Kamis, 16 Februari 2017

PRABOWO, SOSOK DIBALIK NAIKNYA SUARA ANIES

Gerindra
Prabowo Subianto
Saya harus angkat secangkir kopi pada timses Anies kali ini. Gerakan senyap mereka tidak mengandalkan sosok Anies sebagai faktor utama tetapi mengandalkan militansi dan soliditas gerakan arus bawah dalam melakukan gerilya.

Ahok memang raja media. Sulit mengalahkan Ahok jika Anies harus head to head di media. Kemampuan Ahok dalam mengolah semua gerakan sehingga diserap oleh media adalah kekuatan utamanya. Ini yang berusaha direbut Agus. Dan ini jugalah yang disadari betul oleh timses Anies.

Karena itu -alih-alih ikut perang yang dilancarkan Agus terhadap Ahok- timses Anies lebih memusatkan serangannya melalui gerilya. Tidak terlihat banyak muncul di media saat ramai-ramainya kasus aksi massa, membuat Anies menjadi sosok yang tidak diperhitungkan.

Yang menarik, dalam kasus penistaan agama ini, timses Anies memanfaatkan Prabowo sebagai tokoh kunci. Kunjungan Prabowo ke Jokowi menaikkan ritme dalam gerakan gerilya mereka. Orang kembali diingatkan bahwa Prabowo ada dan Prabowo muncul sebagai tokoh yang menyejukkan.

Prabowo-lah yang menjadi alasan terbesar banyak pemilih untuk mencoblos Anies. Ini masih berkaitan dgn pilpres 2014 dimana pendukung Prabowo ternyata masih solid ditambah mesin PKS juga masih bekerja efektif.

Ini menjawab pertanyaan saya kenapa PKS akhir-akhir ini tidak banyak terlihat di permukaan. Mereka bergerilya. PKS yang pilpres lalu memainkan pasukan cybernya yang menakutkan, kini merubah strateginya dengan turun ke arus bawah.

Karena itulah timses Anies menyasar kampung-kampung di Jakarta melalui masjid-masjid dan mushola kecil. Mesin uang mereka bekerja disini. Melalui pengurus masjid dikampung-kampung mereka memanfaatkan kelemahan Agus yang hanya berinteraksi debgan pimpinan atas ormas-ormas Islam.

Para pengurus masjid yang dulu juga pemilih Prabowo diingatkan kembali bahwa memilih Anies akan memenangkan Prabowo dalam pilpres 2019. Prabowo adalah jualan terbesar mereka.

Dengan memanfaatkan pengurus masjid-masjid kecil di gang-gang di sudut Jakarta yang terlupakan oleh Agus, mereka merapatkan barisan sambil sesekali ikut berselancar saat aksi massa besar.

Disini terlihat pintarnya timses Anies dan ruginya Agus yang mengeluarkan biaya begitu besar. Perhatikan, munculnya Prabowo ke istana berkat aksi massa yang didukung dan dibiayai kelompok Agus.

Ah, itu strategi yang cantik sekali dan baru disadari di kemudian hari. Prabowo menuai pujian dari pendukung Ahok juga dan merebut hati massa Islam yang tidak suka dengan kekerasan.

Meskipun berbeda pandangan, saya sangat menghormati strategi lawan ini. Dan menjadi catatan saya dalam mengamati langkah-langkah di setiap pertarungan.


Next, kita membahas kelemahan dan kekuatan pendukung Ahok. Tapi enaknya memang seruput kopi dulu.