Jumat, 26 Mei 2017

TITO: IRAN NEGARA YANG AMAN

Kapolri
Kapolri
Sejak awal aparat sudah mendeteksi bahwa ISIS akan menyerbu Asia Tenggara termasuk Indonesia...
Bahkan Ketum PBNU Kyai Said Agil Siradj sudah pernah memperingatkan bahwa ISIS akan masuk negara kita di tahun 2017 atau sekarang ini.

Dan kita melihat Filipina sudah mulai diserbu ISIS dengan penguasaan kota Marawi. Para anggota ISIS pun banyak yang dari Indonesia dan Malaysia.

ISIS memang tidak bisa dianggap remeh. Mereka didukung oleh banyak negara - meski malu2 mengakuinya - sebagai pasukan terdepan untuk menguasai sumber daya alam. Persenjataan mereka, soliditas organisasi mereka bahkan keuangan mereka sangat kuat.

Karena ISIS tidak main-main itulah, maka kepolisian Indonesia yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri juga tidak main-main menyambutnya. Mereka harus bekerjasama dengan banyak negara untuk melihat bagaimana cara menghadang ISIS sebelum mereka masuk ke wilayah kita.

Dan ketika Pak Tito Karnavian Kapolri berkunjung ke Iran dan menanda-tangani MOU keamanan dengan kepolisian Iran, saya jadi sangat lega..

Iran bisa dbilang adalah sedikit dari negara di timur tengah - dimana tidak ada pangkalan militer AS disana - yang aman. Meskipun negara tetangga bergolak - termasuk Suriah - Iran tetap tenang dan bahkan dengan santainya menyelenggarakan pilpres disana.

Iran terkena bom bunuh diri terakhir tahun 2010 lalu. Bom yang meledak di Masjid Iran dekat dengan perbatasan Pakistan itu, menewaskan 39 orang yang sedang mempersiapkan diri menyambut hari berkabung syahidnya Imam Hussein - cucu Nabi Muhammad SAW.

Jadi bisa dibilang, sampai sekarang Iran sudah berhasil mengkoordinasikan dalam negerinya dari serangan ISIS. Iran bahkan sukses membantu Suriah dan Irak - bersama Rusia - dalam mengusir ISIS disana.

Keberhasilan Republik Islam Iran dalam menangani terorisme, peredaran narkoba dalam negeri dan cyber space inilah yang menarik pak Tito untuk belajar kesana.

Saya senang pak Tito tidak termakan hasutan bahwa mazhab syiah - yang dianut mayoritas penduduk Iran - adalah mazhab yang harus dimusuhi. Buat pak Tito, profesionalisme diatas segalanya.

Seperti yang dikatakan beliau, " Iran merupakan sebuah negara aman di antara negara-negara yang tidak aman, di mana muncul pertanyaan bagi kami bahwa dalam kondisi seperti ini bagaimana Iran mampu menjaga keamanannya, dan di sinilah penggunaan pengalaman polisi di negara ini adalah penting,”

Lalu kira-kira bagaimana reaksi Saudi -dan Amerika- yang baru saja menyatakan bahwa Iran lah yang memproduksi ISIS? Inilah yang menarik..

Jelas Saudi akan marah besar. Hasutannya tidak mempan karena pak Tito sudah berhasil mengidentifikasi akar masalah dan paham bahwa bukan Iran lah yang bertanggung-jawab terhadap maraknya ISIS di negara-negara timteng.

Merapatnya kepolisian Indonesia bergabung dengan kepolisian Iran, ini akan memantik masalah baru dalam hubungan internasional antara Indonesia dan Saudi.

Dan saya yakin, pakde Jokowi tidak perduli. Sesuai slogan yang dicanangkannya, "Bahwa semua negara adalah teman sampai salah satu mencoba memaksakan kehendaknya.."

Selain tertarik dengan reaksi Saudi, saya juga tertarik dengan reaksi Tentara Nasional Indonesia..

Apakah pak Gatot juga akan bekerjasama dengan Iran dalam pertahanan negara ini, mengingat Iran adalah negara yang sukses dan aman sehingga ISIS sulit sekali masuk ke negeri itu.

Kita tunggu saja sambil minum kopi, semoga harapan saya TNI juga akan melirik Iran sebagai partner dalam masalah ini. Seruput dulu ah kopinya..