Kamis, 20 Oktober 2016

Islam Sesungguhnya Jalan Cinta

Cinta
Jalan Cinta
Jika melihat kembali sejarah Islam awal Nabi Muhammad Saw menyampaikan kebenaran, maka kita akan melihat bahwa Islam sebagai jalan hidup disampaikan dengan sejuk.

Pada masa itu yang buas adalah kaum arab jahiliyah yang hidup tanpa tatanan, tanpa adab. Mereka hidup seperti binatang yang saling memangsa satu sama lainnya. Acara penggal kepala di jalan, menguburkan anak perempuan yang tidak dikehendaki hidup2 dan berzinah dengan ratusan wanita adalah "gaya hidup" yang dominan.
 
Jika di barat ada wild west, Arab dikenal dengan wild east..
Nabi Muhammad menyampaikan hukum2 untuk membangun tatanan masyarakat supaya lebih teratur. Beliau tidak mengancam atau membentuk barisan pasukan untuk memaksakan jalan hidup yang dibawanya, meskipun sebenarnya beliau sangat bisa karena istri beliau, bunda Khadijah, adalah wanita yang kaya raya.
 
Sejarah mencatat, Nabi mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Dilempar kotoran, diludahi dan dicaci adalah hal biasa. Ada 2 hal yang menyelamatkan beliau dari amukan massa yang beringas yang tidak suka dengannya.
 
Pertama adalah ahlak Nabi yang tinggi sebelumnya, sehingga dikenal dengan nama Al Amin atau yang dapat dipercaya. Dan yang kedua adalah keberadaan Abu Thalib, ayah dari Imam Ali as, yang sangat disegani pada waktu itu.
 
Karena kelembutan dalam penyampaian disertai kebenaran logikanya, berita tentang sang penyampai kabar menyebar. Dan satu persatu orang mulai berdatangan, duduk, mendengarkan dan mengikutinya kemana2. Mereka adalah para perampok, pembunuh dan pemerkosa yang tersentuh hatinya.
 
Satu persatu mereka masuk Islam, memilih jalan supaya mendapat ketentraman hati. Akal mereka terisi dan mendapat jawaban dari semua pertanyaan yang selama ini mengganggu mereka.
 
Mereka tidak mendadak beriman, tetapi menggunakan akal mereka untuk melihat mana sisi kebenaran dan kesalahan. Pada satu titik, mereka tidak mampu membohongi diri mereka sendiri.
Kenapa? Karena akal mereka sudah tidak mampu lagi mengingkari bahwa kebenaran selalu datang dari jalan yang benar dan disampaikan dengan cara yang benar.
 
Penyampai-nya harus teridentifikasi benar dulu.
Kalau Nabi dulu mantan penipu, siapa yang mau percaya apa yang disampaikannya? Atau kalau Nabi menyampaikan dengan tereak kopar kapir lalu penggal, siapa yang mau duduk mendengarkan perkataannya?
 
Nabi melakukan penyebaran agama tidak dengan pedang, tetapi melalui cinta.
Adapun sejarah yang mencatat bahwa terjadi peperangan di masa Nabi, adalah karena beliau diserang oleh kaum arab jahiliyah yang akhirnya mengangkat senjata karena Abu Thalib, penjaga Nabi, sudah meninggal dan karena takut melihat barisan di belakang Nabi yang semakin lama semakin besar.
 
Itulah sebenarnya fungsi akal. Untuk bisa menerima petunjuk dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya. Hewan tidak diberi akal, karena itu mereka tidak dihukumi dengan petunjuk yang diturunkan.
Nah, bagaimana dengan wajah Islam sekarang ? Mengikuti apa yang dilakukan Nabi atau malah kembali ke masa jahiliyah?

Hanya secangkir kopi yang bisa menjawabnya, karena ia jujur bahwa pahit adalah pahit.. Perlu sesendok gula untuk menyeimbangkannya.
Seruputtt..