya kembali dihadapkan ke layar. "Saudara nenek lu kiper !" Gerutuku kesal. Aku langsung pulang tanpa pamitan.

Sambil berjalan kesal karena semua angan2 panjang hancur berantakan, aku bersumpah untuk tidak lagi tertipu dengan wajah lugu, sopan dan kekanakan. Bulshittttt... Aku sekarang akan mencari seseorang yang tampil apa adanya, berkata apa adanya tanpa kosmetik berlebihan.

Itu sekian belas tahun lalu..

Kuraih rokok dan segelas kopi sachet yang baru kubeli, tersenyum mengingat masa lalu waktu masih lugu dan sering tertipu karena menilai sesuatu dari tampang dahulu.

Eh, mana korek apinya? SIALLLLLL!!!