Selasa, 25 April 2017

NETRAL SUDAH BUKAN PILIHAN

Revolusi
NKRI Harga Mati
Bangunlah wahai kamu yang berjiwa nasionalis..
Bangunlah..

Tidakkah kamu lihat ada sesuatu yang salah sedang terjadi?
Ketika sekolah-sekolah kita dipegang oleh mereka yang berjiwa rasialis..
Ketika tempat ibadah kita dikuasai oleh mereka yang berjiwa fanatis..
Ketika parlemen kita diduduki oleh mereka yang berjiwa oportunis..
Ketika politikus kita sibuk menghitung bisnis..

Mereka semua -sadar dan tidak sadar- menciptakan monster yang bernama radikalis..
Monster yang sekarang bergerak setahap demi setahap menuju pusat pemerintahan
Menunggangi banyak ketidak-pahaman
Yang dibalut atas nama surga dan keindahan
Tapi dibalik punggungnya ada pedang yang akan memisahkan kepala dari tubuh kita

Tidakkah terbuka matamu ketika mereka terus meneriakkan kebencian?
Tidak tampakkah kamu ketika mereka memainkan ayat Tuhan demi kepentingan?
Butakah kamu ketika mereka menjadikan tempat ibadah jauh dari kesejukan?
Semua begitu jelas terbaca

Pola-pola yang meninggalkan jejak yang sama
Yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libya dan Suriah
Yang ingin mereka terapkan di negara kita..

Percayalah, kamu tidak akan selamat ketika bersifat apatis..
Karena banyak peristiwa di Timur Tengah yang mengajarkan
Mereka yang awalnya netral-lah yang pertama menjadi korban
Kemudian mereka akan mencari orang yang dulu membantu mereka berkembang..
Para pebisnis, aparat pemerintahan, ulama, orang yang mendukung mereka hanya karena sesama Islam

Dan orang yang memanfaatkan situasi karena ingin selamat dari keadaan..
Mereka menunggangi orang-orang yang haus kekuasaan
Yang tidak sadar sudah bermain bola api ditangan
Dengan membantu membuka jalan mereka untuk menguasai negeri ini..
Ketika para radikalis itu menguasai semua elemen pemerintahan

Lihatlah ibumu ditelanjangi di tepi jalan
Lihatlah saudarimu diperkosa hanya karena dianggap kurang beriman
Lihatlah anakmu digantung hanya karena bermain layang-layang..
Atau bapakmu tergeletak tanpa kepala di pinggir jalan..
Jangan sampai kamu suatu saat baru sadar..

Bahwa kamulah yang membunuh keluargamu sendiri
Dengan membiarkan kaum radikalis tumbuh subur bagai alang-alang..
Lihatlah kekejaman mereka yang di upload di youtube dengan penuh kebanggaan..
Sambil terus menerus meneriakkan nama Tuhan..
Paksakan dirimu melihat darah dan tubuh tanpa kepala disana.
Karena disembelih dengan riang gembira
Padahal ia masih remaja..

Tuhan memberi kita apa yang terjadi di Suriah
Sebagai taman bacaan dengan berbagai cerita yang terangkum dalam buku-buku tebal..
Jadikan rasa takutmu sebagai kekuatan
Bahwa ada yang harus kita perjuangkan
Yaitu kemerdekaan kita sekarang
Yang indah dan akan dihilangkan...

Bangunlah wahai kamu yang berjiwa nasionalis
Teriakkan suaramu sekeras-kerasnya
Lawan intimidasi mereka
Jangan takut dipinggirkan
Hanya karena dianggap bukan Islam..

Bergabunglah dengan Banser dan Ansor, kamu yang berbeda suku dan agama
Bukan dalam sisi keormasan
Tetapi sebagai bentuk dukungan
Bahwa mereka tidak sendirian
Bahwa merekalah pilar kita yang tertinggal
Dari semua pilar yang berhasil dirubuhkan...
Bangunlah wahai kamu yang berjiwa nasionalis..
Bangunlah..

Lawan mereka bukan dengan kekerasan
Tetapi duduk dengan semua yang berjiwa nasionalis yang sama..
Dan deklarasikan melalui semua media bahwa gabungan dari kita jauh lebih besar dari mereka..
Tunjukkan bahwa kita yang selalu diberi label Silent Majority..
Tidak selamanya diam..

Jangan selalu bergantung pada Tuhan
Karena Tuhan baru hadir untuk membantu hambaNya yang berusaha..
Bukan yang duduk saja sambil menikmati keadaan..
Bangunlah..


Jangan sampai secangkir kopi saja nanti di fatwa haram..