Jumat, 16 Desember 2016

Cuci Otak di Aleppo

Kembali ke Suriah...
Masih ingat foto anak kecil yang duduk di kursi oranye yang badannya putih terkena abu reruntuhan gedung?

Saya pernah menulis tentang bagaimana kebohongan dalam bentuk propaganda yang aktif dimainkan di Suriah. Kebohongan ini disebarkan sebuah organisasi bernama White Helmet. WH bermain peran sebagai organisasi kemanusiaan, tapi sesungguhnya mereka memainkan propagansa kebohongan yang menyudutkan pemerintahan Bashar Assad.
 
Menariknya, si Helm Putih ini beritanya diambil oleh banyak media mainstream internasional dan dijadikan acuan.
 
Operasi terbaru White Helmet adalah saat tentara pemerintah Suriah beserta Rusia dan Hizbullah berhasil membebaskan Aleppo dari tangan teroris. Mereka memainkan akun twitter bernama Bana dengan profil seorang anak kecil berusia 7 tahun.
 
Bana memberikan laporan tentang situasi Aleppo dengan gambar2 anak2 yang menderita karena kekejian pemerintah Suriah. Gambar2 ini diserap secepat cahaya oleh mereka yang "merasa trenyuh" oleh situasi disana. Bahkan sekelas Ridwan Kamil aja terpesona dan ikut menyebarkannya.
 
Para pejuang anti-Hoax kemudian mengkonfirmasi bahwa gambar2 yang disebar itu adalah gambar2 saat perang Irak dan di Gaza, bahkan ada yang di Pakistan di tahun 2003 - 2009.
 
Sedangkan warga Aleppo sendiri sedang bergembira merayakan pembebasan mereka tetapi tidak terkabarkan dengan maksimal.
 
Inilah perang propaganda paling mengerikan, ketika dunia kita dikuasai oleh media2 internasional pendukung imperialisme. Cuci otak terus dilakukan setiap detik sampai kita akhirnya percayai kebemaran karena kebohongan yang terus diceritakan berulang-ulang.
 
Jurnalis perempuan independen asal Kanada Eva Bartlett bercerita tentang hal ini. "Saya sudah sering ke Kota Homs, Maaloula, Latakia, dan Tartus lalu ke Aleppo, empat kali. Rakyat Suriah mendukung pemerintahnya dan itu adalah kebenaran. Apapun yang kalian dengar dari media Barat justru kebalikannya," kata Bartlett, seperti dilansir Russia Today, Rabu (14/12).

"Dan dalam hal ini, apa yang kalian dengar dari media Barat, saya akan sebutkan--BBC, Guardian, the New York Times, dan seterusnya--tentang apa yang terjadi di Aleppo adalah bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya."
 
"Organisasi-organisasi itu mengandalkan laporan dari Pemantau Hak Asasi suriah (SOHR) yang bermarkas di Coventry, Inggris, yang dikelola oleh satu orang. Mereka (media Barat) juga mengandalkan Helm Putih. Organisasi kemanusiaan yang didirikan oleh mantan militer Inggris dan didanai jutaan dolar oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat," ungkap Bartlett.
 
Jadi, ketika anda mengkonsumsi berita, pastikan berita itu tidak mengganggu akal sehat anda..
Mirip-miriplah ma berita aksi massal di Monas yang dihadiri 7 juta orang itu..
Serumprut....