Kamis, 01 September 2016

Muslim yang BODOH

Radikalisme
Islam Kegetan
Imam Jafar as shadiq as, cicit Nabi Muhammad SAW, mengambil sebatang besi. Beliau tiba-tiba membuat besi itu melayang dan berkata kepada murid-muridnya, "Pada satu masa, manusia akan terbang dengan besi seperti ini.."

Tidak terbayang bagaimana akal murid-murid beliau menyerap adegan di depan matanya. "Mungkinkah besi bisa terbang dan membawa manusia di dalamnya?". Perkembangan ilmu pengetahuan membuat kita malah sudah tidak aneh lagi terbang di dalam sebuah besi raksasa.

Islam sejak lama mengajarkan ilmu pengetahuan yang bahkan tidak terbayang oleh manusia di zamannya. Ilmu tidak hadir begitu saja, tetapi melalui banyak proses sehingga terwujud sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Lalu ketika Islam mengajarkan konsep tekhnologi ke depan, mengapa mereka yang mengaku muslim malah sekarang menjadi terbelakang pola pikirnya?

Itu karena semakin merosotnya nilai-nilai Islam dalam akal manusia. Islam hanya dipandang sebagai sebuah agama, sebuah komunitas, sebuah aksesoris kebanggaan, bukannya menjadi sebuah petunjuk yang bernilai.

Ketakutan berlebihan akan kemajuan ilmu pengetahuan, paranoid terhadap mereka yang tidak segolongan dan sibuk dengan kebanggaan membuat banyak dari mereka yang lemah akal.

Pada akhirnya mereka malah berkubang dalam kedangkalan berfikir dan kembali terjebak pada konsep harta, tahta dan wanita persis seperti masa jahiliyah.

Mereka niatnya bagus, ingin kembali meneladani Alquran dan sunnah (perbuatan dan perkataan) Nabi SAW. Tapi karena akalnya yang semakin lemah itu, mereka sibuk copy-paste tanpa pernah mau berfikir lebih dalam terhadap sunnah itu.

Mereka menyediakan diri di doktrin oleh ulama yang juga akalnya lemah. Semakin bodoh dalam memahami agama, semakin tinggi kebanggaan dalam golongan.

Nabi memang berkata untuk memelihara jenggot supaya rapih, tapi itu karena Nabi berkebangsaan arab dan hidup di sana yang mayoritas berjenggot karena hormonnya begitu. Jadi bukan kepada semua manusia, yang notabene seperti kita yang susah banget melihara jenggot meski 3 lembar.

Poin penting dari nasihat Nabi ini adalah menjaga kebersihan dan supaya terlihat lebih ganteng. Nabi memang menyuruh untuk mengangkat kain diatas mata kaki, tapi itu bukan karena tanpa alasan. Pada masa itu orang-orang kaya selalu menjulurkan kain yang harganya masih sangat mahal sebagai bentuk kenaikan status sosial. Nabi menyuruh mereka untuk mengangkat kainnya supaya mereka jangan sombong.

Itu pesan terpentingnya.

Jadi ketidak-mampuan melihat konteks berdasarkan "kapan, mengapa, dimana" membuat banyak orang mengartikannya dengan tekstual. Ulama tekstual mendapat pengajaran dari ulama tekstual dan memberi pelajaran tekstual. Bayangkan kerusakan massif dalam pemikiran muslim saat ini.

Semakin kesini semakin banyak yang goblok dan mengada-ada. Zaman internet bukannya menambah ilmu malah sibuk mengagumi ikan louhan yang kepalanya ada lafadz terduga "Allah SWT" dan takbir bersaut-sautan.

Tambah lagi meyakini bumi itu datar hanya karena takut kemakan propaganda NASA, sedangkan negara Islam lainnya tidak ada yang membantah bahwa bumi itu sejatinya bulat.

Islam mengalami kemunduran dahsyat dalam pemikiran, mirip seperti kristen di abad kelam yang menentang ilmu pengetahuan. Siapapun yang mengkritik para pemikir dangkal itu langsung disudutkan dengan tudingan "menghina Islam".

Agamanya maju, hanya umatnya yang berjalan mundur. Sudah waktunya minum kopi sore hari...
"Musuh terbesar umat Islam bukanlah dari mereka yang beragama Yahudi dan Nasrani, tetapi kebodohan pada umat Islam itu sendiri.." Imam Ali as.