Selasa, 03 Januari 2017

Sri Mulyani Tendang JP Morgan

Menteri Keuangan
Sri Mulyani
Habis ribut dengan Google soal pajak, SM tidak ragu juga menendang JP Morgan. SM ini memang petarung kelas internasional. Ia bukan tipikal pemalu apalagi rendah diri menghadapi bankir kelas internasional. Siapapun yang menghadangnya, pasti dilibas. Seperti kata bu Susi, "Tenggelamkan!".

Ini bermula dari riset JP Morgan yang berjudul "Trump Forces Tactical Changes" kepada para investornya. Riset ini menggambarkan efek terpilihnya Trump sebagai Presiden yang gencar menarik dana ke negaranya dengan pembangunan infrastruktur dan bagi hasil yang tinggi di sekor keuangan.

Karena bagi hasil yang tinggi di AS itu, membuat banyak investor menarik dananya dari beberapa negara dan menanamkan uangnya di sana. Dan ini tentu saja membuat gejolak di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia.

Bukan itu saja, JP Morgan meng-kategorikan Indonesia berada dalam peringkat underweight, yaitu dalam 6 sampai 12 bulan kedepan situasi ekonominya akan memburuk. Lebih buruk dari Malaysia..
Ngamuklah SM sengamuk-ngamuknya. Apalagi selama ini JP Morgan adalah mitra dari negara untuk menjual surat hutang. Lha, mitra kok menjelek-jelekkan mitranya?

"Iki piye? Iki jenenge Pren mangan pren.." begitu kira-kira yang ada dalam pikiran SM dalam logat batak. Maka tanpa tedeng aling-aling, JP Morgan ditendang bokonge dari kemitraan. JP Morgan bahkan sudah tidak bisa lagi menerima dana tax amnesty.

Dibalik begitu lemahnya lobby kita dalam menghadapi remehnya pandangan barat selama ini, langkah SM ini benar-benar meningkatkan harga diri negara. Ia tidak ragu bertindak selaku tuan rumah yang galak - kesal karena kebaikannya selalu diinjak-injak. Sri Mulyani mengikuti jejak bu Susi yang tidak ragu menenggelamkan kapal-kapal asing yang selama puluhan tahun lalu lalang mencuri ikan di laut kita.

Duo Sri dan Susi ini memang memikat hati, beda kelas dengan duo Sri di Klaten yang ketangkap jual beli jabatan PNS. Satunya kelas internasional dan satunya lagi kelas inang-inang palugada, apa lu mau gua ada...

Sudah saatnya memang Indonesia berdiri dengan kepala tegak menghadapi pandangan remeh selama ini. Dan Jokowi menempatkan orang yang tepat pada waktu yang tepat.
Secangkir kopi untuk SM... Seruput, bu.. Libasssss...