Jumat, 18 November 2016

Tuhan Tidak Ada Dalam Secangkir Kopiku Lagi

Kehidupan
Kehidupan
Terkadang aku rindu berada pada situasi di bawah lagi. Supaya bisa menulis mutiara hikmat dari kegundahan yang kualami. Situasi nyaman ini memang membinasakan.

Tapi temanku berkata, jika hanya karena berada pada posisi terbawah kamu bisa menulis hikmat, maka sebenarnya kamu berjalan ditempat. Justru kesulitan menemukan hikmat dalam posisi nyaman itulah, menunjukkan bahwa kau naik kelas.
 
Karena sesungguhnya ujian terberat adalah ketika kamu berada di puncak.
Dia benar. Tetapi sulit sekali mencari kunci hidup ketika berada di atas.

Aku bahkan tidak tahu, apakah Tuhan masih berada dalam secangkir kopiku sekarang ini? Atau aku sudah menciptakan Tuhanku sendiri?
 
Ceritakanlah padaku kesulitanmu yang tertinggi, supaya aku bisa kembali mengajari diriku sendiri lagi.