Selasa, 11 Oktober 2016

Serigala Berbaju Ulama

Profesi
Serigala Berbaju Ulama
Apakah seorang ustad atau ulama adalah sebuah profesi?
Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, profesi adalah bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian. Profesi selalu berhubungan dengan pekerjaan dan membutuhkan keahlian.

Pertanyaannya, benarkah ustad adalah sebuah pekerjaan?
Sebenarnya tidak tepat bahwa ustad atau guru agama digolongkan sebagai profesional dalam pekerjaan. Ustad adalah sebuah pengabdian, sebuah panggilan hati. Ia pengejar pahala akhirat bukan materi dunia.
 
Ketika seorang yang digelari ustad masih mengejar dunia, maka perlu dipertanyakan ke-ustad-annya. Ia seharusnya menjadi pembimbing kita dalam memahami petunjuk2 akhirat. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai manusia, pekerjaan yang diluar ilmu agamanya.
 
Jadi wajar saya heran ketika seseorang dipanggil ustad, ia menetapkan tarif maksimal. Ia ini mau memberikan petunjuk atau jualan?
 
Ketika seorang ustad jualan, maka tidak heran ia sebenarnya hanya seorang sales ayat saja dan mendapat penghasilan dari ayat yang dijualnya. Dan tidak heran juga ketika ia bermewah2 dengan penghasilannya, koleksi motor gede, rubicon putih, tambah istri dan lain2 yang sifatnya duniawi.
 
Lalu kita harus bertanya pada diri kita sendiri, bagaimana mungkin seseorang yang masih terikat kuat dengan kemewahan duniawi mengajarkan kita jalan akhirat?
Kontradiksi inilah yang membuat saya terus berfikir dan tidak mempercayai banyak mereka yang berpakaian agama tetapi sesungguhnya hanya mementingkan nafsunya saja. Nafsu pada dirinya seharusnya adalah hal pertama yang harus dikalahkan seorang ustad, sebelum ia memberi petunjuk kepada orang lain bagaimana mengalahkan nafsu itu sesungguhnya...
 
Saya lebih mempercayai secangkir kopi dengan kepahitannya yang mengajarkan bahwa sesungguhnya hidup ini hanyalah topeng belaka. Begitu banyak serigala yang berbulu domba disekitar kita dan berteriak2 bahwa ia bukan serigala.
 
Meski begitu, satu yang tidak bisa disembunyikan dari serigala2 ini adalah ekornya yang selalu tampak keluar, meski taring bisa ia sembunyikan. Ekor itu adalah bahasa lain sebagai pengganti kata "ahlak".
Iblis bisa berbaju apapun, tapi ahlak adalah sesuatu yang ia sangat benci dan tidak mampu ia sembunyikan betapapun rapatnya ia menyimpan.
 
Seruput, kawan?
"Sebagaimana siang dan malam tidak pernah bersua, begitu juga cinta Allah dan cinta dunia.." Imam Ali as..