Sabtu, 13 Mei 2017

PAK JOKOWI, APAKAH KAMI SUDAH MENCURI PERHATIANMU?

Ahok
Foto : Denpasar - Bali.
Pak Jokowi,

Lihatkah bapak semua lilin-lilin itu ?

Dari Jakarta, Surabaya, Bali, Papua, Palembang, Siantar, Semarang, NTT dan enttah darimana lagi, terlalu banyak tak mampu ku menghitungnya sendiri..

Semua datang, suara-suara yang tadi diam, meluangkan waktu sekedar menangisi matinya keadilan di negeri ini. Semua datang berbaris rapi, berdoa semoga negeri ini kembali pada jati dirinya lagi..
Kami beda suku, agama dan ras, pak. Tapi kami saling mencintai. Karena apapun kami, kami adalah saudara dalam merah putih.

Pak Jokowi, dengarkan suara kami..

Lihat betapa kami ada di belakangmu, ratusan ribu, untuk menngembalikan tatanan negeri ini yang telah rusak oleh oknum yang mengaku, "kamilah pedang keadilan di negeri ini.."

Lihat cara mereka memainkan hukum, begitu kasar dan menjijikkan. Putra terbaik bangsa yang berusaha menjadi pelayan bagi anak negeri, dihancurkan dan dikurung supaya tidak lagi bersuara.

Kami hanya berharap padamu, pak, sebagai pemimpin yang kami pilih. Kami sudah tidak banyak percaya siapapun lagi. Jika pengadilan saja diisi oleh mereka-mereka yang haus promosi, pada siapa kami berharap keadilan di negeri ini ?

Jangan takut, pak, jangan takut akan di demo mereka jika engkau membersihkan sarang maling berbaju keadilan itu. Kami akan membentuk pagar berlapis untukmu, menjagamu dari setiap tekanan dan intimidasi yang biasa mereka mainkan.

Pak Jokowi, engkau pasti ada disana, di sudut ruangan sunyi menerima laporan yang terus kau dapat bahwa beberapa wilayah ikut bergerak menyalakan lilin-lilin lagi. Kami hanya berharap ada secercah cahaya terang di balik gelap dan suramnya situasi ini.

Kami percaya engkau sedang memikirkan strategi yang terbaik bagi negeri ini. Kami percaya. Dan kami akan terus mendukungmu selama kami bisa.

Bergeraklah, pak.. biar kami tahu langkah-langkahmu. Bergeraklah, biar kami tentram melihat dirimu. Datanglah sebagaimana engkau datang menentramkan aksi massa yang dulu menekanmu. Biar mereka tahu, bahwa engkau ada dan tetap ada untuk kami, hanya engkau sedang bekerja tanpa seorangpun tahu langkahmu.

Pak Jokowi, lihatlah lilin-lilin itu. Indah sekali. Mereka semua ingin mencuri perhatianmu..