Minggu, 04 Juni 2017

TUHAN ITU BUKAN OFFICE BOY

Tuhan
Bersyukur
Dulu: "Tuhan, Indonesia negara besar. Kenapa tidak kau beri pemimpin yang bisa membuat negeri ini besar supaya kami bangga dengannya?".

Sekarang: "Tuhan, kok pemimpin sekarang kurus gak keren, bukan dari tentara mana klemar klemer lagi. Mbok ya dikasi yang gagah, bukan yang terindikasi PKI lha, Tuhan.. gimana seh.."

Dulu: "Tuhan, Jakarta banjir dan tidak teratur dimana-mana. Korupsi merajalela, tidak ada Gubernur yang tegas dan bisa membawa perubahan. Dari sekian ratus juta penduduk, masak gada yang berkualitas yang bisa menjadikan Jakarta seperti Singapura kek?".

Sekarang:"Ya Tuhan, mbok ya jangan yang Cina Gubernurnya, mana Kresten lagi. Apa gada yang pribumi toh, kan mayoritas disini itu pribumi, Tuhan? Hadeeehh.."

Kenapa manusia selalu lupa bersyukur untuk apa yang diberikan kepadanya?

Karena sejatinya ia meminta bukan untuk kebutuhan dirinya, tetapi lebih kepada kepuasan nafsunya..."

Temanku menutup pembicaraan sambil menyeruput secangkir kopinya, dan aku memakan tahu isi panas yang masih mengepul asap dari penggorengan. Humm sedapnya. Itu kejadian tadi malam.


Jadi lapar siang-siang gini..