Rabu, 21 Juni 2017

RITUAL SYIAH MELUKAI DIRI

Ritual
Ritual
Mendekati lebaran gini tidak banyak berita yang menarik yang mau dibahas. Ngomong politik bosan. Ngomong Gubernur berahlak mulia dah banyak yang bahas. Jadi mending mancing kaum sumpek (sumbu pendek) aja..

Dan kaum sumpek biasanya akan tari kejang kalau dengar atau baca kata "syiah". Entah kenapa, mungkin ada setrumnya. Dan semakin mereka kejang, saya semakin bahagia..

Salah satu hal yang sering dilontarkan mereka adalah ritual menyiksa diri ( sering disebut tahtbir atau azadari ) yang ada di mazhab syiah. Biasanya foto-fotonya disebar dengan berbagai komen yang kebanyakan ada "kafir, sesat" nya..

Saya juga dulu heran, kenapa di syiah ada yang begitu ya ? Kan sakit punggung di cambuk2 pake benda tajam sampe berdarah ?

Tapi saya berusaha tabayyun, atau berbaik sangka. Saya mencoba mencari informasi itu dan bukannya langsung mem-vonis..

Semakin lama saya semakin paham, bahwa memang ada kebiasaan melukai diri di mazhab syiah pada saat asyura atau hari gugurnya Imam Hussein cucu Nabi di Karbala. Itu ungkapan penyesalan diri dan ekspresi karena ingin merasakan sedikit sakitnya "disembelih" seperti yang dirasakan Imam Hussein.

Tetapi ternyata acara melukai diri itu hanya dilakukan sebagian kecil saja dari mazhab syiah. Kebanyakan dilakukan syiah di India - dan kita tahu di India banyak aliran aneh, dan sebagian kecil lagi di Irak. Saya akhirnya paham, dalam semua aliran di dunia ini pasti ada yang ekstrimnya.

Masalahnya, apa yang dilakukan sebagian kecil syiah ekstrim inilah yang terus menerus di ekspos oleh mereka yang membenci mazhab syiah. Mereka sebarkan foto itu kemana-mana dan meyakini bahwa semua yang bermazhab syiah pasti melakukan itu..

Lalu bagaimana pendapat ulama-ulama syiah terhadap perilaku melukai diri itu? Dari yang saya dapatkan, ternyata mayoritas ulama syiah - ulama2 besar dan terkenal - sudah memfatwakan bahwa prosesi melukai diri itu haram. Jadi pada dasarnya, pendapat masyarakat banyak - termasuk saya - dengan ulama syiah itu sama bahwa melukai diri itu sifatnya kesia-siaan.

Tetapi ada juga prosesi parade untuk mengingat kembali peristiwa pembantaian Imam Hussein dan keluarga beliau.

Parade yang biasanya pake baju putih-putih dan seluruh tubuh dibaluri warna merah untuk menggambarkan darah, itu tidak apa-apa. Wong tidak ada yang kesakitan, hanya kesedihan mengingat kembali peristiwa itu. Yah, mirip-mirip lah ketika di Surabaya ada pawai memperingati hari Pahlawan..

Jadi memang kita harus banyak piknik untuk melihat budaya di luar, supaya kita tidak seperti kambing di dalam tempurung. Bukan hanya sekedar melihat gambar dan "katanya" terus mem-vonis kafir, sesat dan sebagainya.

Ini sebenarnya penjelasan berulang-ulang saya sampaikan dan masih tetap menarik sampai sekarang, karena kita bersinggungan dengan banyak orang yang sudah termakan opini yang dibangun untuk membenci satu golongan.

Banyak dari kita hanya melihat sisi gelap yang dilakukan sebagian kecil dari mazhab syiah, tetapi abai terhadap apa yang mereka lakukan dalam bidang sains.

Setahu saya orang syiah di negeri Iran mayoritas malah berprestasi di bidang tehnologi - bahkan mereka sudah membuat nuklir dan melakukan percobaan ke angkasa. Jadi kapan mereka itu sempat untuk melakukan hal yang sia-sia seperti menyiksa diri?

Oke, segitu dulu penjelasan karena banyak yang bertanya kepada saya dampak dari status saya sebelumnya "Kenapa Syiah dikatakan sesat ?".

Sambil minum kopi, mari kita melihat tari kejang di komen-komen ini. Seruputt.