Sabtu, 25 Februari 2017

ADA UANG RAJA SALMAN DISAYANG

Bumi Datar
Rombongan Raja Saudi
Kaum bumi datar tiba-tiba sibuk bermunculan di status saya tentang "Raja Salman". Seperti sudah saya duga, mereka sakit hati ketika dibuka kenyataan bahwa Arab Saudi sebenarnya menuju bangkrut akibat keluar ongkos terlalu banyak di perang Suriah dan Yaman. Apalagi sejak harga minyak terus melorot ke titik terendah, naik lagi tapi tidak booming seperti sebelumnya.

Kenapa mereka gak teriak, "Woi Raja, santunan korban Mina dong bayarrr!!".

Heran kenapa mereka jadi pemuja Raja Salman?

Salah satu doktrin yang berhasil dibenamkan oleh keluarga Saud -saat mengangkangi Arab dengan bantuan Inggris dan menamakan nama negara sesuai nama keluarga Saudi Arabia- adalah merekalah "penjaga Makkah".

Dengan bahasa "penjaga Makkah", maka mereka "suci" di kalangan sumbu pendek. Padahal sudah banyak berita buruk tentang bagaimana keluarga kerajaan itu foya-foya dengan harta mereka. Dan itu berbanding terbalik dengan kehidupan Nabi yang katanya mereka puja yang hidupnya sangat sederhana.

Ada satu pertanyaan menarik dari kaum bumi datar.

"Kalau kedatangan Raja Salman gak penting buat Indonesia, kenapa Jokowi sibuk mempersiapkan ini itu?".

Saya sampe keselek kopi.

Gini ajah, Raja Salman datang ke Indonesia dan buang duit 130 miliar rupiah untuk bayar hotel, sewa kendaraan dan lain-lain. Sebagai pebisnis, Jokowi pasti akan menyambutnya dong meski si Raja masih janji doang mau bawa duit 300 triliun, yang penting 130 miliar dah ditangan.
Jokowi senang karena Bali kemasukan uang 130 miliar rupiah. Dan promosi pariwisata gratis untuk Indonesia.


Kalau kata Don Vito Carleone, "Its just business, nothing personal..". Yang artinya, ada uang abang disayang, gada uang abang jenggotan. Paitt..