Minggu, 27 November 2016

Naga di Sekitar Kita

9 naga
Naga
Saya mencari-cari pernyataan pak Din Syamsudin, sesudah beredar foto HRS dengan beberapa pengusaha besar keturunan China. Kemana pak Din, ya.. Yang kemaren berteriak-teriak bahwa di belakang Ahok ada 9 naga? Apakah pak Din mau berteriak hal yang sama bahwa dibelakang HRS juga ada 9 naga?

Pak Din tidak mungkin berteriak hal yang sama kepada HRS, karena itu berarti menampar diri sendiri. Sudah kadung teriak anti China, eh temannya juga ternyata begitu. Seperti sudah saya jelaskan dalam tulisan Pak Din & ilusi 9 naga, bahwa para pengusaha besar yang dikuasai etnis Tionghoa sebenarnya tidak melihat etnis apa dan agama apa dalam berbisnis, karena uang itu etnis dan agamanya sama. Mereka yang sudah kadung menguasai ekonomi negara ini bertahun-tahun lamanya tidak mungkin akan bertaruh hanya dengan menaruh kartu di satu pasangan calon saja.

Bisa dibayangkan, investasi yang mereka keluarkan ratusan triliun besarnya. Karena itu, setiap ada pilkada dimana mereka punya bisnis disana, mereka selalu menaruh kartu di semua pasangan calon. Apalah artinya 3 triliun yang dibagi kepada 3 pasangan calon, dibanding resiko jika proyek ratusan triliun itu dihentikan oleh salah satu yang mereka tidak unggulkan?.

Itu hukum yang sudah biasa dan terjadi dimana-mana.. Hanya saja, di masa pemerintahan Jokowi ini agak sedikit berbeda. Jokowi mempunyai gaya yang jauh dari pendahulunya. Ia tidak bisa diatur oleh naga, kebo, kadal, kuda, tikus dan binatang lainnya. Ia tuan bagi dirinya. Jokowi membutuhkan para naga itu, tetapi harap berjalan sesuai rel yang ada. Boleh bisnis, tapi yang wajar. Kalau tidak, saya sikat.

Meraunglah para naga ketika bisnis gurita mereka mulai impor pangan sampai proyek mega konstruksi dihentikan. Mereka sudah terlanjur invest dimana-mana dan sudah keenakan makan di periuk yang lama.
 
Hubungan HRS dengan para pengusaha besar keturunanChina itu sebenarnya bukan barang baru. HRS harus dekat dengan mereka, dalam segala bidang, termasuk menjaga tempat bisnis mereka supaya organisasinya tetap hidup. Organisasi yang terdiri dari ribuan anggota di beberapa provinsi itu tetaplah harus makan dan cara yang mereka lakukan sama saja dengan cara yang dilakukan Hercules dan kawan-kawan, hanya ini berbaju agama.
 
Foto itu hanya menguatkan apa yang telah terjadi selama ini, karena orang baru percaya kalau sdh melihatnya sendiri.

Karena itu, biasa-biasa sajalah... Semua yang tampak terlalu suci biasanya sangat kotor hanya tidak terlihat di permukaan. Kemampuan untuk melihat peristiwa dengan sangat luas itu diperlukan, supaya tidak mudah dibodohi oleh sesuatu yang terlihat indah di mata...
Eh, pak Din kemana ya?.

Mungkin sedang ngopi orangnya. Seruput...