Kamis, 25 Mei 2017

MELAWAN TEROR

Bom Kampung Melayu
Bom Panci
Serangan serentak ISIS di banyak negara akhirnya mampir juga ke Indonesia. Sesudah Bangkok diguncang bom di sebuah rumah sakit yang menewaskan24 orang, Inggris juga kena saat konser dengan korban 22 orang. Fiipina sedang darurat militer ketika kota Marawi dikuasai ISIS dan para pastor diculik sedangkan kepala polisinya sudah terpenggal.

Dan Indonesia baru saja diguncang bom panci yang menyebabkan 5 korban tewas, termasuk 3 orang polisi..

Sejak bom Thamrin di awal 2016, baru sekarang inilah kepolisian kecolongan kembali. Tito Karnavian yang dilantik menjadi Kapolri Juli 2016, sudah bekerja keras menyisir dan menangkap para pelaku bom panci di beberapa daerah.

Bom panci yang pertama kali dikenalkan oleh Alqaeda dan diupload di internet melalui cara perakitan yang sangat sederhana dan murah, menjadi inspirasi sel-sel tidur ISIS yang kembali beraksi ketika "mendapat perintah".

Sulit untuk mengenal sel-sel tidur ISIS karena mereka bergabung di tengah masyarakat. Sel tidur ini tidak terkait langsung dengan organisasi, tetapi mereka adalah simpatisan dengan nama "Lone Wolf".

Mereka belajar semua dari internet dan tergugah semangat bunuh dirinya ketika melihat video ISIS berisi pesan-pesan untuk mendirikan negara khilafah melalui kerusakan yang ditimbulkan..

Untuk mereka yang dulu meremehkan - bahkan membully kepolisian karena masalah bom panci ini - sekarang bisa melihat sendiri bahwa bom ini tidak main-main dan bukan pengalihan isu..

Dalam terorisme yang dibutuhkan bukan hanya korban, tetapi dampak. Dampak ketakutan itulah yang terus disebar dan tersebar karena sebagian orang ingin terlihat gagah memperlihatkan foto hasil kerja mereka.

Dampak yang diinginkan mereka selain ketakutan adalah juga sebagai inspirator bagi simpatisan ISIS dimanapun berada. ISIS memainkan emosi kebanggaan kepada sel-sel tidur mereka dimana saja untuk melakukan apa yang mereka sebut sebagai "jihad".

Cara melawan terorisme seperti ini adalah tetap percaya kepada pemerintah dan aparat keamanan. Pada situasi seperti ini, melarikan diri dan aset keluar negeri karena rasa takut yang berlebihan bukanlah opsi yang bijak. Karena tidak ada satupun tempat di dunia ini yang aman kecuali di negeri sendiri. Lihat, Inggris yang ketat pengawasannya terhadap teroris saja diguncang keras dengan jumlah korban yang lebih besar.

Sementara ini hindari dulu tempat keramaian dan mulailah koordinasi lintas agama untuk memperketat penjagaan di wilayah masing2, karena teroris tidak mengenal siapa dan apa agama anda.

Korban di Kampung Melayu adalah orang2 kecil yang tidak berdosa. Tunjukkan bahwa kita tidak takut karena ketakutan kita itulah tujuan mereka. Angkat cangkir kopinya.