Sabtu, 10 Desember 2016

Seruput Kopi Dulu, Mas Agus

DKI Jakarta
Pilkada DKI Jakarta
Sudahlah temans. Tidak usah mempermasalahkan kenapa mas Agus tidak muncul di debat Cagub di net tipi..

Kita harus berfikir positif, objektif dan sedikit konsumtif. Mungkin mas Agus lelah karena sibuk berjanji dimana2 untuk membagikan dana. Kan itu yang penting, masalah bagi2nya. Debat, apa sih gunanya?
 
Lagian mas Agus sekeluarga sudah terlalu sibuk berdebat. Sang ayah sudah sibuk menangkis pertanyaan, "Kapan lebaran kuda?". Sang ibu menahan banyak pertanyaan di instagram kadang dengan marah2. Sang istri sedang mempersiapkan terbentuknya kembali hansip yang dulu pernah dibubarkan mertua. Sudah terlalu capek mereka.

Lagian timsesnya sudah pernah bicara, "Program kerja itu tidak penting..". Yang penting spanduk wajah dimana-mana. Karena program dan ganteng sungguh tidak sepadan. Mana ada wanita memilih lelaki karena dia punya program ? Kalau milih yang ganteng, iya.

Kalau seluruh sudut Jakarta sudah ada wajahnya, lalu untuk apa muncul lagi di tipi ? Yang nonton debat itu cuman orang terdidik. Kalau masyarakat kelas bawah, mana mau nonton orang adu argumentasi?.

Cukup kerahkan uang ke masjid dan majelis2, suruh orang datang untuk mengaji, pulangnya bawa buah tangan dengan tulisan, "Jangan lupa pilih yang satu jari.."
 
Ini masalah strategi. Karena mayoritas penduduk Jakarta masih miskin dan banyak yang belum teridentifikasi. Mereka hanya butuh janji manis, supaya hidup tidak selalu amis.
 
Janjikan mereka untuk tidak tergusur, itu bisa membuat mereka terus tertidur. Tidak perlu menaikkan derajat mereka, karena kemiskinan sudah menjadi sahabat sejati yang lama dipelihara..
 
Cukup itu saja untuk memenangkan pertarungan, lalu untuk apa lagi program ?
Lagian debat di tipi hanya menghabiskan banyak kopi. Kopi hanya bikin orang waras dan perduli. 

Mendingan memelihara barisan sakit hati. Lebih mudah karena mereka tidak penting Jakarta seperti apa nanti. Yang penting, bukan si Cina itu lagi.
 
Seruput dulu, ya akhi ya ukhti... Ingat, jaga akidah kalian, jangan lagi beli Sari roti...