Kamis, 15 Juni 2017

SECANGKIR KOPI UNTUK PARA PENJAGA NEGERI

Gus Tutut
Apel Banser
Tidak banyak yang tahu, bahwa Banser NU diminta oleh aparat militer kita untuk membantu menjaga perbatasan Indonesia - Filipina.

Banser NU ikut berpatroli bersama polisi dan TNI di 3 pulau terluar yaitu Kepulauan Kawaluso, Kepulauan Matutuang dan Kepulauan Marore, Sulawesi Utara.

Peran Banser adalah menjaga jangan sampai ISIS dari Marawi Filipina masuk ke Indonesia. Peng-efektifan kembali organ NU untuk menjaga Indonesia ini sudah sangat tepat. ISIS berpotensi masuk ke Indonesia dengan baju "agama", dimana tidak banyak orang mengenali karena mereka membawa nama "Islam".

Disitulah berbahayanya ISIS..

Mereka menyaru sebagai "muslim" yang taat dimana tidak semua orang mengenali ideologi yang dibawanya. Mereka masuk dan berbaur dengan penduduk dan menjadi "sel tidur" sampai perintah menyerang dikumandangkan.

Banser NU bisa mengenali mereka-mereka ini melalui kedalaman pengetahuan agama mereka. Banser - sebagai bagian dari GP Ansor - adalah antivirus yang efektif bagi radikalisme yang kembali diaktifkan untuk membantu pengamanan negara.

Semua elemen masyarakat sudah saatnya ikut melibatkan Banser dan Ansor dalam kegiatan mereka untuk meredam radikalisme yang masih "tidur" di sekitar kita.

Perusahaan atau pabrik dengan karyawan yang banyak, sudah seharusya juga melibatkan Banser dan Ansor untuk menutup gerakan radikalis di dalam perusahaan yang tumbuh melalui masjid, mushala dan pengajian di lingkungan karyawan perusahaan.

Silent Majority sudah tidak boleh abai lagi terhadap situasi ini. Jangan seperti Marawi, ketika mereka tidak perduli dengan situasi, esoknya tiba-tiba mereka sudah dikuasai.


Mari angkat secangkir kopi untuk para penjaga negeri...