Jumat, 07 April 2017

ISLAMNYA IBNU MULJAM

Pembunuh Sayyidina Ali
Ibnu Muljam
Ibnu Muljam adalah seorang muslim yang taat sekali beribadah. Ia dikabarkan sebagai orang yang ritual ibadahnya dahsyat. Shalat tidak pernah tinggal terutama shalat malam. Dahinya hitam sebagai tanda sujud terus menerus. Bacaan ngajinya sangat bagus sehingga memukau banyak orang. Ia juga dikenal sebagai seorang penghafal Alquran.

Dengan ciri-ciri seperti itu, apa yang kurang untuk menjadikannya seorang muslim panutan?

Tapi sejarah juga yang mengabarkan bahwa Ibnu Muljam adalah pembunuh Ali bin abi thalib, khalifah ke empat dalam sejarah Islam.

Imam Ali adalah sahabat dekat sekaligus saudara Nabi Muhammad Saw. Beliau juga termasuk salah seorang penyusun Alquran. Dan banyak kabar shohih yang mengatakan bahwa kedekatan beliau dengan Nabi ibarat kembar identik. "Ali dariku dan aku dari Ali," sabda Nabi Muhammad Saw.

Bagaimana cara Ibnu Muljam membunuh Imam Ali?

Ibnu Muljam tidur di masjid dengan menyembunyikan pedang beracun di dalam bajunya. Ia tahu bahwa Imam Ali tidak pernah ketinggalan shalat subuh. Dan pada saat mendekati subuh, Imam Ali lah yang membangunkannya dari tidur. Saat Imam Ali sedang sujud dalam shalatnya, Ibnu Muljam pun menghunjamkan pedang beracunnya ke batok belakang kepala Imam Ali.

Apa pesan moral yang kita dapat dari sejarah berdarah ini?

Bahwa pakaian agama tidaklah menjamin akhlak seseorang. Seperti iblis, ia beribadah dengan kesombongan. Hebatnya ritualnya bukannya menjadikannya sebagai manusia yang lembut dan pengasih, tetapi menjadikannya orang yang keras hati.

Ibnu Muljam membunuh Imam Ali - penyusun kitab yang kerap dibacanya dan saudara dekat dari Nabi yang selalu dijunjungnya. Imam Ali dituding kafir, karena tidak sesuai dengan Islam versinya.
Jadi dari sini sebenarnya akal bisa memilah, bahwa benarnya satu ajaran belum tentu menjadikan seseorang itu benar.

Apa yang menjadikan seseorang itu beragama tapi tidak menjadikannya benar?

Jawabannya mudah. Sombong. Inilah sifat yang membuat iblis di kutuk meski ia dikabarkan mahluk yang paling taat beribadah pada masanya.

Jadi benarlah kata Rasulullah Saw, "tidak akan masuk surga mereka yang mempunyai kesombongan dalam hatinya meski itu sebesar biji zarah.." Karena sombong adalah benih dari segala maksiat dan kejahatan di dunia.

Jadi tinggal memilih saja, mau menjadi muslim seperti Imam Ali yang seluruh tuntunan hidupnya seperti Nabi Muhammad Saw, atau menjadi "muslim" seperti Ibnu Muljam?

Mari kita berfikir sambil mendengarkan lagu Yahudi yang sekarang jadi lagu pemenangan pilkada. Seruput dulu, ya akhiii.