Rabu, 21 September 2016

PAK AHER & PAK DEDI, GARUT BANJIR, PAK

Pak Aher dan pak Dedi Mizwar

Garut banjir, pak..

16 orang dikabarkan tewas dan 8 masih hilang. Ternyata Tuhan kurang sayang kepada bapak2, karena doa supaya Tuhan tidak menurunkan hujan lebat tidak terkabulkan..
Atau mungkin ini peringatan kepada bapak..

Bahwa doa saja tanpa usaha, sama saja meremehkan..
Bahwa hanya berduka tanpa mencegah, sama saja ketidak-perdulian..

Lalu untuk apa foto bapak riuh dimana2 menggantikan maskot PON ketika sejatinya bapak tidak pernah ada?

Apa cukup dengan tangis dan slogan PRAY tanpa ada langkah2 yang berjalan?
Perlu berapa korban lagi supaya bapak2 bisa sadar?

Untung bapak berdua muslim, kalau seperti Ahok yang nasrani bapak sudah dicaci maki..
Dianggap kutukanlah karena memilih pemimpin kafir..

Dianggap musibahlah karena mulutnya rusak..

Pak Aher dan pak Dedi Mizwar..

Garut banjir, pak..

Tenanglah duduk di singgasana.
Sambil membangun tempat ibadah dengan nilai trilyunan.
Biar kami saja yang melapor kepada Tuhan..
Bahwa kami harus memilih pemimpin yang disediakan dengan keharusan karena peraturan..
Tapi tidak sedikitpun bisa memilih dimana kami harus tinggal...

Setidaknya secangkir kopi di penampungan, cukuplah menjadi penghibur kami yang selalu menjadi korban...