Kamis, 10 November 2016

Putin: Selamat Datang, Trump

Putin
Donald Trump dan Vladimir Putin
Mengamati sejenak pilpres AS ini saya jadi inget Vladimir Putin, Presiden Rusia. Putin ini kesal dengan Barrack Obama. Soalnya Obama ini gak jelas langkahnya terutama dalam urusan luar negeri. Kerjanya menempatkan pasukan terus, berjaga2, tapi gak ngapa2in.

Putin sampai berkata dengan kesal, "Obama, angkat senjatamu. Kita perang. Jangan jadi badut yang menjual ancaman, tapi tidak melakukan apa-apa.."
 
Kekesalan Putin ini diungkapkannya saat krisis Crimea 2 tahun lalu, dimana AS bilang kalau mereka tidak ikut campur tapi menempatkan pasukannya di perbatasan Ukraina. Obama menurut Putin hanya main gertak, sambil jelekin Rusia kesana kemari, tapi waktu ditantang beneran hilang.
 
Karena itu, Putin lebih suka Donald Trump yang terpilih dan jauh hari dia sudah mendukungnya.
Ada dua kemungkinan Putin suka sama Donald Trump.
 
Yang pertama, Trump itu tipikal pengusaha, sehingga lebih mudah negosiasinya. Trump akan mendorong perdamaian di Timteng karena akan mengurangi imigran ke AS. Kalau Timteng damai dan makmur, maka "bisnis pribadinya" pun disana ikut lancar. Bagi Trump, its all about money. Its all about dam dam daradamdam..
 
Yang kedua, Trump itu reaktif. Jadi enak kalau gertaknya. Kalau perang, ya perang sekalian berhadap2an. Dengan perang berhadapan, Putin tersalurkan jiwa koboinya sekaligus menunjukkan kekuatan militer Rusia di mata dunia. Biar banyak yang pesen senjatanya...
 
Beda kalau Hillary yang menang. Hillary ini bawaannya senang perang. Mungkin pelampiasan dendam karena suaminya Bill Clinton dulu kepergok *pret pret* sama Monica Lewinsky.
 
Cuman model perangnya Hillary ini mirip Obama, ngeselin. Hillary lebih senang ngedandanin 'boneka' seperti ISIS untuk maju perang daripada maju dengan kekuatan militernya sendiri. Buat Putin, ISIS itu bukan lawan seimbang. Lebih banyak maen propagandanya daripada adu senjatanya.
Jadi, terpilihnya Trump sebagai Presiden pasti membuat Putin senang. "Enak nih maennya.." Begitu mungkin pemikiran Putin. Lagian Putin senang melihat rambut palsu Trump yang berkibar ketiup angin. Mungkin mirip bulu beruang pirang...
Karena itu, selamat datang Trump...
 
Dan selamat juga kepada rakyat Amerika yang senang sesuatu yang kontroversial, bahkan ketika memilih Presiden. Mereka sudah terlalu bosan melihat politikus, sekali2 melihat aksi ugal2an dari orang yang tidak punya background politik kan menyenangkan..
 
Rakyat Amerika sesungguhnya butuh hiburan. Mereka menyebut diri mereka "minus vacation". Kalau di kita lebih terkenal dengan sebutan "kurang piknik.."
Seruput ah.. Kopi kok ada rambutnya..