Rabu, 08 Februari 2017

MUSLIM, KAFIR & NON MUSLIM

Pilgub DKI Jakarta
Ahok
Ah teman, tidak usah memberondong saya dengan ayat Alquran tentang larangan memilih pemimpin kafir. Karena saya sudah mencoba mengikuti perintahNya.

Jika "muslim" berarti berserah diri kepada Tuhan dengan mengikuti petunjuk NabiNya, maka lawan katanya adalah "kafir" atau ingkar dari tuntunanNya... Jelas saya tidak akan memilih pemimpin yang ingkar.

Ingkar terhadap janji yang waktu kampanye manis-manis ajah. 
Ingkar terhadap kesejahteraan rakyat dengan korupsi sendirian dan berjamaah
Ingkar dengan melihat jabatan sebagai peluang dan bukan sebagai amanah..
Ingkar dengan sibuk membagi uang hanya supaya berkuasa.. Dan banyak ingkar lainnya..

Jadi jelas, saya tidak akan memilih pemimpin yang ingkar atau kafir yang juga memainkan isu politik dengan nama agama demi kepentingannya..
"Loh, kafir itu bukan buat non muslim?"

"Kafir ya kafir, non muslim ya non muslim. Kafir dan non muslim disebutkan dalam konteks berbeda.

Non muslim dihukumi dengan kitab mereka. Sedangkan ingkar adalah perilaku yang bertentangan dengan ajaran di agama yang diikutinya.Itulah kenapa ada ayat berkata, untukku agamaku dan untukmu agamamu.

Bagaimana bisa non muslim dihukumi dengan kitabku sedangkan ia tidak mengimaninya?".
"Tidak bisa !! Ini sudah melanggar akidah !!"

"Tenang saja, kita hanya memilih pemimpin administrasi bukan pemimpin agama.. Kecuali Gubernurmu juga mengatur cara beribadahmu, maka tolaklah mentah-mentah.."
Terdiam.. Lalu keluarlah tulisan berikut darinya.

"Ya Allah ya Tuhan YME. Semoga temanku dapat hidayah dan semakin dibesarkan hidungnya.."

Seruput..