Minggu, 09 Oktober 2016

KAUM SENGGOL BACOK

Radikal
Senggol Bacok
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan tafsir?
Tafsir itu berarti memberi penjelasan atau pendapat. Banyak sekali kalimat ketika diucapkan oleh seseorang berbeda sekali cara menafsirkannya, tergantung dari sudut pandangnya, luas pengetahuannya bahkan kepentingannya.

Di dalam Islam sendiri, ketika menafsirkan sebuah kalimat atau ayat dalam Alquran, bisa terjadi perbedaan tafsir. Dan sudah jamak para ulama dulukala juga beradu argumen ketika menafsirkan ayat.
 
Dalam menafsirkan ayat atau surat di Alquran harus melihat sejarah atau asal mula kalimat itu dikeluarkan, tidak bisa maen penafsiran berdasarkan nafsu sendiri sehingga dikeluarkan pada konteks sekarang yang bisa sangat berbeda pemahamannya.
 
Seperti contoh menikahi lebih dari satu istri yang termuat dalam Al-Quran.
Pahami dulu kapan ayat itu dikeluarkan, pada masa arab jahiliyah dimana seorang lelaki -apalagi dia kepala suku- bisa menikahi ratusan wanita. Alquran turun untuk mengatur supaya mereka lebih beradab dan menghargai wanita. Poin utamanya tetaplah harus adil.

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad Saw tidak mempoligami bunda Khadijah, cinta pertamanya, sampai bunda wafat. Alasan Nabi kemudian menikahi beberapa wanita lagi karena beberapa faktor, diantaranya karena janda tua dinikahi untuk menghindari fitnah dan hubungan kekeluargaan sekaligus membangun klan supaya tidak mudah diserang oleh musuhnya.

Jadi jauh sekali dari niat pelampiasan nafsu birahi, seperti yang sekarang ini terjadi pada umatnya yang ngacengan, kalau melihat yang montok sedikit langsung menyerbu dengan semangat juang dengan alasan mengikuti Nabi alias sunnah. Empat aja ga cukup, perlu fustun2 lagi sebagai obat awet muda.
Jadi bayangkan keruwetan semua ini bukan karena perintah di Alquran, tetapi karena cara menafsirkannya yang sembarangan.

Imam Ali bin abu thalib, khalifah ke empat dalam Islam saja, diserang oleh pasukannya sendiri hanya karena ayat dalam Alquran. Bayangkan, Imam Ali as adalah salah seorang penyusun Alquran, diserang oleh mereka dengan berpatokan pada Alquran. Pucing ga kepala onta?

Jadi, hati2 dalam menafsirkan sesuatu atau berpegangan pada tafsir seseorang. Nabi sudah bersabda, akhir zaman ini banyak orang yg bacaan Alqurannya bagus tapi mereka sendiri dilaknat oleh apa yang dibacanya...
Kadang saya geli pada kaum tekstual, yang menafsirkan ayat sesuai dengan pandangannya saja tanpa melihat banyak hal.
 
Kebayang seandainya ada ayat berbunyi, "Makanlah kamu dengan ayam yang kuberikan dan nikmatilah surgamu.."
 
Ayat itu sebenarnya bercerita tentang "ayam sebagai lauk teman nasi". Tetapi karena salah tafsir dengan bermodalkan teks doang, maka mereka bisa meyakini bahwa makan dengan seekor ayam yang mematuk2 disampingnya adalah jalan menuju surga.
 
Saya ketawa lagi membayangkan bagaimana sulitnya dulu Nabi bisa menjelaskan pada bangsa arab jahiliyah yang bodoh dan keras kepala. Wong sekarang aja yang gelarnya S3, bahlulnya gak kalah...
 
Jadi sebelum saya akhiri, saya mau kasih satu bukan hadis, "Minum kopilah kamu karena sesungguhnya ada Tuhan dalam secangkir kopi.."
 
Mari kita tonton saja yang gagal paham, merekalah ukuran terbaik bahwa akal kita masih lumayan waras, karena yang waras selalu ngalah dari kaum senggol bacok.. Seruput.