Sabtu, 17 September 2016

MELAWAN GOOGLE

Sri Mulyani sekarang sedang on fire..

Sesudah melabrak Singapura dengan senjata Tax Amnesty-nya, sekarang salah satu srikandi Indonesia itu sedang berhadapan dengan raksasa-raksasa internet besar seperti Google dan Facebook.

Google dan Facebook adalah perusahaan OTT atau Over The Top. Marahnya SM karena Google menolak untuk diperiksa pajaknya. Padahal, diperkirakan pada tahun 2015 saja pendapatan Google dari iklan digital di Indonesia mencapai 10 triliun rupiah.

Google ini memang canggih. Mereka membuat perwakilan di Indonesia, tapi transaksi iklannya semua ke Singapura (ah, dia lagi dia lagi..). Mereka tidak membuat badan usaha tetap disini sehingga bisa berkelit dari urusan pajak.

Bukan Indonesia saja yang pusing sebenarnya. Perancis barusan menggerebek dan menyegel kantor perwakilan Google di Paris karena mereka bandel tidak mau bayar pajak. Belum ada negara yang bisa mengejar pajak Google kecuali Inggris.

SM tidak terima dihina begitu saja. Ia memerintahkan Dirjen Pajak untuk terus menekan Google dan kalau perlu SM akan membawa kasus ini ke pengadilan pajak internasional, jika Google menuntut pemerintah Indonesia karena kantor operasionalnya disini ditutup dan diblokir.

Tegasnya SM melawan perusahaan-perusahaan internet raksasa global ini, mengingatkan kita pada bu Susi yang dengan gigih melawan kapal pencuri ikan asing yang sudah berpuluh tahun mencuri ratusan triliun rupiah dari hasil laut kita. Mereka sama-sama bermental baja, berkemauan kuat dan ditakuti oleh banyak negara.

Mereka bukan tipe emak2 yang naik metik dengan sein ke kanan tapi beloknya ke kiri. Mereka kalau kasih lampu sein, jalannya tetap lurus.. (eh?)

Siap-siap saja kalau Google, Facebook dan Twitter di blokir di Indonesia karena tetap bandel. Mungkin kita harus menyiapkan penggantinya dengan nama nusantara, misalnya Gugel (dengan logat Jawa kental), Pesbuk (Medan) dan Tuiter (Sunda).

Lagian disinyalir Google, Facebook dan Twitter itu arti sebenarnya adalah Aku Yahudi.
Makin malam kok makin ngelantur. Ini efek kehabisan rokok tapi warung tutup.

Mau seruput kopi juga takut nanti gak ngantuk, padahal besok pagi ada agenda tetap latihan gulat, angkat besi dan merangkai bunga.