Jumat, 09 Desember 2016

Terima Kasih, Tuhan

Negeri
Indonesia
Aku bangga pada negaraku Indonesia..
Negara yang maju dalam semua sisi teknologinya..
Sampai mampu mendeteksi 7 juta manusia di Monas hanya dalam sekali pandang saja.
Tanpa perlu perhitungan matematika..
 
Disini bahkan roti menjadi ancaman
Diinjak, dibuang, disingkirkan karena takut mengganggu akidah..
Kasian para roti, auto murtad berjamaah..
 
Belum lagi datang ke acara agama..
Teriak-teriak sambil berteriak nama Allah..
Di sudut gelap matanya berkedip
"200 juta, urusan selesai.." Senyumnya.
 
Itu belum seberapa..
Ada yang minta 400 miliar rupiah
Hanya karena seseorang dianggap menista agama
Ditanya, "Buat apa uang sebanyak itu ?"
Membangun masjid katanya..
 
Dan 10 persen saja sebagai biaya kesini kesana..
Negaraku negara indah..
 
Dimana air mineral bisa berubah menjadi miras dalam sekali pandang saja..
Ketika akhirnya mampu beli, mereka tertawa
Karena di botol tertulis, "Kayak ada bego2nya gitu.."
Dan mereka bersorak bangga..
 
Ah, Indonesia negeri tercinta..
Disini untuk jadi ustad saja harus sibuk mencari panggung
Naik kuda sambil berdakwah..
"Hukum penista agama !"
Sambil berkata dalam hati, "Semoga bisnis kita bisa selamat ya, istriku cantik yang kedua.."
Negeriku yang indah darurat logika..
Bingung mencari panutan
Sehingga tak mampu menalar dengan benar
 
Ketika kukatakan dengan keras, "Bagaimana kamu bisa mengikuti mereka yang berteriak akhirat tapi dia sendiri pecinta dunia ?"
Dan akupun ditendang karena menghina ulama..
Biar bagaimanapun aku cinta negeri ini..
Yang bermimpi menjadi negara nomer satu di bumi..
Cukup dengan merenung dan bersedih
 
Kemudian berteriak lantang, "Tuhan, mana petunjukmu yang paling benar dan harus kami ikuti ??"
Tuhan menjawab sambil menangis, "Yang ada badaknya.."
Untung saja di negeri ini masih ada secangkir kopi..
Setidaknya bisa menghibur hati ini.
 
Semoga saja tidak ada yang memboikot lagi..
Karena pahitnya yang selalu menyinggung hati para pria jantan
Yang keluar rumah selalu dasteran...
Terimakasih.. Tuhan..