Jumat, 17 Maret 2017

JOKOWI & BIDAK CATUR DI JABAR part II

Jokowi
Bidak Catur
"Oke, kita lanjut lagi tentang Jawa barat ya". Temanku menyiapkan kopi, sekali-kali biar dia yang melayani, biasanya minta ditraktir mulu. Dia menunggu cerita yang semakin panas ini.

"Di awal kita sudah bicara betapa pentingnya Jabar untuk pilpres 2019. Karena itulah akan terjadi pertarungan sengit disini 2018 nantinya..

Dan kita tahu, Aher sudah menjabat selama 10 tahun disini. Tentu kaki-kakinya sudah sangat kuat dan kukunya mencengkeram dimana-mana.

Kemaren sudah kita petakan juga, bahwa sebagian besar dari Jabar bukan perkotaan tapi perdesaan. Penguasaan masyarakat desa inilah kekuatan Aher. Ia tidak banyak menggarap masyarakat kota karena sudah di garap oleh kader PKS, partainya..." Aku diam sejenak mengambil nafas sambil mengambil secangkir kopi yang masih panas.

"Karena itulah Aher harus menyiapkan seseorang dari dinasti-nya untuk meneruskan apa yang sudah dibangunnya. Dan siapa lagi yang paling dia percayai selain istrinya ?"

Temanku merapat karena cerita ini semakin menarik. Kami mengumpulkan kepingan-kepingan untuk membentuk sebuah puzzle besar.

"Masalahnya..." Sambungku lagi. "Akan sulit bagi istri Aher untuk menjadi Cagub pada saat sekarang ini karena ia pasti akan diserang dengan isu pemimpin wanita. Karena itu, Aher harus punya calon yang bagus, dimana istrinya nanti akan menjadi wakilnya.

Nah, calon Gubernurnya ini haruslah orang yang dikenal di masyarakat perkotaan, karena kalau desa sudah ia pegang dengan adanya istrinya... "

"Siapa kira-kira yang akan jadi calon Gubernur dari PKS, kalau bukan istrinya ?" Temanku gak sabar kayaknya. Aku ketawa. "Bentar ya.." kuambil rokok dan kusulut dengan santai. Diskusi itu lebih enak tenang dan santai.

"Ada beberapa calon yang memungkinkan.. " Kataku lagi. "Yang pertama adalah Dedi Mizwar..."
"Dedi Mizwar ??" Temanku bengong gak percaya.

"Kenapa heran ?" Tanyaku. "Dedi Mizwar punya nama bagus di Jabar. Ia populer disana. Dan itulah kenapa dulu Aher mengajaknya sebagai Wagub. Dan Dedi sendiri sudah berkata bahwa ia akan ikut di Pilgub Jabar, tinggal menunggu jika ada partai yang melamarnya...

Dedi Mizwar punya pengaruh di masyarakat perkotaan. Duet dia dulu dengan Aher adalah duet maut yang mengalahkan popularitas Rieke dan Teten Masduki, bahkan juga Dede Yusuf.

Memang masyarakat Jabar ini unik. Mereka suka yang berbau agamis. Dan Aher dengan Dedi bisa memadukan itu sehingga mereka dipercaya. Dedi terkenal dengan sinetron2 yang dia perankan yang berbau agama. Maka makin joss lah mereka berdua.."

Aku menghembuskan asap rokok dari bibirku sebentar. Dan temanku semakin tidak sabar..

"Lalu tokoh lainnya selain Dedi Mizwar siapa ?" Tanyanya sambil menggigiti tatatakan cangkir. Dia sudah sangat geram karena aku bergaya Charles Bronson waktu masih pake minyak rambut Mandom. Sok iye, kata emak dulu.

Kulanjutkan, "Masalahnya si Dedi Mizwar ini juga punya kelemahan.." Kataku lagi.
"Iyaaaaa... siapa yang laennyaaaa ???" Temanku matanya merah dan tumbuh tanduk dikepalanya.
"Sabarlah..." Kuseruput dulu kopiku. Butuh 20 menit buat cangkir kopi itu pindah dari tangan ke mulutku untuk mempertahankan gaya Mandom itu. Kebayangkan geramnya temanku ?

"Kelemahannya adalah jika Dedi Mizwar dipasangkan sama Netty istri Aher, PKS akan sendirian. Sedangkan PKS pasti butuh koalisi. Dan koalisi pertama yang mereka butuhkan adalah koalisinya sejak pilpres lalu, yaitu Gerindra..

Koalisi dengan Gerindra ini seperti koalisi sehidup semati. PKS hidup, Gerindra mati.. eh. Dan koalisi yang sudah terjalin baik sejak Pilpres 2014 lalu ini mereka pertahankan, di DKI dan di Jabar..
Jadi pasangan yang diusung haruslah pasangan yang disepakati Gerindra dan PKS..."
"Siapaaaa ?" Temanku mulai nanar pandangannya..

Aku tersenyum dan kembali seruput kopi. Gaya Mandom harus kupertahankan supaya tampak elegan. Dan mungkin butuh waktu sekian puluh menit lagi supaya cangkir ditangan pindah ke mulut.
Daripada kelamaan, mending kuteruskan nanti. 

#Gubrakkkkk... Kudengar suara benda jatuh. Rupanya temanku pingsan..