Rabu, 11 Januari 2017

Entah Mana yang Lebih Bodoh

Ekstrimisme
Kelompok Radikal
Mualaf itu berarti orang yang baru masuk Islam. Dan karena baru, berarti ia perlu banyak belajar.
Mempelajari Islam itu tidak mudah. Sebagai sebuah ajaran yang penuh tuntunan, Islam harus dilihat dari banyak sisi dengan keilmuan yang memadai. Jika tidak, maka yang terjadi adalah kegagalan penafsiran.

Ketika gagal tafsir, maka yang terjadi adalah kegagalan seluruh struktur pemahaman tentang Islam. Seperti membangun gedung, pondasi yang gagal akan meruntuhkan seluruh sendi bangunan.

Bahayanya, ketika bangunan itu ditempati orang, maka yang terjadi adalah kecelakaan besar. Karena itulah, untuk memahami apa itu Islam, maka dibutuhkan bertahun2 pelajaran untuk sekedar memahami struktur pondasinya.

Jadi, seorang yang baru masuk Islam selayaknya harus banyak belajar. Dan menempatkan seorang yang sedang belajar menjadi pengajar, sama seperti seorang tukang sapu yang diberi kepercayaan membangun gedung bertingkat sembilan.

Yang terjadi adalah kegagalan berjamaah. Entah mana yang lebih bodoh, si mualafnya yang sedang belajar atau jamaahnya yang menjadikan ia pengajar..

Dan itu hanya terjadi disini, di bumi datar.

Bumi dimana ketika secangkir kopi dihidangkan, kopinya dibuang dan cangkirnya yang dimakan..

Mereka disana tidak kenal "Seruputtt.."

Mereka taunya cuman, "Krauk..krauk.. krompyanggg !"