Kamis, 08 Juni 2017

CINTA SEGITIGA SAUDI, QATAR & AMERIKA

Timur Tengah
Krisis Qatar
Saya tidak banyak komentar dulu tentang situasi Saudi dan negara-negara Arab yang memusuhi Qatar.

Karena memang situasi diantara mereka sendiri pelik. Lebih baik mengamati dulu dengan baik apa yang terjadi.

Saudi dan Qatar memang sejak lama bersaing di Timur Tengah. Persaingan itu tampak jelas melihat keterlibatan mereka di Suriah. Meskipun sepertinya mereka bersatu, tetapi banyak fakta yang membuka bagaimana mereka sejatinya bertempur sendiri..

Sebagai contoh, pemberontakan pertama kali di Suriah di prakarsai oleh Saudi. Mereka terdeteksi membiayai Jabht Al Nusra, salah satu faksi pemberontak disana.

Ketika Jabht Al Nusra sedang perang dengan pemerintah Suriah, masuklah ISIS..

Pemerintah Jerman pernah menuding bahwa Qatar membiayai ISIS, meski tidak berapa lama tudingan itu diralat. Yang terjadi, ISIS sendiri di Suriah memenggal banyak pemimpin Jabht al Nusra karena tidak mau berbaiat kepada khalifah mereka Al Baghdadi.

Jadi di Suriah sekarang terjadi perang segitiga diantara mereka sendiri. ISIS vs Suriah, Jabht al Nusra vs Suriah dan ISIS vs Jabht al Nusra.

Bingung kan? Pegangan makanya..
Perseteruan mereka memuncak saat di Mesir..

Ketika masyarakat Mesir menumbangkan Hosni Mubarak, maka Ikhwanul Muslimin yang menunggangi kudeta mengangkat Mohammad Mursy sebagai Presiden.

Eh, Morsy ternyata menyerukan jihad ke Suriah. Kelihatan bahwa Qatar ingin menguasai Suriah sendirian..

Saudi tidak tinggal diam. Mereka mendanai militer Mesir yang dipimpin Al Sissy untuk menumbangkan Morsy. Sekarang Al sissy yang memimpin Mesir.
Qatar tidak mau kalah. Mereka pindah ke Turki.

Dengan partner Ikhwanul Muslimin-nya, mereka kemudian menggandeng Erdogan ke pelaminan. Dan sesudah kudeta-kudetaan kemaren, sekarang IM yang menguasai Turki.

Makin bingung ? Pegang celananya, entar melorot..

Jadi hubungan diantara mereka sendiri sangat rumit. Kadang mereka bersama, tapi sesungguhnya mereka memelihara dendam membara. Bisa dibilang mereka berebut siapa yang menjadi KHILAFAH..

Yang harus diperhatikan, dibalik persahabatan dan perseteruan keduanya ada Amerika di atas mereka. AS kalau lagi butuh, menyatukan mereka berdua. Kalau lagi bokek dan harus dagang senjata, mengadu mereka.

Yang menarik adalah peran Iran...
Iran sejak lama paham situasi ini. Dan salah satu cara Iran untuk membuat mereka terus bertengkar adalah mendekati salah satunya. Soalnya kalau mereka bersatu, Saudi dan Qatar sepakat untuk memusuhi Iran..

Karena itu, melalui Jenderal terkenal Iran Qaseem Sulaemani atau dikenal dengan nama The Shadow Commander - karena orangnya jarang terlihat tapi hasil kerjanya mengerikan - Iran mendekati Qatar.

Dengan dekatnya Iran pada Qatar, maka Saudi pun marah karena merasa dikhianati. Ia lalu mengajak negara arab lain koalisinya untuk memusuhi Qatar dan menyerukan bahwa Qatar membiayai teroris. 

Padahal Saudi sendiri sejak lama ketahuan sebagai bagian dari negara yang membiayai teroris.
Kalau tidak salah, situasi ini dinamakan Kambing teriak Kambing..

Jadi begitulah yang terjadi para jamaah yang berbahagia.
Pada intinya ini semua adalah perebutan siapa yang paling berkuasa dan menjadi khalifah. Dan AS, dengan senang hati membantu mereka berantem dan saling berperang karena AS yang lagi bokek harus jualan senjata..

Kebayang kan, kalau kedua negara itu tarung di Indonesia ? HTI teriak khilafah. PKS teriak khilafah. FPI juga teriak yang sama. Kalau mereka menguasai negeri ini, mereka akan berantem sendiri berebut siapa yang "paling berdaster" diantara mereka..

Bahkan ada kemungkinan ke depan, mereka berdua berebut siapa yang menguasai Kabah, karena dengan menguasai Kabah berarti menguasai simbol umat Islam..
Dan AS senyum-senyum senang. Asekk, jualan senjata laku lagi..

Karena itu lebih baik menyimak saja sambil makan popcorn seperti di bioskop. Sekali-sekali tepuk kepala penonton di depannya, sambil melengos dengan gaya tak berdosa..

"Siapa nepok kepala gua?? Kurang ajarrr.. Gak tau apa gua ini Imam besar!". Loh kok, kayak kenal ya?