Selasa, 18 Oktober 2016

Ketika Indonesia Menuju Suriah 2

Timur Tengah
Perang
"Memang kalau Ahok mundur kenapa? Apakah berbahaya?". Kuseruput kopiku dan melanjutkan pembicaraan. Justru sangat berbahaya, dan disinilah sebenarnya titik pointnya.

Mundurnya Ahok dengan sadar atau karena tekanan, akan menimbulkan riak baru di daerah yang di dominasi agama Kristen. Mereka akan merasa terpinggirkan dan dianggap tidak memiliki Indonesia.
 
Wilayah Timur seperti Papua akan menuntut bahwa sudah terjadi diskriminasi dalam demokrasi Indonesia. Tekanan kepada muslim yang minoritas disana akan semakin besar dan tumbuhlah kebencian. Tekanan kepada mereka yang minoritas muslim, akan membawa kebencian baru kepada muslim mayoritas di seluruh nusantara.

Ada satu momen -mungkin- tempat ibadah akan di bom, pemuka agamanya meninggal, sebagai justifikasi bahwa kebencian antar 2 agama sudah menuncak. Dan diharapkan peristiwa Ambon dan Poso jilid 2 terulang.

Ingat kasus Santoso? Tiba-tiba dia yang sudah teridentifikasi teroris, diangkat dan dibangun citranya menjadi syuhada oleh media sosial. Mereka sedang menggali keluar kembali peristiwa Poso, supaya timbul kebencian pada 2 agama, Islam dan Kristen.

Dan ketika satu wilayah perang karena agama, wilayah lain diharapkan akan terdampak juga. Persis seperti Suriah, peristiwa ini di mulai dari daerah perbatasan yang jauh dari ibukota, meski pusat isu dari ibukota. Peristiwa yang mengancam disintegrasi ini juga akan menyeret ke pemerintahan Jokowi. Jokowi dianggap tidak siap dan lemah. Dan suara-suara lokal maupun internasional dari ormas-ormas dan LSM bayaran, akan bermunculan berteriak bahwa Jokowi dan aparat melanggar HAM.

Dan kembali "ulama internasional" itu bertindak dan memberi fatwa. Situasi buruk ini saja sudah memberi pengaruh pada ekonomi Indonesia. Investasi asing berhenti dan uang lari ke negara lain, menyebabkan rupiah jatuh. Ekonomi kita akan berada pada titik dasar, yang membuat rakyat susah.
 
Dan tebak apa yang akan terjadi?
Demonstrasi dimana-mana menyuruh Jokowi turun dari jabatan dan diharapkan akan terjadi peristiwa Mei 98. Elemen buruh akan turun dengan kekuatan besar karena pabrik-pabrik tutup tidak bisa membayar mereka sebab dollar sedang tinggi-tingginya, mereka tidak bisa membeli bahan yang harus di impor.
Selebihnya.. Kita bisa melihat nasib Suriah.
 
"Lalu mengapa aparat diam saja ketika ormas-ormas itu terlihat radikal?".
Jokowi tidak ingin mengulang apa yang dilakukan Bashar Assad dengan melakukan tindakan represif, karena memang itu yang diinginkan oleh kelompok-kelompok ini.
 
Ketika pemerintah bertindak keras, maka mereka akan bermain sebagai korban atau playing victim. Apalagi ketika terjadi bentrokan di daerah perbatasan dan ada pembunuhan dimana-mana, ketika aparat bertindak keras dengan menembaki pelaku kerusuhan, maka mereka akan dengan sangat mudah memutar-balik fakta bahwa Jokowi membunuh rakyat tidak berdosa melalui gambar dan youtube yang menjadi viral dunia.

Persis seperti situasi awal saat Bashar Assad di fatwa melakukan kejahatan kemanusiaan, dan masuknya pasukan internasional.
 
"Duh, apa mungkin bisa sebesar itu skalanya?".
Lihat Suriah.. Dulu mereka seperti kita. Sedang santai atau bekerja seperti biasa, dan -bummmm- semua berbalik arah. "Siapa kira-kira dibalik itu semua?".

Banyak. Mulai dari negara tetangga yang sedang gamang karena Indonesia berpotensi memimpin Asean dan kekuatan besar untuk mengambil alih sumber daya alam Indonesia dengan bersembunyi dibalik topeng mendirikan negara Islam.

Mereka akan memanfaatkan tenaga kita sendiri untuk bertarung sesama saudara. Dan mereka akan mempersiapkan seseorang yang bisa mereka kontrol sebagai boneka.

"Ah, kopiku udah dingin.."
Sama, kopiku juga. Tugas kita sekarang menjaga rapat barisan supaya tidak terprovokasi dengan isu-isu murahan. Perbanyak dialog dan pertemuan lintas agama, karena persatuan kita umat beragama akan sangat menyakitkan hati mereka.

Sebarkan pesan-pesan damai dan didiklah orang di sekitar kta untuk saling menghargai dan tidak radikal. Umat Kristen akan sangat dicoba disini, dengan tetap memperlihatkan bahwa ketika mereka mayoritas di wilayahnya, mereka akan menjaga muslim yang minoritas supaya tetap aman, seperti ketika NU dengan bansernya menjaga mereka.
 
Percayakan semua pada pemerintah, bahwa apa yang mereka lakukan adalah menjaga konstitusi tetap terjaga. Dan perusuh akan ditindak sebagai kriminal bukan karena masalah sektarian.

Semoga kita bisa terus ngopi dalam situasi damai yang kita pertahankan dan perjuangkan. Karena memperjuangkan situasi sekarang yang damai sama dengan membel negara dan disanalah hukum jihad terlaksana.

"Apakah analisamu valid?".
Semoga tidak, karena jika valid saya malah ngeri membayangkan apa yang terjadi nantinya.
Mending seruput kopi sambil mengamati situasi yang berkembang dan terus waspada..