Senin, 03 Oktober 2016

Semua Akan Tua Pada Waktunya

Ribuan triliun harta sudah di deklarasikan lewat tax amnesty dan ratusan triliun rupiah akan masuk ke Indonesia.

Dana2 itu akan banyak diputar di Indonesia melalui bank2 dan manager investasi dan disalurkan ke proyek infrastruktur yang sedang dikebut pembangunannya dari timur sampai barat Indonesia.

Dampaknya, 5-10 tahun ke depan ekonomi Indonesia akan bangun dari tidur panjangnya. Keuangan negara ini akan sehat karena arus kas mengalir lancar. Kuatnya ekonomi Indonesia akan mengundang dana asing masuk dan investasi besar2an di sektor swasta akan dimulai. Rupiah jelas menguat ketika semua itu tercapai.

Ke depan, kita diharapkan akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan lagi seperti selama ini menjadi budak. Orang asing harus belajar bahasa Indonesia supaya bisa berbisnis dengan orang kita.

Pedagang tahu bulat sudah tidak lagi keliling menggoreng di atas bak pickup, tapi sudah delivery call dengan rasa yang bervariasi hasil inovasi. Ada tahu bulat isi mozzarella sampai ada yg pake topping ice cream. Gengsi para pengusaha kecil naik karena orang punya uang untuk membelanjakannya.
Lalu. bagaimana nasib buruh ?

Teknologi tidak bisa dihambat. Tenaga manusia semakin mahal dan sebagai efisiensi maka pabrik2 akan melakukan penataan ulang dalam sistemnya dan lebih mengandalkan robot sebagai pengganti karena lebih murah dan efisien.

Buruh dituntut untuk beradaptasi dan menguasai teknologi, jika tidak mereka akan terbuang. Negara tidak bisa terus2an membela buruh karena resikonya pabrik akan hengkang.

Karena itu jujur saya sebenarnya kasihan dengan mereka yang berprofesi sebagai buruh dan sok gagah di jalanan, demo berpanas2an demi uang bensin dan uang makan yang tidak seberapa. Suara mereka dibeli oleh politikus dengan harga murah yang sama sekali tidak perduli dengan nasib mereka.


Jargon2 buruh melek politik hanyalah pengalihan dari kepentingan kelompok tertentu yang memanfaatkan tenaga mereka. Buruh dibuai dengan janji surga bahwa mereka akan sejahtera, sehingga menjadi malas mengasah skill, meningkatkan ketrampilan dan manja. Buruh hanya menjadi komoditas, tubuh tanpa jiwa yang terus menerus diperkosa.

Pada akhirnya, ketika ekonomi Indonesia berjaya, mereka yang kemarin sibuk demo diperalat oleh serikat yang isinya mafia, akan tersingkir oleh peradaban. Mereka tidak terpakai karena banyak perusahaan yang enggan, selain karena tidak ada ketrampilan yang memadai juga karena mereka sudah dicap sebagai pembangkang.

5-10 tahun lagi, mereka yang dulu demo dengan naik kawasaki ninja yang cicilannya naudzubillah dengan gadget yang selalu berubah2, akan terduduk diam di sudut kotor memandang pembangunan pesat kota dengan mata tuanya, di rumah kontrakan petak yang banyak kecoa, menyesali kenapa dulu tidak memanfaatkan usia muda dengan melatih diri supaya bisa keluar dari sistem dan mulai berwiraswasta.

Sakit di usia muda jauh lebih baik daripada miskin di usia tua.
Buruh panasbung harusnya belajar dari bintang *pret pret* Asia Carrera. Dulu dan sekarang sudah jauh berbeda.

Percayalah, semua akan tua pada waktunya..
Minum *prett* dulu...

"Woi, KPI ! Kopi kok di sensor juga !!"