Senin, 10 Oktober 2016

Wahab Al Nasrani

Husain
Thomas Carlyle
Aku bercerita kepada temanku yang nasrani.
Temanku,
Pernahkah kukabarkan kepadamu seorang syuhada di Karbala bernama Wahab si nasrani?
Ia berusia 17 tahun dan seorang yang sangat tampan. Ia begitu terpana ketika melihat sedikittnya rombongan Imam Husain as.
Ia bersujud di depan ibunya. "Ibu, bolehkah aku bergabung dgn pasukan Husain ?" Ibunya menangis karena ia tahu bahwa itu berarti kematian. "Apakah sudah tetap langkahmu, anakku?" Tanyanya. "Demi kehormatan, ini adalah waktuku."
 
Dengan derai airmata sang ibu mendekati Imam. "O cucu Muhammad, apakah anakku bisa mendampingimu melindungi nyawamu dengan nyawanya?".

Imam tampak ragu dan menyarankan supaya Wahab tidak mengikutinya karena menjadi pasukannya saat ini, mati adalah kepastian.
 
Melihat keraguan Imam, Wahab si nasrani melompat dan bersimpuh dihadapan Imam. "Jika untuk berjuang disampingmu aku harus menjadi muslim, saksikanlah Imam, bahwa Allah adalah Tuhanku dan Muhammad adalah Nabinya."
 
Lihat Wahab berjuang. Ia menghempaskan 39 pasukan musuh, 19 diantaranya adalah pasukan berkuda. Pertarungan gagah berani itu disaksikan dengan mata kepala istrinya sendiri, Umm Wahab, yang meminta untuk ikut berjuang tetapi Imam Hussain menyuruhnya kembali ke tenda.
 
Satu persatu tangan Wahab al nasrani terpotong karena begitu banyaknya musuh. Kepalanya melayang terpenggal dan jatuh tepat dihadapan ibundanya. Dengan hati remuk sang ibu mengangkat kepala anak tercintanya dan menciuminya.
 
Umm Wahab, sang istri berlari ke arah Imam Hussain. "Wahai Imam, apakah suamiku sekarang menuju surga ?" Imam menjawab, "Suamimu menuju surga..". Umm wahab menatap wajah Imam, "Bisakah kau menjanjikanku bahwa aku bisa menuju surga bersama suamiku ?" Imam mengangguk.
Temanku,
 
Engkau mungkin tidak percaya apa yang dilakukan Umm Wahab, istri wahab al nasrani. Ia mengambil kepala suaminya dan menciuminya sambil berkata, "Kuucapkan selamat atas surgamu, suamiku sayang.. Allah mengijinkanku untuk mendampingimu.."
 
Perkataan Umm wahab didengar musuh yang langsung menyerbu kearahnya dan memenggal kepalanya. Umm Wahab tercatat sebagai syuhada wanita pertama di Karbala. Dan ia seorang nasrani yang berani.
 
Kulihat temanku mengusap matanya yang memerah. Ia tidak menyangka bahwa seseorang di dalam agamanya, mampu menjadi 72 pejuang melawan puluhan ribu pasukan Yazid bin Muawwiyah.
Itu bukan lagi keberanian. Itu sudah pada tahapan keimanan.
- 24 September '15 -