Senin, 13 Februari 2017

MAS, MUR DI OTAKMU ADA YANG LEPAS

Sinar Mas
Kalijodo
Saya lucu aja ada seorang teman yang dulunya saya pikir pintar, ternyata karena pilgub DKI ini mendadak jadi blunder. Dia membawa gambar Taman Kalijodo yang ada plang Sinar Mas dengan caption "Ini bukan kerja Ahok, tapi kerja Sinar Mas.."

Mau ketawa tapi kok disangka menyinggung. Sini mas saya jelasin. Dalam membangun kerjasama, sah-sah saja Pemda DKI bekerjasama dengan pihak swasta. Dan ini terjadi dimana-mana, bukan hanya di DKI saja.

Pihak swasta yang sudah mendapatkan banyak fasilitas dari Pemda DKI dalam pembangunan, wajib menyalurkan tanggung jawab sosial mereka kepada negara atau biasa disebut dengan Corporate Social Responsibility. Atau kita lebih kenal lagi dengan nama dana CSR.

Pemda DKI sudah mengeluarkan biaya besar untuk melakukan penggusuran Kalijodo dari tempat kumuh menjadi lahan kosong kembali. Karena itu, Pemda mengajak kerjasama Swasta untuk membangun taman.

Dan Sinar Mas akhirnya merogoh kocek 20 miliar rupiah untuk membangun taman publik. Bukan duit kecil lho.. Trus apa dong keuntungan swasta? Ya, namanya dipajang sebagai -mungkin- sedikit promolah.

Dulu kita sering banget menemukan taman atau air mancur di perempatan jalan dengan nama Taman Coca-Cola, atau perempatan Djarum. Taman dan air mancur itu dibangun oleh swasta atas permintaan kerjasama dari Pemda.

Nah, sebagai kompensasinya bolehlah nama produk tertera disana dalam waktu sekian tahun. Sama-sama untung, simbiosis mutualisma.


Jadi apa bedanya dengan Taman Kalijodo yang diberi nama sponsor Sinar Mas? Bedanya hanya ada di kebencian. Kebencian menutup rasionalitas seseorang, sehingga yang tadinya waras jadi sedikit koplak. Kalo kepalanya digoyang-goyang mungkin ada bunyi "klotok klotok.." pertanda ada mur yang lepas. Hihihi... Seruput kopi dulu ahhhh..