Minggu, 08 Januari 2017

Politik Sarung

Sarung
Jokowi Bersarung
Sarung dalam sejarahnya berasal dari Yaman.

Disana sarung biasa disebut futah. Sekarang di Yaman, sarung identik dengan perlawanan masyarakat melawan kezoliman negara Saudi yang terus memborbardir mereka.

Di Indonesia pun sarung pernah menjadi simbol perlawanan melawan penjajah. Sarung adalah simbol para santri yang tidak ingin budaya Indonesia tergerus oleh budaya yang dibawa barat dimana kaum nasionalis abangan sudah meninggalkan sarung.

Sarung adalah simbol perlawanan yang tetap dijaga oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, seorang tokoh sentral di Nahdhatul Ulama (NU). Ada satu cerita, ketika beliau diundang Presiden Soekarno ke istana. Syarat undangan adalah harus pakai jas. KH Abdul Wahab pun tetap datang ke istana, dengan atasan jas tapi bawahannya sarungan.

Jadi kita semua harus paham, budaya kita sejak masa perlawanan itu sarung, bukan daster. Dan pakde kembali mengangkat harkat dan martabat sarung di negara ini. Sekaligus menaikkan kembali harkat dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia di mata dunia Internasional.

Kopi, pakde?