Senin, 06 Februari 2017

15 FEBRUARI, AHOK VS ANIES. AGUS TERSINGKIR

Pilgub DKI Jakarta
AHOK VS Anies
Beberapa waktu ini kita diperlihatkan adu fisik antara Ahok dan Agus di Pilgub DKI. Ahok sang petahana yang mempunyai track record bagus dalam pekerjaannya, mendapat serangan ketat dari Agus.

Buat Agus, musuh terberat dia adalah Ahok. Sulit sekali menjatuhkan Ahok di ronde-ronde awal, karena masyarakat melihat hasil kerjanya yang memang terbukti.

Mulai banjir yang mulai mereda, pembangunan area publik dari perkampungan kumuh, sungai2 yang kinclong sampai fasilitas kesehatan yang terasa sangat dampaknya, adalah musuh besar Agus yang kurang handal dalam memainkan program.

Akhirnya serangan menjurus ke SARA sebagai jurus yang efektif. Gelombang tekanan ke Ahok karena kasus penistaan agama membuatnya kelimpungan karena sibuk menangkis serangan. Fokus Agus memang Ahok, karena ia merasa menguasai komunitas Islam dengan leadernya Habib Rizieq dan tim FPI.

SBY tidak tinggal diam untuk terus menggencarkan serangan. Ia selalu muncul disaat2 panas untuk menyelamatkan situasi sekaligus menyerang Ahok dengan cara menarik simpati.

Pertarungan ketat antara Agus dan Ahok ini dimanfaatkan betul oleh Anies. Memanfaatkan peluang "tidak diperhatikan" oleh kedua kandidat lawan, Anies mencoba menyalip di tikungan. Ia merapat ke komunitas Islam yang dipelihara Agus. Buat Anies, biar Ahok urusan Agus sedangkan dia fokus ke Agus. Itulah kenapa saat debat kedua kemarin, ia meminjam tangan Agus untuk menampar Ahok.

Prabowo muncul sebagai booster untuk menaikkan elektabilitas Anies. Prabowo punya kepentingan Anies menang, karena ia ingin mencalonkan diri lagi menjadi Presiden di 2019. Dan menguasai Jakarta bisa sebagai batu loncatan yang bagus untuk menaikkan suara.

Kerekan Prabowo dan hasil debat benar-benar mendongkrak suara Anies. Hasil survey Poltracking terakhir menempatkan Anies sebagai pemenang dan Ahok nomer dua. Sedangkan Agus melorot jauh..

Anies memanfaatkan situasi sebagai "penyejuk" ketika kedua kandidat lain bertarung. Dan ia bethasil memanfaatkan kelelahan sebagian masyarakat akan pertarungan sengit Agus dan Ahok yang tidak berkesudahan.

Disinilah seharusnya Ahok - yang kedudukannya tidak banyak berubah antara nomer 1 dan 2 dalam setiap hasil survey - untuk mewaspadai gerakan Anies.

Ahok harus berusaha meredam suasana supaya Anies tidak memanfaatkan situasi yang terus panas untuk kemenangan dirinya. Apapun harus dilakukan, misalnya dengan merapat ke NU sebagai permintaan maaf dari hasil jebakan yang dilakukan Agus dengan memanfaatkan situasi sidang.

Dengan begitu, masyarakat bisa melihat bahwa Ahok pun mampu meredam suasana dan tidak terjebak untuk terus berada di pusaran arus panas.

Saya sulit meyakini bahwa pertandingan ini akan berakhir pada satu putaran. Kemungkinan besar, akan terjadi duel maut antara Ahok dan Anies di putaran kedua. Tapi Agus juga masih mengintip supaya bisa kembali menyalip dan menempatkan dirinya sebagai lawan Ahok.

Agus tidak melihat Anies sebagai lawan berat, karena Anies terutama kelompok dibelakangnya seperti PKS lebih mudah di lobby untuk bekerjasama daripada dengan Ahok yang keras kepala. Sambil minum kopi, kita lihat apakah putaran kedua nanti Anies vs Ahok ataukah Agus vs Ahok?
Saya cenderung menilai putaran kedua adalah Anies vs Ahok.

Kalau mau bertaruh, hubungi saya. Yang kalah harus berani tidur seminggu di hotel bintang 3. "Loh kok enak ?" Ngga juga. Disana bang Ipul Jamil sudah menunggu dengan gemas di atas ranjang yang dihiasi taburan bunga mawar... Seruput.. Hap, hap...