Kamis, 13 April 2017

AKU PILIH NO 3

Anies
Debat Final Pilkada DKI Jakarta
Akhirnya aku memutuskan
Aku pilih yang nomer 3 ajah
Biar aman

Tidak di intimidasi kiri kanan
Tidak dihujat depan belakang
Di pelototi sama tukang tambal ban
Yang memasang plang di pinggir jalan
"Pilih no 3 gratis. Kalo no 2, makan aja itu ban dalam.."

Bagaimana aku tidak memilih no 3 ?
Pendukung mereka berwajah kejam
Dibaiat pake Alquran
Dengan golok diacungkan ke depan
Dan wajah yang diberingas-beringaskan

Sambil berkata lantang, "Demi nama Tuhan !"
Kalau Tuhan sudah ikut campur, aku takut..
Jangan-jangan memang mereka sama Tuhan itu... tetanggaan..
Oh, aku harus memilih no 3..

Aku takut seperti tetanggaku yang di samping kanan
Yang ketika ajal mendekat masih dipaksa tanda tangan
Bahwa dia harus mengakui dengan penuh keyakinan
Tidak mendukung no 2 dalam pencalonan
Kalau tidak nanti jenazahnya ditelantarkan
Kan capek, mayat harus jalan sendiri ke kuburan ?
"Pilih no 3, pilih no 3.." teriak di dalam hatiku

"No 3 menjanjikan rumah lho", kata istriku
"Dpnya berapa ?", tanyaku
"30 juta aja", istriku merajuk
Aku menghitung gajianku
Cuman 3 juta kuterima sebulan
Buat listrik, air dan makan habislah semua..
Berarti aku harus kembali pada profesi lamaku
Untuk DP, cukuplah membegal 5 motor di jalan...
Aku harus pilih nomer 3.

Akan kujaga mereka
Kulindungi mereka
Kuusap2 wajah mereka
Kulipat kertas suara mereka
Kujaga jangan sampai ada yang melukai mereka
Dan kucoblos no 2

Dengan dendam membara..