Minggu, 27 November 2016

Jawa Barat yang Selalu Juara

Apa yang kurang dari Jawa Barat?
Hampir tidak ada. Provinsi ini penuh dengan prestasi yang sulit ditandingi oleh provinsi lainnya...
Sesudah menyabet gelar juara sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia, sekarang mereka meraih juara lagi sebagai tempat dengan laporan pungli terbanyak di Indonesia.
 
Mengagumkan...
Ini semua berkat kepasrahan total dari pak Gubernur yang sangat Islami dan selalu menyerahkan semua masalah kepada Tuhan. "Kita harus banyak merenung.." Katanya. Ketika ada rakyat miskin di depannya, langsung merenung. Ketika ada korupsi lewat di hadapannya, lalu merenung. Merenung dulu 3 jam, lalu lupakan.

Mungkin sama seperti masalah sampah di sungai Cikapundung, penyelesaiannya adalah dengan fatwa, "Pungli haram.." dan sesudahnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja. Semua harus ada Tuhan... Sangat relijius, menandakan keikhlasan yang sangat tinggi. Tidak semua Gubernur mampu memimpin dengan nilai spiritual seperti ini..
 
Ditambah dengan Wagub yang selalu menangis di setiap peristiwa, membawa provinsi Jabar sebagai provinsi yang sangat tabah. Ada hujan, nangis.. Ada banjir, nangis lagi... Bahkan ada Ahok, juga nangis..
 
Sangat sederhana rupanya menjadi pejabat di Jabar. Yang penting bisa merenung dan menangis, semua masalah terselesaikan dengan baik. Mungkin Kang Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil bisa mulai belajar seperti ini jika ingin sukses di Jabar nanti..
 
Solusi dari semua masalah di Jabar adalah bangun masjid termegah senilai 1 triliun rupiah. Tuhan mungkin pergi dari sana ketika banjir bandang, karena itu Tuhan harus punya rumah yang megah supaya betah.
 
Rakyat tidak perlu punya MCK. Kalau mules karena kebelet, cukup merenung dan menangis, lalu prettt.. selesai masalah. Rakyat yang patuh dan taat pada pemimpinnya, mereka bahagia karena mereka juga yang memilihnya.

Terharu dengan semua itu, aku seruput kopiku dan mulai bertanya,
"Tuhan, rencana apa dariMu supaya Jawa Barat bisa menjadi provinsi kebanggaan rakyatnya ?"
Tuhan merenung, lalu menangis....