Senin, 27 Februari 2017

SURAT TERAKHIR DARI PELAKU BOM PANCI

Densus 88
Penyergapan
"Kepada teman-temanku yang masih ada di dunia”.

Saya sudah ada di surga sekarang.

MasyaAllah, benar sungguh cantik-cantik bidadari di sini. Saya hitung yang menyambut saya ada 71 orang. Saya tanya ke mereka, harusnya ada 72 kemana yang satunya? Mereka jawab sedang di toilet dari kemaren murus terus perutnya kayaknya masuk angin.

Trus mereka tanya ke saya, bawa panci? Saya jawab, iyah saya bawa. Mereka berteriak kegirangan, horee akhirnya panci sudah datang. Ternyata para bidadari rencana mau masak-masak karena ada temannya yang ultah. Rencana hari ini mau masak sop buntut.

Cuman ada yang kecewa juga, karena saya gak bawa panci yang presto. "Duh, rebus dagingnya pasti lama nih".

Dengan surat ini, saya juga minta kepada teman-teman yang masih ada di dunia supaya segera kesini bawa wajan, mangkok, sendok dan garpu. Kalau ada yang bisa bawa kompor, bawain sekalian ya.. Karena disini semua serba tradisional. Masaknya aja masih pake areng, kapan matengnya?.

Saya sudahi dulu surat ini. Saya sibuk, soalnya para bidadari itu gada yang bisa masak. Mereka cuman ongkang-ongkang sambil nyuruh sana sini.

Repot juga jadi TKS (Tenaga Kerja Surga), dikit-dikit disuruh nyuci celana dalam ma bra. Bayangin, 72 bidadari tiap hari ganti daleman 5 kali. Bra, bra dimana-mana. Boro-boro napsu, yang ada tangan ngucek ampe ngilu.

Ps : Disini ternyata para bidadari mengamati pilkada. Dikit-dikit kalau ditanya, mereka acungkan tiga jari, "Oke Oce..". Apa maksudnya coba?".


Sudah malam disini, gada kopi gada udud. Manyun aja semalem makanin nyamuk.. Segera datang ya, butuh teman secepatnya. Lelaki jika ada *kerling manja* Serumukkkk.. (seruput nyamuk).