Senin, 06 Februari 2017

FPI, PKS & MUSLIM MODERAT

Pilkada
Anies Baswedan
Minggu pagi seorang teman whatsapp saya. "Jakarta banyak bus berbendera PKS. Kayaknya mereka mau kumpul di tempat Anies Sandi kampanye.."

Ah, iya.. hampir terlupa oleh saya bahwa Anies didukung oleh PKS. PKS selama ini entah kenapa seperti menghilang di dunia pemberitaan. Agak beda pengurus PKS kali ini dgn masa Anis Matta memimpin yang sangat militan.

Berdasarkan informasi yang saya dapat dari katadata, jumlah penduduk muslim di Jakarta mencapai 8,3 juta orang. Jika asumsi penduduk DKI 10 juta, maka penduduk muslim mencapai 83 persen.
Ini angka yang seksi untuk diperebutkan dalam pilkada DKI. Karena itulah banyak yang memakai jargon Islam sebagai dagangannya.

Kalau melihat petanya, muslim yang tergabung dalam organisasi garis keras di Jakarta seperti FPI, HTI, MIUMI dan lainnya bisa dibilang bergabung di kelompok Agus.

Ini tidak lepas dari peran SBY selama 10 tahun menjadi Presiden yang membiarkan -mungkin bisa dibilang memelihara- mereka, sehingga mereka tumbuh subur di Indonesia. Dan ini saatnya membalas jasa, karena mereka hidup tenang dan berkembang di masa autopilot itu.

Warga Muhammadiyah kemungkinan juga akan berada di pihak Agus, karena peran Hatta Rajasa sebagai besan SBY yang kuat sehingga PAN menjadi bagian dari koalisi. Sebagian warga NU yang tergabung di PKB juga akan memilih Agus.

Sedangkan warga PKS jelas akan memilih Anies. Warga PKS terkenal militan juga dan akan mengikuti apa kata partai. Anies juga akan didukung oleh sebagian muslim moderat yang kepincut oleh gaya terpelajarnya dan karena -masih- sesama muslim.

Sedangkan Ahok akan didukung oleh sebagian besar muslim moderat yang tidak melihat agama sebagai satu poin dalam memimpin Jakarta. Mereka hanya melihat bukti kerja Ahok selama ini yang memang terlihat dan terasa. Muslim moderat juga memilih Ahok karena ini bagian perlawanan terhadap muslim konservatif.

Muslim moderat Jakarta terbanyak adalah mereka yang menjadikan agama sebagai urusan keTuhanan saja, bukan dalam rangka memilih Gubernur DKI. Kecuali yang terjebak sebagai petugas partai seperti kang Ulil.

Sedangkan warga NU yang terkenal moderat kemungkinan besar akan memilih Ahok. Mereka menerima gaya kepemimpinan Ahok sebagai satu acuan dalam memimpin wilayah. Gus Nuril adalah tokoh muslim moderat dari NU yang berseberangan dgn muslim konservatif seperti FPI.

Dengan terpecahnya kalangan muslim dalam pilgub DKI ini, tidak ada paslon yang berani mengatakan bahwa mereka menguasai "suara Islam" secara keseluruhan. Tidak seperti daerah lain yang cenderung homogen sehingga memilih pemimpin daerah berdasarkan ""apa agamanya".
Ini sebagai analisa saja bukan acuan.

Tinggal milih yang mana yang sesuai selera. Kalau agak radikal, pilih FPI. Kalau cenderung oportunis, silahkan pilih PKS. Kalau asyik2 aja kayak gua, pilih Ahok... Seruput?