Rabu, 21 September 2016

Panaskan Jakarta!

Ahok-Djarot
Ahok-Djarot
"Ahok dan Jarot pasti menang!".

Begitu euphoria sebagian teman-teman ketika PDIP mengumumkan dukungannya kepada pasangan ini. Saya rasa terlalu dini untuk menyimpulkan itu meski ada sedikit benarnya.

Kalau dilihat dari hitung2an kursi, Ahok memang lebih unggul ketika PDIP masuk. Ahok sebelumnya sudah mengantungi 24 kursi dari Golkar, Nasdem dan Hanura. Jika PDIP yang punya 28 kursi bergabung, maka total kursi yang mendukung Ahok 52. PKB kabarnya juga mau gabung jadi total 58 kursi.
 
Tapi yang perlu diingat, lawan juga - jika semua bergabung - maka mereka akan menjadi kuat. Total jumlah kursi Demokrat, Gerindra, PPP, PKS adalah 46 kursi. PAN nyempil buat slilit dengan 2 kursi jadi total 48.
Secara hitungan kursi jelas Ahok lebih unggul. Masalahnya, hitungan kursi ini tidak menjamin Ahok menang, karena jumlah kursi hanya untuk memenuhi syarat pendaftaran calon.
 
Pertarungan sesungguhnya ada di bilik suara. Dan lawan Ahok - sekali lagi jika mereka bergabung jadi satu - akan memanfaatkan betul isu SARA yaitu pemimpin non muslim dan ras china-nya. Terutama dengan adanya PKS di pihak lawan yang pasukan cyber-nya bisa dibilang menguasai arena media online.
Isu pemimpin kafir ini bagi sebagian orang pemilih yang beragama Islam itu berpengaruh, karena mereka didoktrin untuk takut pada ayat-ayat yang dibawakan. Dan mereka-mereka yang terpengaruh ini juga ada di dalam tubuh partai-partai pendukung Ahok.
Ormas-ormas, masjid-masjid dan pesantren tentu akan dikerahkan untuk melawan Ahok. Konsep yang penting "bukan Ahok" inilah yang akan mempersatukan mereka semua. Tidak penting siapa nanti calon lawan Ahok dimajukan yang penting dia muslim itu saja, tidak akan jauh dari isu itu.

Saya belum tahu siapa yang akan mereka majukan jika lawan Ahok sepakat bergabung, hanya bisa memperkirakan nama-nama seperti Sandiaga Uno, Rizal Ramli dan Yusril.
 
SU sepertinya tetap dimajukan entah dalam posisi Cagub atau Cawagub. Selain karena Gerindra suaranya dominan dengan 15 kursi, SU juga diharapkan akan menjadi mesin uang partai.
 
Rizal Ramli dan Yusril mungkin akan dimajukan juga karena lawan Ahok butuh orang yang dikenal masyarakat bukan sekedar kader partai.
 
Jadi, tidak perlu euphoria dulu nikmati saja pertarungannya dan mudah2an lawan Ahok nanti juga berkelas sehingga semakin panas. Jakarta akan menjadi sorotan kamera, panggung nasional menuju Pilpres 2019.
 
"Apa mungkin Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet dimajukan, bang?"
 
"Coba saya tanya dulu. Wahai kerang ajaib, apakah AD dan RS akan maju sebagai lawan?"
Kerang ajaib: "Mungkin saja. Seperti mungkinnya Erdogan menjadi Paus di Vatikan..."
Puja kerang ajaib, puja kerang ajaib.. kulukulukuluk...