Kamis, 15 Desember 2016

JOKOWI DI IRAN

Iran
Jokowi di Iran
Yang sebelah kiri Jokowi adalah Presiden Iran, Hasan Rouhani. Beliau selain seorang Presiden juga adalah seorang ulama.
 
Beliau seorang mujtahid, yaitu orang yang sungguh-sungguh mencurahkan perhatian pada ilmu agama. Jadi bisa dibilang ilmu agama beliau sangatlah tinggi.

Disinilah hebatnya ulama Iran. Mereka bukan saja mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai bidang keilmuan lainnya. Hasan Rouhani adalah kepala negosiator perundingan nuklir antara Iran dengan negara barat.

Kalau anda bilang itu sudah hebat, coba perhatikan yang sebelah kanan Jokowi. Beliau adalah Ayatullah Sayyid Ali Hussein Khamenei. Gelar Ayatullah lebih tinggi dari Mujtahid, yang berarti beliau sebagai ulama rujukan yang bisa mengeluarkan fatwa. Gelar Sayyid menunjukkan beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, terlihat dari sorbannya yang berwarna hitam.

Posisi Ayatullah Khamenei lebih tinggi dari Presiden. Beliau adalah pemimpin besar Iran atau biasa di sebut Rahbar. Beliaulah yang menentukan seluruh gerak kebijakan Iran. Tidak ada kebijakan Iran yang lepas dari frame yang dibangunnya. Rakyat Iran memandangnya sebagai seorang Imam, pemimpin tertinggi umat.
 
Jangan tanya kehidupan sehari-hari mereka, sangat sederhana. Di Iran, untuk ulama sekaliber mereka, agama sudah bukan lagi berada pada tataran diskusi tapi sudah berwujud pada kehidupan sehari-hari bahkan gerak politik. Iran mencontohkan bahwa agama bisa dibawa seiring dengan politik, karena agama mengatur semua sendi kehidupan termasuk sendii politik.

Seharusnya begitulah ulama. Jangan kerjaannya nyari duit mulu, trus parodi nangis "jangan ditiru.." atau zikir dengan membawa pasukan nangis supaya terlihat sendu..
 
Sayang mereka syiah.. jadi dituding kafir lah mereka... Seruput..