Jumat, 27 Januari 2017

DEBAT YANG MEMBOSANKAN

Pilkada
Debat DKI
Nonton debat kedua pilgub ini, sekali lagi sangat membosankan. Saya seperti nonton drama sopan santun dengan bahasa yang sibuk ditata.

Agus seperti biasa beretorika. Ia berbicara melambung tanpa masuk pada inti masalah sebenarnya. Dan serangannya ke Ahok itu-itu saja masalah marah dan marah. Seakan tidak ada lagi serangan mematikan.

Ahok pun kehilangan tajinya. Ia seperti meredam kepribadian aslinya yang tajam dan meledak. Ahok lebih banyak bertahan dan memperkenalkan apa yang ia pernah kerjakan dan lakukan, tanpa masuk dan menyerang dengan pertanyaan balik kepada penyerangnya.

Anies -yah seperti biasa bergaya guru dengan pembicaraan monoton. Saya kalau jadi muridnya bisa ngorok di bangku belakang atau lebih baik baca Enny Arrow bareng teman2 sambil ngikik. Daripada dengerin text book yang dibacakan, mending baca sendiri..

Ibarat sepakbola, ini masih gaya sepakbola Indonesia dimana serangannya tumpul dan selalu panik kalau ada di depan gawang. Operan2nya panjang padahal tubuhnya pendek dan terlalu cepat ngos2an.
Saya butuh liga Inggris yang keras dan menarik.. Tidak perlu takut dengan pandangan orang. Ini pertarungan bukan pertunjukan siapa yang paling sopan..

Ah, sayang kopiku yang sudah kental, keras dan sudah bukan lagi sasetan. Seruputnya pun dikit2, karena lidah langsung bergetar saking paitnya brrrrt...


Ayo dong, para paslon.. jangan kalah ma Basuki Hariman dan Patrialis Akbar.. Serang gadis 24 tahun !!!