Jumat, 21 April 2017

ANIES CURANG

Pilkada
Pilkada
Budi sedang apel di rumah pacarnya...

Malam itu angin sedang bertiup kencang dan perut Budi tidak terasa bergolak. "Masuk angin nih kayaknya", pikir Budi. Kebetulan pacarnya sedang di dalam menyiapkan kopi, Budi merasa ia akan kentut keras sekali.

Lirik sana lirik sini, gak ada orang. "Ah, entar kedengaran.." pikirnya. Akhirnya ia punya ide. Diambilnya koran yang ada di meja, dibukanya lebar-lebar dan kebetulan headlinenya tentang pilkada. Lalu untuk menyamarkan kentutnya, ia komentar keras-keras.

"SIAL !! ANIES CURANG !!!" Bersamaan dengan komennya yang keras itu, ditekannya perutnya dan keluarlah jeritan keras dari bawah. Preeeeeett..

Ahh, lega.. Tapi kok, masih ada yang tersisa? Ini harus komen keras lagi untuk tuntaskan, pikir Budi. Lalu ia lanjut membaca koran.

"INI HARUS COBLOS ULANG !! KPUD MANA KPUD ?? KOK GAK BERES GINI SIHHH ??" Pret pret preeeettttt...

Budi terdiam sejenak. Lirik kiri kanan, ah gada orang yang dengar. Ia tersenyum puas. Kali ini tembakan terakhir dan paling keras untuk mengeluarkan angin dalam perutnya.

"JAKARTA BISA KACAU LAGI KALOK BEGINI !! KORUPTOR AKAN PESTA PORA LAGIII !!!" Prepet pet pet preeettt preeettt..

Diakhir dengan letupan kecil tapi panjang. Pieeeeeeeettttt..
Lega, tuntas sudah. Budi tersenyum lebar.

Mendadak ada suara dehem dari ruang dalam. "Ehem.." Budi kaget, lalu mengintip. Waduh, ternyata bapak mertua ada di dalam sedang nonton tipi. Kebetulan bapak mertua melihat kepala Budi melongok ke dalam.

Budi lalu merasa canggung. Ia berusaha menyapa dengan senyum dan bahasa yang disopankan, "Eh, bapak. Saya gak tau ada bapak disini.. Sudah lama, pak?".


Si bapak menjawab dengan ketus, "Sudah dari tadi... Sejak Anies curang.."