Jumat, 28 Juli 2017

INDONESIA, NEGERI SERBA SALAH

Beras
Kantor Kementan
Tidak mudah merubah mindset dan mental sebagian orang Indonesia. 
Ketika sudah saatnya kita mendapat nahkoda yang baik, bukannya penghargaan yang didapatnya tetapi malah caci-maki yang tidak berkesudahan. 
Ironis memang. Para perampok yang selama puluhan tahun menjarah dan membuat sakit pangan Indonesia, malah dipuja dan dibela mati-matian. Sedangkan yang berusaha memberantasnya, malah dibungkam. 
Seandainya ini bukan masa Jokowi memimpin, Kementan sudah pasti ditendang dari jabatan karena ia sudah mengusik lahan mafia pangan. 
Angkat secangkir kopi untuk para pejuang yang tidak mengenal kata pujian dan tidak butuh dikenang.



Sy memang bukan siapa2 di kementan.. tapi sy sangat merasakan semangatnya pimpinan kita sekarang ini beda.. semangat utk mencapai target demi target tdk hanya utk ketahanan tapi jg kedaulatan pangan.. kita kerja 24 jam, demi memastikan sawah itu ditanam sesuai jadwalnya, tidak hanya eksisting, tapi jg lahan sawah baru, menjamin beras itu tetap ada selama org indonesia makanan pokoknya masih nasi, bukan gorengan. Mencurahkan segala sumber daya, man, money, methode, machine, material, market dan segalanya utk swasembada. Kita tidak lg money follow function, tapi money follow program di setiap aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Di setiap pekerjaan, dituntut apa outcomenya utk masyarakat. Reward dan punishment pun jg kita terima. Jadi bukan pimpinan kita saja yg ga rela kalo ada sebagian pengusaha yg mendapatkan keuntungan dari segala pengorbanan yg kita lakukan utk negara, tapi saya juga ga rela. Mungkin dulu, keberadaan perusahan2 besar seperti ini tidak menjadi masalah. Tapi sekarang beda.. kepentingan utk mewujudkan kedaulatan pangan di atas segala galanya.. status ini sy dedikasikan utk temen2 yg sudah mengorbankan waktu utk keluarga demi bekerja utk negara..